find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Riau

Mendag Sebut Harga Sembako di Riau Stabil


Kamis, 20 April 2017 | 23:34:28 | view: 44
hms pemprov riau for oketimes.com
Rapat koordinasi identifikasi ketersediaan stok dan harga barang kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2017 di Kantor Gubernur Riau, Kamis (20/4/17).
Pekanbaru, Oketimes.com - Seluruh pimpinan Kementerian Perdagangan bersiaga penuh dalam mengawal dan memantau ketersediaan stok, distribusi, dan harga barang kebutuhan pokok di 33 Provinsi di Indonesia menjelang puasa dan Lebaran 2017/1438H.

Kali ini, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda, mewakili Menteri Perdagangan, bersama Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman melakukan rapat koordinasi identifikasi ketersediaan stok dan harga barang kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2017 di Kantor Gubernur Riau, Kamis (20/4/17).

"Pemerintah ingin mengantisipasi sedini mungkin potensi terjadinya lonjakan permintaan yang bisa memicu kenaikan harga menjelang HBKN, khususnya puasa dan Lebaran 2017/1438H. Kami ingin memastikan bahwa stok cukup, distribusi lancar, dan harga barang kebutuhan pokok secara nasional stabil. Di Riau, kami pastikan stok barang pokok cukup dan harga stabil," ungkap Arlinda.
 
Ketersediaan pasokan yang cukup, lancarnya distribusi, dan harga yang stabil di Riau, menurut Arlinda dapat dicapai dengan komitmen dan koordinasi yang baik antara Kementerian Perdagangan dengan Pemerintah Provinsi.

"Sudah menjadi tugas kita agar masyarakat dapat memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kami mengapresiasi semangat dan komitmen Gubernur Riau dan jajarannya dalam menjaga stok dan mengendalikan harga barang kebutuhan pokok yang merupakan tujuan kita bersama," jelas Arlinda.

Pada rakor tersebut, Gubernur Riau memberikan arahan kepada seluruh peserta rakor yang terdiri dari Kepala Daerah se-Riau, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Riau, Kepala Badan Urusan Logistik Divisi Regional Riau-Kepulauan Riau, serta para Pejabat Dinas Instansi Terkait Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta para pelaku usaha dan distributor barang kebutuhan pokok dan barang penting.

Dalam rakor tersebut, khusus kepada para pelaku usaha, Arlinda juga secara tegas melarang melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok karena melanggar Peraturan Presiden No. 71 tahun 2015.

"Penting bagi Pemerintah Daerah untuk memastikan pelaku usaha tidak melakukan penimbunan dan spekulasi harga. Pelaku usaha yang melanggar ketentuan harus diberikan tindakan tegas dan sanksi baik administratif maupun pidana sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Sebelum pelaksanaan rakor, Arlinda yang mewakili Menteri Perdagangan blusukan langsung ke Pasar Pagi Arengka dan Pasar Lima Puluh.

"Masyarakat tidak perlu resah. Dari hasil pantauan di Pasar Pagi Arengka dan Pasar Lima Puluh, dipastikan pasokan terjamin dan harga barang kebutuhan pokok stabil memasuki puasa dan Lebaran 2017," tegas Arlinda.

Dari pemantauan di Pasar Pagi Arengka tercatat harga beras Rp 12.000/kg, gula Rp13.000/kg, minyak goreng Rp10.350/liter, daging sapi Rp120.000/kg, daging ayam Rp22.000/kg, cabe merah keriting Rp20.000-Rp22.000/kg, dan bawang merah Rp22.000-Rp28.000/kg.
 
Pasar Pagi Arengka merupakan pasar harian yang dikelola swasta. Pasar Pagi Arengka berdiri sejak tahun 1982 dan terletak di Kecamatan Marpoyan Damai, Desa Kelurahan Sidomulyo Timur. Pasar satu lantai ini dibangun di atas tanah seluas 15.000m2 dengan luas bangunan 3.200m2  ini menampung 475 pedagang. Omzet pasar ini mencapai Rp400 juta per hari.

Sementara itu, di Pasar Lima Puluh harga beras tercatat berkisar Rp13.000/kg, gula Rp13.000/kg, minyak goreng Rp10.350/liter, daging sapi Rp115.000/kg, daging ayam Rp22.000/kg, cabe merah keriting Rp20.000/kg, dan bawang merah Rp25.000-28.000/kg.

Pasar Lima Puluh terletak di Kecamatan Lima Puluh, Desa Pesisir. Pasar yang berdiri sejak tahun 1984 ini dibangun di atas lahan seluas 8.030m2 dengan luas bangunan sebesar 4.000m2. Pasar yang dikelola Pemerintah Daerah ini terdiri dari satu lantai dan menampung sebanyak 281 pedagang. Omzet pasar mencapai Rp257 juta per hari.

"Tidak ada perbedaan harga barang kebutuhan pokok yang signifikan dari kedua pasar tersebut," jelas Arlinda.

Selain melakukan pengecekan ke pasar, Arlinda didampingi Kepala Perum Bulog Divre Riau dan Kepulauan Riau Awaludin Iqbal juga meninjau langsung gudang Bulog divre Riau. Di gudang tersebut tersedia pasokan beras sebanyak 5.052,86 ton. Namun, secara total, Bulog Divre Riau dan Kepulauan Riau memiliki stok sebanyak 28.218,55 ton. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 7 bulan ke depan.

"Pasokan beras dipastikan aman hingga puasa dan Lebaran 2017. Bahkan tersedia hingga tujuh bulan mendatang," jelas Arlinda.

Selain itu, lanjut Arlinda, di gudang Bulog Divre Riau juga tersedia 1.200 ton gula nonkomersial yang cukup hingga awal bulan puasa. (dea)


BERITA TERKAIT:
Kapolda Riau Pimpin Pelepasan 101 Personel Brimob ke Papua
Kadisdik Riau Sebut 107.524 Siswa SMP Siap Ikuti UN
Bank Riau Kepri Raih Peringkat Dua Nasional Service Exellence
Gubri Ajak Masyarakat Wujudkan Riau Jadi Pengekspor Jagung
Pemprov Perpanjang Status Siaga Darurat Karhutla Riau
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.