find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Indragiri Hulu

Polisi Bekuk Komplotan Penipu Batu Merah Delima di Inhu


Rabu, 12 April 2017 | 00:54:32 | view: 108
int
Ilustrasi
Indragiri Hulu, Oketimes.com - Dua pelaku penipuan bermodus menggunakan batu merah delima palsu yang beraksi di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, berhasil ditangkap petugas Sat Reskrim Polres Inhu, Senin (10/4/2017) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. Mereka menipu dengan cara menghipnotis korban sehingga mau menyerahkan uang dan harta benda yang dimiliki.

Kedua pelaku yang berhasil ditangkap yakni, Syafrianto (38), seorang sopir taxi warga Bengkoang Indah, Kecamatan Belian Kota Batam, Kepri dan Hendri JS (36) warga Andaleh, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Penangkapan terhadap dua pelaku ini berawal dari laporan korban, Hermanto warga Jalan Aski Aris, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu dengan nomor LP / 5/ I / 2017 / Riau / Res Inhu. 15 janurai 2017 tentang TP penipuan (hipnotis batu delima).

Berawal pada Ahad (15/1/2017) sekitar pukul 10.00 WIB, saat korban mengantarkan saudari Latifah ke Plaza Rengat dengan menggunakan mobil Avanza Nopol BM 1036 BC.

Tidak lama kemudian korban di datangi oleh seorang pria yang tidak dikenal sembari menanyakan, "Bapak kenal dengan Pak Arifin pembeli barang-barang antik? dan korban menjawab, bahwa Pak Arifin kalau tidak salah sudah meninggal".

Saat itu, sambil bertanya kepada korban pria tersebut memegang batu merah delima dan memperlihatkannya kepada korban.

Kemudian datanglah seorang pria lainnya yang juga tidak dikenal korban diduga merupakan rekan pelaku sebelumnya, berkata kepada pria yang pura-pura bertanya kepada korban, "bagus batu delima kamu, berapa dijual batu delima ini?"

Pria tersebut mengatakan, kepada pria yang baru datang tersebut, "bahwa batu ini tidak dijual karena amanah dan harus dikasih ke Pak Arifin, karena beliau sudah meninggal maka batu ini saya serahkan kepada korban Hermanto karena beliau orang pertama yang saya temui" kata pelaku mulai memainkan aksi penipuannya.

Mendengar itu, pria tersebut berpura-pura menelepon bosnya yang sedang berada di RSUD Pematang Reba dengan alasan orang tuanya sakit. Korban bersama pelaku dan pria tak dikenal yang merupakan pelaku lainnya yang berpura-pura menelepon bosnya pergi ke Pematang Reba untuk menemui bos pria tak dikenal tesrebut.

Setibanya di RSUD Pematang Reba, bos (yang juga pelaku) menyarankan kepada pelapor agar menjual mobil Avanza Nopol BM 1036 BC milik korban untuk membeli batu merah delima milik pelaku dan nanti akan diganti dengan mobil baru dan uang Rp1,5 miliar.

Karena tergiur mobil baru dan uang Rp1,5 milyar, korban menerima tawaran bos tersebut. Lalu ke 3 orang tersebut bersama korban pergi ke Show Room Alfa Mobil yang berlokasi di Simpang Empat Belilas untuk bertransaksi menjual mobil milik korban.

Dishow room, korban dan teman sibos langsung melakukan transaksi jual beli mobil sedangkan pria yang juga pelaku pemilik batu menunggu diluar.

Setelah mobil terjual seharga Rp70 juta, ketiga orang itu termasuk korban, kembali ke Pematang Reba untuk menjumpai sibos yang akan beli batu delima dikedai kopi tepatnya di depan RSUD Pematang Reba.

Korban langsung menyerahkan uang hasil penjualan mobil kepada pelaku pemilik batu delima, sebelumnya sudah dijanjikan oleh sibos akan diganti dengan uang Rp1,5 miliar. Setelah selesai transaksi, pelaku kemudian menyuruh korban agar solat di Masjid Taqwa dan tidak boleh membawa tasnya yang berisi handphone Samsung dan Nokia.

Usai melaksanakan sholat korban kembali ke kedai kopi tempat pelaku menunggu sambil menanyakan keberadaan ketiga pria tersebut ke pemilik kedai dan dijawab bahwa ketiga orang tersebut telah pergi.

Atas kejadian tersebut pelapor pun baru tersadar bahwa dirinya telah ditipu oleh tiga pria yang belum dia kenal tersebut sehingga mengalami kerugian Rp 72.000.000 dan kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Inhu guna pengusutan lebih lanjut.

Berbekal laporan korban, tim Opsnal yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Indragiri Hulu AKP Andrie Setiawan yang melakukan penyelidikan berhasil mengetahui keberadaan dua pelaku.

"Kedua pelaku berhasil ditangkap di Wisma Ayu Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo Sik MM, Senin siang.

Dijelaskan Guntur, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap seorang pelaku lainnya yang diduga ikut berkerja sama denga dua pelaku yang telah diamankan di Wisma Ayu, Pematang Reba.

"Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara," tukas Guntur. (dam)



BERITA TERKAIT:
Miliki Sabu, Polisi Tangkap Seorang Buruh di Dumai
Polisi Amankan Mahasiswa Pencuri Motor di Gereja HKBP Maria Petapahan
Polisi Sebut Perkara Pungli Rutan Sialang Bungkuk Masih P19
Partisipasi Pilkades di Bukit Batu Capai 78,61 Persen
Imingi Anak Masuk Polisi, Oknum PNS Pekanbaru Ditangkap
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.