find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Kuansing

Helikopter dibutuhkan untuk Padamkan Hutan Lindung Bukit Betabuh Terbakar


Rabu, 11 Januari 2017 | 15:27:58 | view: 213
int
Ilustrasi
Kuansing, oketimes.com - Kebakaran hebat terjadi di Hutan Lindung (HL) Bukit Betabuh Kabupaten Kuansing, Riau sulit diatasi. Pemprov Riau meminta agar pemerintah pusat segera mengirimkan helikopter.

"Kita membutuhkan helikopter untuk melakukan water bombing (bom air)," ucap Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Jim Gafur pada awak mediad, Selasa (10/1/2017).

Ia menambahkan bahwa tim darat sangat kesulitan untuk memadamkan kebakaran di wilayah Bukit Betabuh yang berada di perbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat.

Pasalnya, lanjut Jim, kebakaran di hutan lindung Bukit Betabuh ada di sejumlah titik. Sebagian sudah ada yang padam, beberapa titik masih membara.

Diperkirakan sudah ada 100 hektar hut an lindung Bukit Betabuh yang ludes dilalap si jago merah. "Lokasi kebakarannya berbukit bukit, sumber air juga sulit di sana," tandasnya.

Terpisah, Komandan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan Riau, Marsekal Pertama Henri Alfiandi menegaskan bahwa akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait kebakaran hutan dan lahan.

"Kebakaran sudah mulai terjadi lagi. Dengan ini maka akan memudahkan kita untuk mengajukan (permintaan helikopter) ke pemerintah pusat," ucap Henri yang juga menjabat Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.***


BERITA TERKAIT:
Gakum DLHK Riau Beri Angin Segar Buat Perusak Hutan
Riau Butuh Gaya dan Pola Kepemimpinan Rusli Zainal Masa Kini
Kemensos Serahkan Bantuan Sandang Korban Musibah Kebakaran di Rohil
Polres Gandeng Satpol PP Kampar Gelar Simulasi Kesiagaan Bencana Kebakaran
PN Bangkinang Vonis Bebas Perambah Kawasan Hutan Buluh Cina
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.