find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Kepri

Korban TKI Tenggelam 18 Tewas, 44 Hilang


Rabu, 2 November 2016 | 21:21:52 | view: 227
(BNPB)
Upaya evakuasi korban speedboat yang tenggelam di perairan Batam, Rabu (2/11/16).
Batam, Oketimes.com - Upaya evakuasi penumpang tenggelamnya kapal speedboat yang membawa tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Johor Malaysia menuju Nongsa, Batam di Perairan Tanjung Bemban, Batu Besar Perairan Batam, Provinsi Kepulauan Riau terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan.

Berdasarkan pendataan dari saksi ternyata jumlah yang tenggelam adalah 101 orang yaitu 98 orang TKI dan 3 orang ABK. Tidak adanya manifes kapal menyebabkan pendataan korban sulit dilakukan dengan baik.

Hingga Rabu (2/11/16) pukul 18.00 WIB dari 101 orang penumpang, jumlah korban adalah 18 orang tewas, 39 orang selamat, dan 44 orang masih dalam pencarian.

Speedboat yang mengangkut 98 orang TKI dan 3 orang ABK menabrak karang di perairan Tanjung Bemban Batu Besar akibat badai, Rabu (2/11/16) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat ini upaya pencarian masih dilakukan di sekitar lokasi kejadian.

Saat ini, para korban selamat di bawa ke posko sementara rumah Raja Ahmad, Tanjung Bemban, Batu Besar, Kota Batam, Prov. Kepri. Sebanyak 280 personil tim gabungan dari TNI, Polri, Kantor SAR, BPBD, Bea Cukai dan masyarakat melakukan evakuasi. Basarnas mengoordinir dalam pencarian dan evakuasi korban. Evakuasi terkendala arus laut yang kuat.***/bsc

BERITA TERKAIT:
Diduga Kecelakaan Kerja, Teknisi Roller Coaster Transmart Pekanbaru Tewas
Akhir 2017, Jumlah Pustu di Inhil Bakal Naik Jadi 218 Unit
Jurnalis Inhil Santuni Bocah Korban Luka Bakar di RSUD Puri Husada
Dua Hari Hilang, Jasad Bocah Tenggelam di Sungai Indragiri Ditemukan
Mei 2017, Korban DBD Pekanbaru Capai 325 Orang
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.