find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Kepulauan Meranti

Jembatan Penghubung Dermaga Ambruk, 40 Orang Tercebur ke Laut


Selasa, 27 Juni 2017 | 17:24:06 | view: 70
(sindonews.com)
Ruang tunggu jembatan penghubung dermaga penumpang Tanjunggadai, Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau ambruk. Akibatnya, sekitar 40 orang penumpang tercebur ke laut, Selasa (27/6/2017) pagi.
Meranti, Oketimes.com - Ruang tunggu jembatan penghubung dermaga penumpang Tanjunggadai, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau ambruk, Selasa (27/6/2017) pagi. Akibatnya, sekitar 40 orang penumpang tercebur ke laut saat para penumpang hendak berangkat ke Selatpanjang.

Tiba-tiba jembatan yang terbuat dari kayu  tersebut goyang dan langsung ambruk seketika. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Karena kondisi air laut sedang surut.

Kades Tanjunggadai, Rasyid, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kata Rasyid, jembatan itu ambruk karena dimakan usia. Jembatan itu dibangun masyarakat setempat saat Kepulauan Meranti masih menjadi bagian dari Kabupaten Bengkalis.

"Jembatan itu dibangun pada saat kabupaten Bengkalis belum dimekarkan, secara swadaya masyarakat," kata Rasyid seperti laporan sindonews.com pada Selasa 27 Juni 2017.

Rasyid mengatakan, di Tanjunggadai ada dua pelabuhan. Satu dibangun secara swadaya masyarakat dan satu lagi dibangun Pemkab Bengkalis.

Hanya saja, untuk Pelabuhan Bengkalis ini tidak dilengkapi atap pada ruang tunggu. Sehingga masyarakat lebih sering menggunakan pelabuhan kayu (yang ambruk itu).

"Atas kejadian ini, kita gotong royong agar masyarakat mau menggunakan pelabuhan dari Pemkab Bengkalis. Sebetulnya pelabuhan kayu tak layak pakai, tapi ruang tunggunya ada atap," ujar Rasyid.

Rasyid mengatakan,  korban yang tercebur ke laut, hanya satu yang mengalami luka ringan di bagian kening. Sementara 39 orang lainnya hanya basah kuyup. "Tidak ada yang cedera parah. Malah yang luka di kening tidak mau dijahit," ungkap Rasyid.

Atas kerusakan yang terjadi, Pemdes Tanjunggadai tetap akan memperbaiki jembatan tersebut. Jembatan kayu tetap difungsikan, sementara di Jembatan Pemda akan dipasang atap.

"Tetap kita perbaiki. Kalau satu pelabuhan, terjadi kerusakan akan menghambat aktivitas warga. Kita perbaiki menggunakan dana desa," kata Radyid.

Madi, salah seorang warga setempat mengatakan, jembatan ambruk karena tiang kayu sudah ada yang putus. Hanya saja, kerusakan tidak terlihat lantaran tiang jembatan yang putus sering terendam air.*** 

BERITA TERKAIT:
Jembatan Rubuh, Aktivitas Warga Desa Kampar Tersendat
Miliki Sabu, Polisi Tangkap Seorang Buruh di Dumai
Belanja Masalah Laut Zona Timur, Bakamla RI Gelar Forkor Kamla Ke-3
Kepergok Tiduri Istri Orang, Pelaku Didenda 4 Ekor Kerbau
Baku Tembak di Klub Malam Arkansas, 28 Orang Luka-luka
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.