find us on : 
bank riau
Halaman Khusus Indragiri Hilir

Gauli Anak Tiri hingga Hamil, Ayah Bejad ditangkap

Laporan : Daud Botak

Rabu, 8 Maret 2017 | 04:29:05 | view: 360
ist
Tersangka Y (35) saat diamankan di Polres Inhil, Senin (6/3/2017) malam.
Tembilahan, oketimes.com - Seorang ayah tiri di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, tega menggauli anaknya yang masih di bawah umur sebanyak dua kali hingga sang anak hamil. Perbuatan bejat Y (35) terungkap, berawal dari kecurigaan keluarga korban saat melihat adanya perubahan di tubuh Bunga (14), bukan nama sebenarnya.

"Kakak kandung korban yang tinggal terpisah dengan Bunga lalu menanyakannya dan dijawab oleh Bunga jika dirinya telah dicabuli oleh ayah tirinya. Perbuatan bejat sang ayah tiri terhadap korban dilakukan sejak bulan Agustus 2015 hingga Desember 2016," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Gunt7ur Aryo Tejo Sik MM, Selasa (7/3/2017).

Bagai disambar petir disiang bolong, sang kakak mendengar pengakuan Bunga. Ia pun kemudian membawa Bunga ke rumah seorang Bidan untuk dilakukan pemeriksaan.

"Hasil pemeriksaan Bidan, korban telah hamil diperkirakan sudah masuk bulan keempat," ujar Guntur.

Tak terima dengan perbuatan pria yang kesehariannya berprofesi sebagai penjual handphone online itu, sang kakak lalu melaporkan kejadian tersebut Polres Inhil untuk pengusutan lebih lanjut.

Mendapatkan laporan tersebut, Kasat Reskrim AKP Arry Prasetyo SH MH lalu memerintahkan tim Opsnal Sat Reskrim Polres Inhil untuk melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku.

Setelah terdeteksi, petugas lalu memancing pelaku agar datang ke Jalan Batang Tuaka Tembilahan, untuk bertransaksi handphone, Senin (6/3/2017) malam, sekitar pukul 21.00 wib.

Pelaku yang tak curiga dirinya dijebak petugas, akhirnya datang. "Begitu tersangka Y muncul, tim Opsnal langsung melakukan penangkapan dan menggelandangnya ke Mapolres Inhil," beber Guntur.

Saat diinterogasi, pelaku mengaku jika dirinya telah dua kali melakukan persetubuhan terhadap anak tirinya tersebut, dengan iming-iming akan memberikan sebuah handphone untuk korban.

Dari pemeriksaan, juga diketahui bahwa pelaku merupakan seorang residivis kasus pencurian dengan kekerasa (Curas) dan telah selesai menjalani hukuman di LP Batam pada tahun 2007 silam

Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan UU No 35 tahun 2014 perubahan dari UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.***

BERITA TERKAIT:
Tidak Mampu Bayar Ambulans, IRT Ini Gendong Jenazah Anak Naik Angkot
Aniaya Istri Depan Anak dan Adik Ipar, Anto Dibekuk Polsek Kubu Rohil
Larikan & Setubuhi Anak dibawah Umur, Warga 3T Meranti Diamankan
Panglima TNI : Pemutaran Film G-30 S/PKI Ingatkan Anak Bangsa
2017, Disdukcapil Rokan Hilir Targetkan Anak Wajib Miliki Akte Kelahiran
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.