find us on : 
bank riau
  • Home
  • Senibudpar
  • Branding `Siak The Truly Malay` Reprensentasi Pariwisata Negeri Istana

Branding `Siak The Truly Malay` Reprensentasi Pariwisata Negeri Istana


Jumat, 28 April 2017 | 22:01:35
ist
Hak cipta logo dan tagline yang mulai dipopulerkan sejak Maret 2013 lalu, resmi terdaftar sebagai hak cipta pada Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri Kementeruan Hukum dan HAM RI sejak Kamis (27/4/2017).
Siak, oketimes.com - Pemkab Siak akhirnya resmi menjadi pemegang hak cipta atas branding “Siak The Truly Malay”, yang selama ini telah lekat representasi pariwisata di Negeri Istana.

Hak cipta berupa logo dan tagline yang mulai dipopulerkan sejak Maret 2013 yang lalu tersebut, resmi terdaftar sebagai hak cipta pada Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri Kementeruan Hukum dan HAM RI sejak Kamis (27/4/2017).

"Syurlah tagline pariwisata kita sudah tercatat sebagai hak cipta milik Pemkab Siak, hari ini diserahkan Kepala Bidang Pencatatan Hak Cipta Kanwil Kemenkumham Provinsi Riau kepada Kadis Pariwisata Kabupaten Siak," sebut Bupati Siak H Syamsuar melalui ponselnya pintarnya di sela-sela pelaksanaan ibadah umrah di tanah suci.

Dengan diterimanya hak cipta ini, Syamsuar berharap dapat menjadi motivasi bagi jajaran Pemkab dan seluruh masyarakat Kabupaten Siak untuk bersama-sama memajukan dunia pariwisata.

"Semoga membawa kebaikan bagi Kabupaten Siak kedepan, dan menjadi ladang amal dalam melestarikan budaya melayu. Aamiin," sambung orang nomor satu Negeri Istana itu.

Pendaftaran logo dan tagline branding wisata tersebut, menurut Kadis Pariwisata Kabupaten Siak Hendrisan, didasarkan pada ketentuan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang perlindungan ciptaan di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra.

"Hak cipta yang terdaftar atas nama Dinas Pariwisata Kabupaten Siak tersebut, berlaku selama 50 tahun sejak ciptaan tersebut pertama kali diumumkan," sebut Hendrisan.

Sambung mantan Kabag Humas ini, dengan ditetapkannya status hak cipta tersebut, artinya branding wisata Kabupaten Siak tidak bisa dijiplak daerah atau negara lain. Sehingga nantinya dalam jangka waktu beberapa waktu ke depan menjadi identitas daerah yang tengah giat mengembangkan industri "tourism" tersebut.

"Jadi hanya kita yang boleh pakai tagline dimaksud," tutupnya. (hms/man)


BERITA TERKAIT:
Sekdakab Siak Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke–109 dan Hari Lahir Pancasila
Tampil Beda, Pembukaan MTQ Kecamatan Pusako Siak di Gelar Siang Hari
Bupati Siak dan Wakil, Ikuti Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan ll 2017
Bupati Siak Jamu Peserta OSN dan O2SN Makan Siang
Syamsuar: Semoga Kelak Akan Lahir Ulama Besar di Siak
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.