find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Kampar

Diduga Selewengkan Dana ADD, Proyek Balai Pertemuan Teluk Binjai Mangkrak


Jumat, 21 April 2017 | 19:05:53 | view: 106
oketimes.com
Kondisi Bangunan Balai Pertemuan Desa Teluk Binjai Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Riau, yang mangkrak.
Teluk Binjai, Oketimes.com - Pembangunan Balai Pertemuan di Desa Teluk Binjai Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan provinsi Riau, tak kunjung rampung alias mangkrak dilakukan aparat desa selaku penyelenggara dan pihak ketiga sebagai tim pelaksana kegiatan (TPK).

Terbengkalainya bangunan gedung tersebut, disinyalir aparat desa dan tim TPK sengaja berkaloborasi untuk menunda merampungkan bangunan, lantaran dana desa yang dikucurkan dinilai kurang memadai, sehingga diduga kuat terjadi penyimpangan atau penyalagunaan dana ADD.

Dana pembangunan gedung tersebut, merupakan alokasi dana desa (ADD) dari pemerintah pusat tahun anggaran 2016, senilai kurang lebih Rp 400 Juta yang digunakan untuk pembangunan gedung tersebut.

Demikian disampaikan salah satu warga Desa Teluk Binjai yang tidak ingin disebutkan jati dirinya pada awak media ini, saat dihubungi lewat ponselnya, Sabtu (22/4/17).

Sumber mengatakan masyarakat Desa Teluk Binjai saat ini kecewa atas terbengkalainya bangunan tersebut. Dimana bangunan itu, seharusnya sudah bisa digunakan untuk tempat pertemuan warga dan tempat kegiatan sosial yang akan digunakan masyarakat nantinya.

"Akan tetapi kondisi bangunan itu, belum rampung juga. Sehingga warga desa tidak bisa memanfaatkannya saat ini," ujar sumber kecewa.

Ia berharap kepada aparat desa, kecamatan dan Bupati Pelalawan, diminta segera menegur pihak aparat desa dan tim pelaksana kegiatan (TPK), agar bersedia merampungkan gedung Balai Pertemuan itu.

Sementara itu, Ketua Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Teluk Binjai saat dikonfirmasi lewat ponselnya, mengakui bahwa bangunan tersebut kondisinya saat ini memang terbengkalai. Akan tetapi, pihaknya tidak mengetahui, apa yang menjadi penyebab bangunan tersebut bisa tidak selesai dilakukan aparat desa, dengan alasan yang mengetahui lebih jelas penyebabnya adalah pihak aparat desa selaku penyelenggara kegiatan.

"Yang lebih mengetahui soal apa kendala dan penyebab bangunan tersebut terbengkalai hanyalah pihak kepala desa dan tim pelaksana kegiatan (TPK). Tugas saya hanya sebagai monitoring saja, sebab mengenai kewewanangan pelaksnaan ada pada kepala desa dan tim pelaksna kegaiatan (TPK)," tukas Bustami.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Teluk Binjai, Musri Effendi menyebutkan pembangunan balai desa tersebut diakunya saat ini belum rampung dan belum bisa difungsikan. Dengan alasan, pihak Tim Pelaksana Kegiatan saat ini dinilai kesulitan mencari bahan bangunan yang dibutuhkan, seperti kayu, semen, besi dan lainnya. 

"Selain sulitnya mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan, lokasi pengerjaan bangunan tersebut, pelaksana terkendala cuaca dan kondisi lahan yang bergambut dan jarak tempuh yang jauh kelokasi pembangunan," dalilnya.

Ditanya seperti apa pengawasan yang dilakukan selama ini, sehigga kondisi bangunan tersebut tak kunjung rampung dan belum bisa difungsikan? Musri menyebutkan bahwa dirinya selaku penanggungjawab kegiatan terus melakukan pengawasan dilapangan, akan tetapi pihak pelaksana kegiatan menurutnya kesulitan untuk mendapatkan bahan bangunan yang akan digunakan.

Meski demikian lanjut Musri, dirinya akan mendesak pihak Tim Pelaksana Kegiatan untuk segera merampungkan bangunan balai pertemuan itu dalam beberapa hari kedepan. Dengan alasan bahwa tanggungjawab pekerjaan itu masih berada pada pelaksana kegiatan. 

"Mudah-mudahan dalam dua hari atau sepekan kedepan bangunan itu akan rampung dikerjakan, kita akan desak para pekerja dan tim pelaksana untuk segera menuntaskan bangunan itu katanya," katanya.

Kembali ditanya, bagaiamana tim pelaksana kerja akan merampungkan bagunan itu, sementara dana yang sudah dicairkan untuk pembagunan bangunan itu sudah terpakai oleh pihak masing -masing yang bersangkuatan?. "Kalau masalah itu, kita akan carikan solusinya dan itu merupakan tanggungjawab kami dengan pihak pelaksana," timpal Musri. (ars) 

BERITA TERKAIT:
Diduga Tidak Sesuai Spek, LSM IPSPK3-RI Segera Lapor Empat Proyek Dinas Bina Marga Riau
Wakil Bupati Siak Sebut Dana Desa Dukung Pembangunan di Kampung
Semenisasi Kawasan Kumuh Dinas Perkim Riau Diduga Sarat KKN
Bupati Bengkalis Safari Ramadan Perdana di Talang Mandau
Diduga Stress, Suami di Gas Inhil Nekad Gantung Diri
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.