find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Rokan Hilir

Dinsos Rohil Data Orang Gila yang dipasung

Laporan : Wan/Hendri

Rabu, 8 Maret 2017 | 04:01:32 | view: 30
int
Ilustrasi
Bagan Siapiapi, oketimes.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Rohil tengah melakukan pendataan terhadap orang gila yang dipasung selama beberapa tahun. Langkah awal ini untuk mengetahui jumlah orang yang tidak waras tersebut.

"Masih pendataan berapa jumlahnya, sementara ini masih di kecamatan Bangko dan dilanjutkan nantinya di kecamatan lain," kata kepala dinas sosial Rohil, dr Junaidi Saleh, Selasa (7/3/2017).

Junaidi menjelaskan tujuan melaksanakan kegiatan pendataan dilanjutkan dengan membawanya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Panam Pekanbaru. Menurutnya, bertambahnya jumlah penderita orang stress diduga akibat narkoba dan faktor ekonomi.

"Seperti diketahui banyak di Bagan ini yang terjerat kasus narkotika, beberapa diantaranya mengalami gangguan kejiwaan. Nah ini yang akan kita obati dan sudah banyak yang sembuh," katanya Mengklaim.

Mantan kadiskes ini menambahkan, tim yang bertugas melakukan pendataan hanya sebatas mengambil dokumentasi. Junaidi berharap keluarga penderita gangguan kejiwaan dapat segera melaporkan ke Dinas Sosial untuk proses selanjutnya.

Ia juga menerangkan, kondisi pengaruh narkoba dan himpitan ekonomi memang menjadi kendala utama adanya orang gila dan stress. "Pemulihan menjadi tarhet utama kita, apalagi saat ini tak diperbolehan lagi keluarga melakukan pemasungan," pungkasnya.***


BERITA TERKAIT:
Suku Sakai Tuntut PT Ivo Mas Kembalikan Tanah Ulayat
Polisi Tangkap Mucikari Bisnis Seks Media Sosial
Komisi IV Tinjau Pembangunan Infrastruktur Mapolresta Pekanbaru
2018, Dinas Perkim Kampar Rencanakan Pembangunan RSS
Diskes Pekanbaru Lakukan Raker Kesehatan
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.