find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Siak

12 Calon Kapolres Akhiri KKL di Siak, Alfedri: Jangan Lupa Objek Wisata Negeri Istana Siak


Selasa, 12 September 2017 | 17:48:26 | view: 51
ist
Drs. H. Alfedri, MSi, Wakil Bupati Siak, Riau.
Oketimes.com - Siak : Sebanyak 12 peserta Seleksi Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-57 tahun 2017 mengakhiri kuliah kerja lapangannya (KKL) di Kabupaten Siak, Riau.

Rombongan yang akan mengaplikasikan materi KKL di lembaga pendidikan Sespimmen Polri ini disambut hangat oleh Wakil Bupati Siak H Alfedri dan Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan di Ruang Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Selasa (12/9/2017).

Ketua rombongan peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-57 TA 2017, AKBP Budi Suherman SIK menyebutkan KKL yang sedang mereka lakukan itu, guna memantapkan kemampuan personel Polri sebagai manajer dan pimpinan kepolisian di tingkat menengah.

"Kami berada di Siak sejak Minggu yang lalu. Kami sudah melihat sudut-sudut kota Siak. Kami kagum dengan kota melayu ini. Meski masih terbilang Kota baru, tetapi pembangunannya luar biasa megah. Dan ini tidak kami temukan di Jawa," kata Budi Suherman.

Budi juga menjelaskan, setelah lulus dari pendidikan Sespimmen nanti, 12 Perwira ini akan menduduki jabatan Kapolres dan siap ditugaskan di seluruh Indonesia.

Menurutnya, dari pelajaran yang diikuti, salah satunya untuk penegakan dan pengawasan adalah hubungan keluar, antara Polri dan seluruh stake holder serta pengaruh-pengaruh strategi yang memberikan dampak dari kinerja terhadap kepolisian.

"Dari hasil KKL ini akan menghasilkan karya ilmiah yang tujuannya memperbaiki kinerja Polri agar ke depan lebih bagus lagi," tuturnya di hadapan Wakil Bupati Siak, Alfedri.

Alfedri mengaku cukup bangga, Kabupaten Siak menjadi salah satu daerah tujuan KKL Polri yang mengikuti Sespimmen. "Biasanya kalau sudah minum air Siak, pasti akan kembali lagi ke Siak," gumam Alfedri sambil tersenyum.

Dia juga menceritakan sejarah Kabupaten Siak serta sejumlah objek wisata Siak kepada rombongan peserta Didik Sespimmen Polri Dikreg ke 57 tahun 2017 itu. Kabupaten Siak sesuai dengan visi dikepemimpinan Periode kedua dirinya bersama Bupati Siak H Syamsuar menginginkan, Siak sebagai destinasi tujuan wisata yang maju di Pulau Sumatera.

"Semenjak kabupaten Siak terbentuk pada tahun 1999, tepat 12 Oktober 2017 nanti usia Siak masuk 18 tahun. Namun seiring dengan perkembangan waktu, Kabupaten Siak mampu merubah wajah daerah ini dengan sentuhan pembangunan Infrastruktur. Geliat pembangunan daerah Siak ini diawali semasa kabupaten Siak dipimpin oleh H Arwin AS," ulas Alfedri menerangkan.

Selain itu, Alfedri juga menjelaskan sebagai daerah tujuan wisata Pemkab Siak membuka diri bagi investor pemodal yang hendak berinvestasi di Kabupaten siak, baik itu investasi pengembangan pariwisata juga dalam bentuk industri.

"Oleh karen itu jika orang yang akan berivestasi dibutuhkan jaminan keamanan, karena jaminan keamanan itu penting. Makanya kita bangun Kantor Kapolres dua lantai di Kecamatan Dayun. Ini dimaksudkan dalam upaya memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat dan juga kepada para investor yang ingin berinvestasi di negeri istana Siak," tandasnya lagi.

Dihadapan para calon-calon Kapolres ini, Alfedri juga menyampaikan setelah calon pemimpin ini pulang ke kampung masing-masing, hendaknya dapat menceritakan kepada anak istri serta saudara tentang objek wisata Kabupaten Siak. "Dan jika ada waktu dan kesempatan dapat datang lagi ke Siak," ucapnya. ***

BERITA TERKAIT:
OTK Titip Tas Kerumah Warga, Dibuka Isinya Senpi FN
Polsek Mandau Ringkus Pelaku Pencurian Mobil Terios di Tambang Kampar
Penyerahan SK CPNS, dari 219 Hanya 212 yang Diserahkan SK
BWI Siak Gelar Rapat Kordinasi dan Workshop Pengelolaan Wakaf Produktif
Bupati Pelalawan Buka Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan di Lubuk Raja
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.