find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Indragiri Hulu

Berkedok Dibalik Masyarakat Adat, Maskur Babat Akasia PT BBSI Dibiarkan


Kamis, 24 Agustus 2017 | 18:02:16 | view: 498
zoel a.p
J Gultom saat menyampaian aspiransinya didepan masyarakat Desa Talang Durian Cacar Kecamatan Rakitkulim dengan pihak PT BBSI, yang dihadiri aparat Kecamatan, Polres Inhu di gedung aula Kantor Camat Rakitkulim Indragiri Hulu, Riau, Rabu (23/8/2017).
Oketimes.com - Rengat : Sedikitnya ratusan hektar lahan hutan tanaman industri kayu akasia yang dikuasai PT Bukit Batabuh Sungai Indah (PT BBSI) di Desa Sei Ekok Kecamatan Rakitkulim, Inhu, Riau, ludes dibabat oleh Maskur pengusaha kayu dari Jepara (Jateng) melalui pembantunya, Wella Marbun mengatasnamakan Ormas Ikatan Pemuda Karya (IPK) dan J Gultom.

Pembabatan kayu akasia yang dilakukan Maskur di dalam konsesi perijinan PT BBSI itu, berkedok dibalik hutan adat masyarakat Talang Sei Ekok, dan adanya kelebihan lahan yang ditanami oleh pihak perusahaan, dengan dalih terjadinya pelanggaran terhadap kesepakatan yang pernah disepakati.
         
Meski kesepakatan itu adalah antara masyarakat Desa Talang Durian Cacar Kecamatan Rakitkulim dengan pihak PT BBSI, bukan terhadap Desa Talang Sei Ekok. Namun Maskur melalui ormas IPK dan J Gultom tetap saja melakukan pembabatan terhadap Hutan Tanaman Industri (HTI) kayu Akasia yang masih dalam penguasaan PT BBSI.
         
Kepala Dusun II Desa Talang Sei Ekok, Langko menyebutkan, Tindakan pemangku adat yang juga Kepala Dusun I Talang Sei Ekok, Majuan merupakan tindakan dan putusan dirinya secara pribadi, yang sudah disusupi oleh Maskur, sedangkan warga Dusun II dan Dusun III tidak menyetujui apa yang telah disepakati Majuan dengan Maskur.
         
Sekarang ini sedikitnya sudah sekitar 500 hektar lahan HTI kayu Akasia itu yang dibabat oleh Maskur melalui dua pentolannya itu, meski sebulan lalu salah satu anggota penebang kayu akasia itu D Marbun ditangkap oleh security PT BBSI dan kini mendekam di penjara Polres Inhu, namun aksi pembabatan kayu akasia masih saja terus berlanjut.
         
Soyogyanya lanjut Langko, pemangku adat Talang Sei Ekok, Majuan dalam pengambilan keputusan terhadap lahan yang dikatakannya kelebihan penggarapan oleh PT BBSI, dan atau pembuatan kesepakatan pola kemitraan dalam membangun kebun sawit, harus lebih dulu memusyawarahkannya dengan semua masyarakat Talang Sei Ekok, bukan bertindak secara pribadi dengan mengatasnamakan masyarakat banyak.
        
Kalaupun memang benar ada kelebihan lahan garapan yang dilakukan PT BBSI terhadap kawasan hutan di Talang Sei Ekok, bukan serta merta bisa diserahkan secara pribadi maupun secara adat oleh Majuan selaku pemangku adat, namun kawasan hutan merupakan tanggungjawab Pemerintah, artinya harus melibatkan Pemerintah, terlebih dalam kesepakatan pembangunan kebun sawit masyarakat, tambah Langko.
         
Maskur yang mengaku sebagai pengusaha kayu Indonesia yang berdomisili di Jepara (Jateng) ini dikonfirmasi mengatakan, dia sudah menghabiskan dana sekitar Rp.2 Milyar untuk membangun kebun sawit di lahan kawasan HTI kayu Akasia itu.
        
Menurut Maskur, dia menggunakan Ormas IPK pimpinan Wella Marbun dan kontraktor lapangan J Gultom untuk memuluskan pekerjaannya melakukan pembangunan kebun sawit secara pribadi, sebab lahan itu sudah dibelinya melalui mantan Kades, Kading dan sejumlah masyarakat.
         
"Saya hanya menggarap dan menanami sawit diatas lahan yang dikatakan masyarakat kelebihan lahan garapan yang dilakukan PT BBSI," kata Maskur.

Maskur juga mengaku saat ini dia mengutus LSM TOPAN RI yaitu Marlin Lumbangaol untuk membantu masyarakat dari tuntutan pihak perusahaan PT BBSI, karena kemampuan Marlin Lumbangaol sudah tidak diragukan lagi, terbukti mampu memenangkan masyarakat Kelawat dan Sei Lala dalam menuntut lahan perkebunan PTPN V Sei Lala.
         
Akibat penyerobotan lahan yang dilakukan oleh Maskur di Desa Talang Sei Ekok, dan yang berkiprah di lapangan adalah Marlin Lumbangaol mengatasnamakan masyarakat Talang Sei Ekok, Kapolsek Kelayang, AKP Buha Siahaan memanggil Marlin Lumbangaol untuk dimintai keterangannya, namun Marlin Lumbangaol tidak bersedia memenuhi panggilan Kapolsek. (zp)

BERITA TERKAIT:
KUPT Puskesmas Kandis : Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Bekerja
Amankan Aksi Damai Masyarakat Rantau Kopar, 71 Personil Gabungan Polres Rohil diterjunkan
Bupati Pelalawan Minta BUMD Tingkatkan Kemampuan Daya Saing
Curi Pipa Besi Milik PT Chevron, Dua Warga Mandau Diamankan Polsek Tanah Putih Rohil
Gelar Commanders Wish, Kapolda Riau Paparkan Tugas & Fungsi Polri Layani Masyarakat
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.