find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Indragiri Hulu

Empat Bulan di Penjara, TSK Perambah HPT di Inhu Dilepas


Senin, 14 Agustus 2017 | 19:48:07 | view: 43
int
Ilustrasi
Rengat, oketimes.com - Aneh, tanpa proses peradilan, satu orang tersangka (TSK) pembabatan hutan HPT tanpa ijin di Desa Siambul Kecamatan Batanggangsal Inhu, Riau inisial MS mendadak dilepas dari jeruji Rutan Kelas II B Rengat dan kembali menghirup udara segar.

Kepala Rutan Kelas II B Rengat di Pematangreba Bejo Sukirman membenarkan satu orang TSK Perambah HPT titipan PPNS Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau telah dilepas dari tahanan, Kamis (10/8/2017) lalu.

"Sekitar jam 17.00 Wib, dijemput oleh tiga orang PPNS DLHK Riau. Satu diantaranya ikut melakukan penjemputan yang mengatasnakamakan Kabid Perlindungan Hutan DLHK Riau inisial Agus," terang Kepala Rutan.

Menurut Bejo, Rutan Kelas II B Rengat tidak punya otoritas melanjutkan penahanan kepada TSK Perambah HPT inisial MS. "Terhitung April 2017, MS titipan PPNS DLHK Riau. Tapi karena si penitip tahanan melakukan penjemputan tentuannya kami lepas," papar Bejo.

Alasan PPNS DLHK Riau melakukan pembebasan penahanan kepada inisial MS, lantaran masa tahanan habis. "Katanya masa tahanan sudah habis, tapi untuk lebih jelasnya silahkan konfirmasi Pak Agus DLHK Riau," timpal Bejo.

Terpisah Agus selaku Ketua Tim PPNS dibidang Perlindungan dan Gakum DLHK Riau saat di kontak lewat ponselnya, Senin (14/7/2017) sedang tidak aktif, sehingga tidak bisa dimintai penjelasananya. 

Sebelumnya, bulan April 2017 kemarin, TSK inisial MS selaku pelaksana pembukaan lahan milik PT Rona Tama berstatus hutan produksi terbatas (HPT) seluas 900 hektar untuk perkebunan kelapa sawit di Desa Siambul tanpa ijin pelepasan dan atau pinjam pakai kawasan Kementerian RI ditangkap OTT oleh tim PPNS DLHK Riau di dampingi Kejari Inhu.

Atas fakta itu, PPNS DLHK Riau kepemimpinan Agus dan penyidik Kejari Inhu melakukan penahanan kepada TSK inisial MS dan di titipkan ke Rutan Kelas II B Rengat, 3 April 2017 selama 40 hari, tahap I.

Bahkan, sesaat sebelum masa penahanan tahap I  habis, Mei 2017, Kabid Perlindungan dan Gakum DLHK Riau, Agus,  kembali mengatakan melakukan perpanjangan penahanan tahap II selama 50 hari ke depan.

Anehnya, penahanan selama 4 bulan di Rutan Rengat  kepada TSK Perambah HPT tanpa ijin inisial MS atas nama pelaksana PT Rona Tama mendadak bebas dari jeratan terali besi. (Zul)


BERITA TERKAIT:
Tidak Mampu Bayar Ambulans, IRT Ini Gendong Jenazah Anak Naik Angkot
Bupati Pelalawan Buka Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan di Lubuk Raja
Tim Surveyor Akreditasi Kunjungi Siak, Empat Puskesmas Ini Bakal Naik Kelas
Pecahkan Rekor, Astronot Wanita Asal AS Habiskan Waktu Berbulan-bulan di Antariksa
Panglima TNI Hadiri Jalan Sehat Empat Pilar
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.