find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Indragiri Hilir

Pemkab Inhil Gesa Pembangunan Ruas Jalan Tembilahan-Sungai Empat

Bupati minta pihak rekanan bekerja profesional

Senin, 10 Juli 2017 | 13:56:37 | view: 48
ist.
Inhil, Oketimes.com - Seakan tiada hentinya, wujud komitmen pembangunan infrastruktur oleh pemkab Indragiri Hilir (Inhil) kembali diperlihatkan. Kini, giliran ruas jalan Tembilahan-Sungai Empat-Kuala Saka yang dalam proses pengerjaan.

Menurut Bupati Inhil HM Wardan, pembangunan ruas jalan Tembilahan-Kuala Saka akan dilaksanakan dalam bentuk rigid dan penimbunan. Pembangunan ruas jalan ini bertujuan untuk memudahkan akses transportasi antar kedua wilayah tersebut. 

"Selama ini, masyarakat dari masing-masing wilayah khususnya masyarakat dari daerah Kuala Saka kesulitan untuk mengakses Ibu Kota Kabupaten Inhil, Tembilahan. Begitu juga sebaliknya masyarakat Tembilahan yang hendak menuju ke Kuala Saka. Dengan adanya pembangunan ini, maka akses transportasi menuju kedua wilayah tersebut akan jauh lebih mudah dan terbuka," jelas Bupati.

Lebih lanjut Bupati Wardan mengatakan, alokasi dana pembangunan ruas jalan Tembilahan-Kuala Saka secara keseluruhan adalah senilai Rp. 13 Milyar yang digelontorkan melalui dana APBD Provinsi Riau.

"Dengan dana yang dialokasikan tersebut, diharapkan dapat memberikan manfaat positif. Dan bagi pihak rekanan, diminta agar dapat bekerja secara profesional dan menyelesaikan pekerjaan secara sempurna," imbau Bupati Wardan.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Inhil, Illiyanto, pekerjaan pembangunan ruas jalan Tembilahan-Kuala Saka ini baru saja dimulai. Progress pembangunan pun per Juni 2017 diperkirakan baru mencapai 32 persen.

"Ruas jalan ini, titik 0 Kilometernya dari Jalan Baharuddin Yusuf, di Simpang Jalan M Boya, Sungai Beringin, kemudian melewati daerah Sungai Empat, Kecamatan Gaung dan berakhir di Kuala Saka," ungkap Illiyanto, melalui keterangan tertulis, Minggu (9/7/2017) malam.

Dikatakan Illiyanto, pembangunan infrastruktur ruas jalan Tembilahan-Kuala Saka ini dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari wilayah Sungai Getek sepanjang 800 meter menuju kawasan Sungai Beringin berupa rigid. Lalu, dilanjutkan dari wilayah Sungai Luar sampai sebahagian wilayah Sungai Empat sepanjang 1 Kilometer berupa penimbunan.

"Sedangkan, untuk sebahagian wilayah Sungai Beringin yang tersisa akan dilaksanakan penimbunan oleh UPT Wilayah I Dinas PUPR Provinsi Riau sampai ke sebahagian wilayah Sungai Beringin yang di-rigid. Tahun depan, barulah untuk ruas jalan yang ditimbun ini akan kembali dibangun dengan rigid menggunakan APBD Provinsi Riau," jelas Illiyanto.

Disamping pembangunan ruas jalan tersebut, dalam pelaksanaannya, dikatakan Illiyanto, juga terdapat pembangunan 1 buah Jembatan yang berada di parit Jumrah menuju wilayah Sungai Luar yang masuk ke dalam rencana pembangunan.

"Saat ini, proses pembangunan jembatan telah sampai pada tahap pemancangan. Untuk nilai kontrak, pembangunan jembatan itu akan memakan biaya sebesar Rp. 5 milyar yang juga berasal dari APBD Provinsi Riau," terang Illiyanto.

Dari kedua pekerjaan pembangunan, baik ruas jalan Tembilahan-Kuala Saka dan Jembatan Parit Jumrah menuju Sungai Luar, diestimasikan Illiyanto, akan selesai pada bulan November tahun 2017 mendatang.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan dari Illiyanto, diketahui bahwa pihak rekanan pemenang tender pekerjaan pembangunan ruas jalan Tembilahan-Kuala Saka dan Jembatan Parit Jumrah menuju Sungai Luar masing-masing ialah PT Bina Riau Sejahtera dan PT Bantala. (Advetorial)

BERITA TERKAIT:
Dari 10 Paket Proyek di Inhil, Beberapa Diduga Bermasalah
ABK Hilang di Perairan Sungai Indragiri
Ledakan Mirip Bom di Rohul, 1 Tewas Empat Luka-luka
Diduga Jadi Santapan Buaya, Pekerja Kilang Sagu Sungai Belat Meranti Hilang
Ini Nama Guru Garis Depan dan Penempatannya di Kabupaten Bengkalis
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.