find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Indragiri Hilir

Festival Kelapa Internasional 2017 Resmi ditutup Bupati Inhil


Rabu, 13 September 2017 | 21:24:43 | view: 20
Diskominfopersantik siak for oketimes.com
Pameran Festival Kelapa Internasional (FKI) dalam rangka peringatan Hari Kelapa Se Dunia tahun 2017 secara resmi ditutup oleh Bupati Indragiri Hilir (Inhil) yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil, H Said Syarifuddin, Senin (11/09/17) malam.
Oketimes.com - Tembilahan : Pameran Festival Kelapa Internasional (FKI) dalam rangka peringatan Hari Kelapa Se Dunia tahun 2017 secara resmi ditutup oleh Bupati Indragiri Hilir (Inhil) yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil, H Said Syarifuddin, Senin (11/09/17) malam.

Bertempat di Taman Kota, Jalan Gajah Mada Tembilahan, Sekda didampingi oleh sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil, Anggota DPRD Inhil, Kepala BNI 46 cabang Tembilahan, Kepala perusahan-perusahaan kelapa di Inhil, awak media, dan para undangan.

Penutupan pameran ini sekaligus merupakan penutupan seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 9 hingga 11 September pada peringatan Hari Kelapa Dunia tahun 2017.

Acara diisi dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para peserta pameran oleh Sekda Inhil, juga doorprize dari sponsor acara kepada penonton yang berhasil menjawab pertanyaan terkait festival kelapa internasional tersebut.

Sekda mengatakan suatu kehormatan bagi Kabupaten Inhil yang dikunjungi oleh 9 negara asing penghasil kelapa. Tak hanya itu, berbagai pemerintah kabupaten dan provinsi yang ada di Indonesia juga tampak hadir dalam helat akbar ini.

Said bersyukur karena acara ini dapat terselenggara dengan baik. Ia juga mengapresiasi stand-stand pameran yang tampil apik dengan karyanya masing-masing. Antusias masyarakat yang memadati stand-stand pameran juga mendapat apresiasi dari Sekda Inhil ini.

"Syukurlah semua rangkaian acara dapat dilaksanakan dengan baik. Banyak juga dari berbagai daerah di Indonesia datang. Ramai sekali. Peserta mulai dari pemerintah, petani, pengusaha, dan media. Ini merupakan suatu kebanggaan. Karena disamping hiburan, ini menambah pengetahuan kita," tutur Said.

Menurut Said, kesuksesan acara tidak terlepas dari partisipasi berbagai pihak yang ada di dalam maupun luar negeri.

"Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan acara ini. Terimakasih kepada para petani, pengusaha, pemerintah daerah dari beberapa kabupaten dan provinsi yang ada di Indonesia. Masyarakat Inhil juga turut menyemarakkan pelaksanaan acara ini," ucapnya.

Said berharap acara ini dapat menjadi penggagas yang dapat mengangkat nama Inhil sampai ke seluruh dunia. "Kita berharap ini merupakan suatu kegiatan terobosan. Dengan penyelenggaraan acara ini kita telah memperkenalkan Inhil sebagai kabupaten yang memiliki kebun kelapa paling luas di dunia. Di mana kita punya kebun kelapa seluas 469.000 hektar," ujarnya. 

Ia juga mengharapkan agar pemerintah provinsi dan pusat dapat meberi bantuan untuk memperbaiki kebun kelapa masyarakat yang rusak. Selain itu Said juga berharap agar melalui kegiatan ini dapat menarik para investor untuk berinvestasi di Inhil. Dan yang paling utama baginya ialah dapat menstabilkan kembali harga jual kelapa.

Diakhir acara, Said Syarifuddin turut memeriahkan acara dengan menyumbangkan suara emasnya melantunkan sebuah lagu dari salah satu band ternama di Tanah Air, dilanjutkan dengan berkeliling menyambangi stand-stand pameran yang ada di lokasi. (adp)

Sekda Inhil Said Syarifuddin bersama Panitia FKI 2017 melambaikan Salam Kelapa usai menutup festival yang dihadiri 9 negara tersebut.


BERITA TERKAIT:
Penyerahan SK CPNS, dari 219 Hanya 212 yang Diserahkan SK
Kelola Limbah Sawit Jadi Energi Terbarukan, Asian Agri Raih Penghargaan Anugerah Energi Lestari 2017
Hari Ini Bupati Amril Bakal Serahkan 219 SK CPNS
Soal RAPBD-P 2017, Bupati Siak Berikan Jawaban Pandangan Umum Fraksi Dewan
Abdul Kadir Resmi Jabat Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.