find us on : 
bank riau
  • Home
  • Sosial
  • Save NKRI dan Ahok, Warga Purwokerto Nyalakan Lilin

Save NKRI dan Ahok, Warga Purwokerto Nyalakan Lilin


Minggu, 14 Mei 2017 | 19:49:30
(antara)
Ilustrasi, Aksi solidaritas penyalaan lilin untuk Ahok dan NKRI.
Purwokerto - Sekitar 300 warga dari berbagai komunitas di Kota Purwokerto, Jawa Tengah, menyalakan ratusan lilin sebagai simbol untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Aksi menyalakan lilin yang digelar di sisi selatan alun-alun Purwokerto, Sabtu (13/5/17) malam, juga ditujukan memberi dukungan moral kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saat ini ditahan di Rutan Mako Brimob.

Dalam aksi tersebut massa membawa sejumlah poster, di antaranya bertuliskan "Save Ahok", "Save NKRI...TNI...POLRI...Purwokerto", "Harga Mati NKRI", "Bersatu! Bercahaya! Bangkit! Tuntunlah Kebenaran!", "Kita Dukung Pancasila", dan "Biarlah Rohmu Tetap Menyala-nyala Pak Ahok dan Layanilah Tuhan".

Selama menjalankan aksi, massa juga menyanyikan sejumlah lagu perjuangan secara bersama-sama.

Salah seorang peserta aksi, Agus mengatakan kegiatan yang diikuti warga dari berbagai komunitas, seperti Gusdurian, Majelis Agama Konghucu Indonesia, dan umat Nasrani itu digelar secara spontan.

"Aksi ini bukan sekadar untuk memberi dukungan moral kepada Pak Ahok, tetapi juga untuk menuntut ditegakkannya keadilan dan kedamaian di Indonesia," katanya.

Menurut dia, Ahok adalah sosok pemimpin yang mempunyai integritas, jujur, karakter yang kuat, bekerja untuk rakyat, dan melayani masyarakat dengan baik, sehingga tidak selayaknya mendekam dalam penjara. (ant)

BERITA TERKAIT:
Safari Ramadan, Kapolda Riau Ajak Warga Pekanbaru Jaga Pesratuan dan Kesatuan
Idul Fitri Sudah Dekat, Ini Pesan Bupati Amril Buat Warganya
Coba Larikan Motor Warga, Mulyadi Bakal Lebaran di Sel
Warga Kerumutan Tuntut Areal HGU PT Sari Lembah Subur Ukur Ulang
Bupati Bengkalis Imbau Warga Tidak Mudah Termakan Isu Sesat
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.