find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Pelalawan

Sidang Gugatan Nasabah Koperasi Mitra Sejati Ungkap Kejahatan Manajemen


Rabu, 13 September 2017 | 21:20:42 | view: 23
ist
Suratmi sebagai istri mendiang Sunarso yang juga nasabah saat menghadiri Sidang lanjutan gugatan istri nasabah terhadap Koperasi Mitra Sejati di Pengadilan Negeri Pelalawan, Selasa (12/9/2017)
Oketimes.com - Pkl.Kerinci : Sidang lanjutan gugatan istri nasabah terhadap Koperasi Mitra Sejati di Pengadilan Negeri Pelalawan, Selasa (12/9/2017) terungkap Koperasi Mitra Sejati selaku pemberi fasilitas pembiayaan menyatakan Sahabat UKM cabang Ukui terus melakukan pemotongan asuransi jiwa kredit nasabah, dan tidak pernah memberikan polis asuransi serta salinan perjanjian nasabah.

Sidang yang kedelapan kalinya itu digelar dan dipimpin I Gede Budhy Dharma Asmara SH MH (Hakim Ketua) didampingi hakim anggota Meni Warliah SH,MH dan Andry Eswin Suhandi Oetara SH, MH, sebagai Panitera Aliludin SH.

Suratmi sebagai istri mendiang Sunarso melakukan gugatan kepada Koperasi Mitra Sejati atau Sahabat UKM cabang Ukui, karena suaminya telah meninggal dunia, namun jaminan sertifikat tidak dikembalikan oleh Koperasi Mitra Sejati.

Dua saksi yang hadir di persidangan mengungkapkan bahwa Koperasi Mitra Sejati selalu memotong premi asuransi jiwa para nasabah yang melakukan pinjaman namun polis tidak pernah diberikan.

Selain itu, nasabah juga tidak pernah memberikan salinan perjanjian antara nasabah dan Koperasi Mitra Sejati. Diduga perjanjian dibuat tidak menjelaskan secara terbuka kepada nasabah dan diduga Koperasi Mitra Sejati disebut Sahabat UKM hanya akan menipu para nasabah terutama petani sawit yang awam tentang hukum.

Sunarti sebagai saksi menyatakan, "saya sebagai istri nasabah koperasi mitra sejati, tidak pernah diberikan salinan perjanjian. Saya tanya tak pernah diberikan polis atau salinan perjanjian, sama juga dengan nasabah lainnya. Saya juga tidak diberikan polis asuransi jiwa, padahal potongan asuransi telah dipotong saat pencarian pinjaman," terang Suratmi kepada majelis hakim saat itu.

Dia juga menyebutkan bahwa dirinya masih satu kampung Desa Silikuan Hulu Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan dan merupakan istri sah mendiang Sunarso yang juga sebagai nasabah di Koperasi Mitra Sejati atau Sahabat UKM.

"Suami saya sebagai nasabah juga meninggal dunia Dalam masa pinjaman, namun jaminan saya juga belum di kembalikan Koperasi Mitra Sejati yang mengaku Sahabat UKM cabang Ukui," ungkap Sunarti dalam sidang.

Hal senada juga disebutkan saksi Sutiono bahwa dirinya merupakan nasabah Koperasi Mitra Sejati yang mengaku Sahabat UKM cabang Ukui serta masih satu nasabah dengan mendiang Sunarso yang meninggal Desember 2015 dan istrinya Suratmi selaku penggugat dalam persidangan.

"Mengetahui Sunarso melakukan pinjaman ke Koperasi Mitra Sejati sejumlah Rp 1,3 Miliar. Karena kami pada tahun 2015 sama-sama dekat waktu pencarian pinjaman," pungkasnya saat itu.

Menurut Sutiono almarhun Sunarso tengah melakukan akad pinjaman sebesar Rp 500 juta dan menandatangani perjanjian pinjaman dengan Koperasi Mitra Sejati yang hingga kini belum pernah diberikan salinan perjanjian. Sementara premi asuransi dipotong sebelum pencarian pinjaman. Namun polis asuransi jiwa tidak pernah kami lihat sampai sekarang.

"Saya tidak tahu asuransi mana. Sebelum pinjaman cair sudah dipotong untuk asuransi jiwa dan berbagai potongan yang saya tak mengerti," ujar Sutiono yang merupakan satu desa Sunarso.

Usai persidangan pihak Koperasi Mitra Sejati yang mengaku Sahabat UKM enggan di konfirmasi. Menyatakan harus konfirmasi tertulis ke kantor Sahabat UKM terdekat.

"Saya dari Jakarta, kalo mau konfirmasi tertulis ke Sahabat UKM terdekat disini secara tertulis," ujarnya kepada awak media di Pengadilan Negeri Pelalawan.

Sementara, penasehat penggugat Riki SH menyatakan optimis kliennya menang dan tidak terlalu memperpanjang masa sidang dan biaya menghadirkan para saksi.

"Kita optimis, dari saksi yang hadir juga sebagai nasabah dan istri nasabah bahwa Koperasi Mitra Sejati harus mengembalikan jaminan nasabah kepada keluarga nya. Karena nasabah meninggal dunia dan juga dilindungi asuransi jiwa selama pembiayaan atau selama masa pinjaman," ujar pengacara Riki.

Mengenai perjanjian tidak pernah diberikan pihak Koperasi Mitra Sejati kepada nasabah dan polis asuransi tidak pernah diberikan kepada nasabah karena premi dipotong sebelum pinjaman. Apa ini kejahatan dan kejahatan asuransi? "Tanya langsung kepada Mitra Sejati, mereka potong dari pinjaman nasabah," kata Riki.

Dari pinjaman Sunarso pada Juni 2015 sebesar Rp 1,3 Miliar ternyata potongan sekitar Rp 94 juta. Hanya cair 1,2 Miliar namun perjanjian tidak pernah diberikan kepada nasabah. (zoel)


BERITA TERKAIT:
Palsukan Data Pinjaman Koperasi, Mantan Karyawan Diamankan Polisi
JPU Sebut Saksi Tidak Hadir, Sidang Pemalsuan AJB di PN Rengat ditunda
Delegasi ASEANAPOL Apresiasi Pengungkapan TPPO Indonesia
Kapuspen: TNI Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Internasional
Wakil Bupati Siak: Koperasi Dukung Kesejahteraan Masyarakat Lebih Baik
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.