find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Siak

Pemkab Siak Optimalkan PAD Sektor Pajak


Selasa, 11 Juli 2017 | 17:38:38 | view: 51
ist
Bupati Siak Drs H Syamsuar saat memimpin rapat bersama OPD Pemkab Siak belum lama ini.
Siak, Oketimes.com - Sehubunggan dengan menurunnya dana transfer dari pusat ke daerah, tidak ada jalan lain Pemkab Siak akan mengoptimalkan pemasukan PAD (Pendapatan Asli Daerah) terhadap sejumlah sektor yang memiliki potensi PAD harus menjadi perhatian Dinas DPKKAD Kabupaten Siak,

Demikian disampaikan Bupati Siak H Syamsuar saat ditemui seusai melantik pimpinan pejabat tinggi Pratama, Pejabat Admintrator dan Pengawas pada Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Siak beberapa waktu lalu di Kantor Bupati Siak.

Menurut Syamsuar, Kabupaten Siak salah satu daerah yang menjadi destinasi wisata yang maju di Pulau Sumatera, panorama alam Siak sangat layak untuk di kembangkan dan tidak kalah menariknya dengan daerah lain yang ada di negri ini. Untuk mendukung penggembangan potensi kepariwisataan terutama wisata alam dianatarnya wisata Air, Pantai, Hutan Mangrov dengan tidak meninggalkan yang menjadi handalan adalah wisata religi dan wisata kuliner Kabupaten Siak.

Ia berharap didalam mempromosikan pariwisata hendaknya mengunakan bahasa inggris, bila perlu ditambah tiga bahasa Jepang, Cina dan Arab. Agar pariwisata siak dapat dikenal di manca negara. Negara-negara ini yang masyarakatnya kaya dan maju. Kalau lah promosi pariwisata mengunakan satu bahasa indonesia saja, kuatir hanya sedikit orang yang datang.

Syam berharap Dinas Pariwisata setelah memiliki pemimpi yang baru diharapkan ada perubahan, terhadap even yang sudah menjadi kalender tetap pemerintah Daerah, yang setiap tahunnya dilakukan yang menjadi ikon dan terus ditingkatkan dimasa yang akan datang.

Pariwisata Alam yang akan kita kembangkan dalam waktu dekat salah satunya adalah Danau Naga Sakti, sebagaimana kita ketahui sejak lebaran ketiga kemarain hinga saat ini ribuan orang sudah berkunjung datang ke danau naga sakti yang berlokasi di kecamatan Pusako.

"Artinya inikan potensial untuk dikembangkan belum dibangun saja sudah ribuan pengunjung datang kesana. Apalagi dikembangkan, tentu bisa menjadi potensi PAD yang cukup besar. Wisata Danau ini perlu sentuhan pembangunan infrastruktur, mulai dari jalan menuju lokasi, areal parkir serta kafe-kafe yang menyajikan makanan khasi melayu, areal bermain serta sarana publik lainnya seperti Musshola dan WC umum akan kita bangun," papar Syam.

Disamping itu Syam juga menyingung masalah rendahnya serapan PAD dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan adalah PBB salah satu yang menjadi target pemasukan Kasda mesti kita kejar PAD dari PBB, serapannya sangat kecil masih seperti dulu dan juga banyak tagihan-tagihan yang belum dilunasi oleh para wajib pajak.

Yang menjadi persolalan Pajak Bumi dan Bangunan sambung Syamsura saat ini juga adanya data-data yang belum sesuai dilapangan, masih banyak perkebunan-perkebunan yang belum dikenakan pajak.

Kemudian yang menjadi potensi PAD adalah pajak Restoran dan Hotel, yang dimaksud pajak restoran bukanlah restoran mewah, melainkan kedai kopi seluruh kafe-kace yang ada kaitanya dengan menyajikan makan minum, termasuk juga usaha atau kegiatan yang dibuat oleh masing-masing OPD ini wajib dikenakan pajak lestoran tidak ada alasan tidak bayar.

"Kita jangan lengah dengan wajib pajak, sementara petugas  pajak nasional mengejar wajib pajak hingga ke daerah. Kita orang daerah diam saja, apalagi yang kita dapatkan. Saya menghimbau kepada pimpinan OPD yang baru dilantik, agar pandai membaca situasi, dan harus tanggap terhadap persoalan daerah, kalau kerja biasa-biasa saja tak bermanfaat bagi masyarakat," tegas Syamsuar saat itu. (rub)

BERITA TERKAIT:
Pemkab Bengkalis Laporkan Capaian Renaksi Pemberantasan Korupsi ke KPK
Gemarin Siak Sosialisasi Gerakan Makan Ikan
Pemkab Bengkalis Ikuti Workshop Bank Riau Kepri
Cinta Siak, ASN dan Masyarakat Gelar Goro Bersama
Pemkab Bengkalis Bimtek Penyusunan Peraturan Perundang-undangan
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.