find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Indragiri Hulu

Kabid Perkim Minta Proyek Aspirasi Dewan Amburadul Segera Diperbaiki


Jumat, 7 Juli 2017 | 19:50:33 | view: 120
zoel a.p
Kondisi badan jalan di Kerugjaya dan Bukitlingkar pasca diperbaiki rekanan.
Rengat, Oketimes.com - Proyek aspirasi masyarakat melalui anggota DPRD Inhu dalam pembangunan badan jalan desa di Desa Kerubungjaya dan Desa Bukitlingkat, Batangcenaku, Inhu yang sempat dipermasalahkan masyarakat tempatan kini diperbaiki kekurangannya.
         
Perbaikan yang dilakukan adalah berupa penambahan batu kerikil pada permukaan badan jalan, sedangkan panjang, lebar dan ketebalan badan jalan sudah memenuhi persyaratan, bahakan panjang jalan yang ditimbun dan dikeraskan di Desa Kerubungjaya melebihi kontrak yang tertera 400 m menjadi 442 m.
         
"Saya sudah perintahkan kepada kontraktor CV Jaya Anegerah Abadi pimpinan Agus Suprayitno untuk memperbaiki apa yang dipermasalahkan masyarakat di lapangan, dan jika tidak diperbaiki Dispetakim Inhu tidak akan membayarkannya," kata Kabid Pemukiman Dispertakim Inhu, Indra T, SE, MM saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Jumat (7/7/2017).

Selain itu, kata Indra, karena lokasi badan jalan baru saja selesai dikerjakan, dan meski sudah dibomak (Dipadatkan), namun ketika hujan turun secara terus menerus, tentu saja kondisi badan jalan yang baru ditimbun menjadi lunyuh, padahal setelah dilakukan pengecekan lapangan, jalan yang dibangun juga dilihat bangunan saluran air pada kedua sisi jalan.

Untuk itulah, setiap proyek itu diberikan tenggang waktu selama enam bulan sesuai dengan perjanjian kontraknya, guna melakukan perawatan proyek yang dikerjakan, dalam kurun waktu enam bulan itu kontraktor wajib memperbaiki kekurangan terhadap pekerjaan yang dikerjakaannya tadi, seperti penambahan batu kerikil jika dianggap kurang dan lain sebagainya.
         
Meski demikian, tambah Indra, sudah diperintahkan kepada kontraktornya untuk memperbaiki apa dan dimana saja ada terjadi kekurangan, dan semua itu sudah diperbaiki termasuk penambahan batu kerikil yang dinilai kurang.
         
Namun untuk diketahui, batu kerikil itu bisa saja masuk ke badan jalan pada saat hujan dan ketika dilintasi oleh kendaraan, sebab tanah timbun yang dilakukan pada proyek penimbunan dan pengerasan badan jalan itu sudah dicampur dengan batu kerikil, meski begitu apa yang diaspirasikan masyarakat tempatan tetap ditindak lanjuti, tambah Indra.
         
Di tempat terpisah, Direktur CV Jaya Anugerah Abadi, Agus Suprayitno dan Januri ditemui wartawan Kamis (6/7/2017) mengatakan, semua tanah timbun untuk pengerasan badan jalan yang di Kerugjaya maupbunun di Bukitlingkar, sebelum ditimbunkan tanah itu sudah diaduk dan dicampur dengan batu kerikil, liharlah batu kerikilnya saja masih kelihatan, kata Agus.
         
Pembangunan penimbunan badan jalan yang diperintahkan sesuai dengan SPK adalah sepanjang 400 m, namun kenyataannya setelah dilakukan pengukuran menjadi 442 m, namanya saja membangun desa sendiri, mana mungkin kami buat asal asalan saja, ungkap Agus lagi.
         
Meski begitu, sebagaimana yang diperintahkan Kabid Pemukiman Dispertakim Inhu, Indra T, di sejumlah ruas jalan yang masih terlihat licin, sudah dilakukan penyiraman dengan batu kerikil, agar tidak licin saat hujan, semuanya sudah tidak ada masalah lagi dan silahkan pak wartawan cek di lapangan, ujarnya.
        
Sedangkan Penanggungjawab lapangan proyek aspirasi masyarakat melalui anggota DPRD Inhu, Suroto di Desa Bukitlingkar, Januri ditemui mengatakan, kalau di Desa Bukitlingkar tidak ada masalah, karena semua kreteria yang diperintahkan sudah dilaksanakan sebagaimana ketentuannya. (zul)


BERITA TERKAIT:
Perkenalkan Mata Uang Digital, Bitconnect Segera Gelar Seminar Edukasi Gratis di Pekanbaru
Dewan Gelar Rapat Paripurna Istimewah HUT Ke-18 Kabupaten Siak
Forum Pemred Riau Segera Dikukuhkan
Jual Asset Negara, Oknum Dewan Bisa Dikenai Pasal Korupsi
Jual Kebun Sawit Ptpn 5 ke Warga, Anggota Dewan Dipolisikan
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.