find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Pelalawan

Ditanya Dugaan Korupsi DTT, Tengku Muklis Mendadak Jadi Pelupa


Sabtu, 22 Juli 2017 | 18:01:17 | view: 101
ist
Tengku Mukhlis Sekdakab Pelalawan saat memberikan kesaksian terkait dugaan korupsi pengadaan Lahan Bakti Praja Pelalawan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru belum lama ini.
Pekanbaru, Oketimes.com - Terkait kasus dugaan korupsi berjemaah dana tak terduga senilai Rp10,9 miliar dari APBD Pelalawan tahun anggaran 2012 yang saat ini masih dalam tahap penyidikan Kejati Riau.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan, Riau, Tengku Mukhlis mengaku tidak mengetahui soal bergulirnya kasus tersebut yang melibatkan puluhan pejabat di daerah tersebut yang harus berusan ke kantor yang berlambang Satya Adhi Wijaksana ini.  

"Maaf pak saya tidak tahu soal itu, saya sedang sakit dan berobat di jawa," ujar Tengku Mukhlis pada awak media ini saat di kontak lewat ponselnya, Sabtu (22/07/2017) petang.

Disinggung soal ada beberapa pejabatnya yang sudah diperiksa Kejati Riau, terkait dugaan kasus dana tak terduga tersebut. Tengku Mukhlis kembali berkilah bahwa dirinya tidak mengetahui pasti soal perkara itu. Dengan alasan, bahwa dirinya saat itu belum diangkat menjadi Sekdakab Pelalawan sebelum menggantikan posisi Drs H Zardewan yang saat ini menjadi Wakil Bupati Pelalawan berpasangan dengan HM Harris.             

"Benar pak, saya memang tidak tahu soal itu, tolonglah, saya sedang sakit ini dan berobat di pulau jawa," elaknya menjawab pertanyaan awak media ini.

Kembali disinggung soal adanya pernyataaan pihak Kejati Riau, yang menyatakan bahwa pihak Kejati sudah memeriksa puluhan pejabatnya sebagai saksi dan telah mengembalikan uang korupsi tersebut kepada pihak kejaksaan melalui sekdakab Pelalawan yang saat ini dijabatnya?

Lagi, Tengku Mukhlis berdalih dan menyatakan bahwa diriya tidak mengetahui adanya para pejabat yang sudah diperiksa untuk mengembalikan dana korupsi tersebut ke pihak Kejati Riau. "Kalau soal itu juga, saya tidak tahu pak," tukasnya.

Kembali ditanya apakah dirinya pernah dipanggil pihak kejaksaan untuk memberikan kesaksian terkait dugaan kasus tersebut? Sang sekdakab Pelalawan ini juga tidak mengetahui dan mengaku tidak pernah dipanggil oleh penyidik kejaksaan untuk memberikan kesaksian dalam kasus tersebut. "Saya tidak pernah dipanggil mereka (Kejati Riau_red) gak pernah dan saya tidak tahu itu," katanya.

Terpisah, Muspidaun, SH, MH Kasi Penkum Kejati Riau, saat dihubungi lewat ponselnya, Sabtu petang, mengaku pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan proses penyidikan terkait dugaan korupsi dana tak terduga dan akan segera memanggil kembali para pihak yang akan dimintai penjelasannya.                         

"Kalau soal itu kita masih tetap proses, dan tetap akan memanggil para saksi-saksi yang akan dimintai kesaksiannya," kata Maspidaun yang mengaku saat ini lagi diluar kota.

Ditanya ada beberapa pejabat pemkab Pelalawan yang sudah dipanggil pihak kejaksaan terkait kasus tersebut, Muspidaun tidak menampik ada puluhan pejabat pemkab Pelalawan yang sudah dimintai kesaksiannya. Akan tetapi dirinya tidak bersedia memberikan pejabat mana saja dan di satker mana pejabat tersebut bertugas di Pemkab Pelalawan.

"Itu kalau gak salah ada sekitaran 50-han lebihlah, termasuk dari kalangan pihak ketiga," terangnya.

Apakah mantan Sekdakab Drs H Zardewan dan Tengku Mukhlis turut diperiksa di Kejati terkait hal ini? Maspidaun mengaku hingga saat ini belum memeriksa kedua pejabat tinggi tersbut hingga kini. Akan tetapi, pihaknya tidak tertutup kemungkinan akan memanggil kedua pejabatyang bersangkutan untuk dimintai kesaksiannya masing-masing. 

"Keduanya (Zardewan dan tengku Mukhlis belum ada dipanggil, mungkin proses selanjutnya," tandas Muspiduan seraya mengakhiri percakapan dengan awak media ini.(ars)

BERITA TERKAIT:
Kelola Limbah Sawit Jadi Energi Terbarukan, Asian Agri Raih Penghargaan Anugerah Energi Lestari 2017
Besok, Bupati Amril Jadi Irup Harhubnas 2017
Jadi Duta Korem Riau, Bupati Bengkalis Ucapkan Tahniah untuk Juara Lomba Lagu Melayu
ICW Sebut MA Harus Petakan Potensi Korupsi di Pengadilan
Lingkungan Bersih, Rekening Bertambah, Ridwan Ubah Sampah Menjadi Uang
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.