find us on : 
bank riau
  • Home
  • Puspen TNI
  • Kasum TNI : Mahasiswa Harus Tingkatkan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Kasum TNI : Mahasiswa Harus Tingkatkan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara


Sabtu, 19 Agustus 2017 | 18:58:19
puspen tni for oketimes.com
Kasum TNI mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pembekalan tentang `Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara,` dihadapan 6.258 Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada acara Masa Pengenalan Akademik (MPA), bertempat di Stadion Olahraga Atletik awamangun, Jalan Pemuda Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (19/8/2017).
Jakarta, Oketimes.com - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. mengatakan bahwa para mahasiswa harus memperkuat Wawasan Kebangsaan dan meningkatkan kesadaran Bela Negara serta  mengembangkan kemampuan diri di lingkungan masyarakat, dalam rangka menghadapi berbagai potensi permasalahan yang akan dihadapi, apabila nanti mahasiswa sudah terjun ke masyarakat.
 
Hal ini disampaikan Kasum TNI mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pembekalan tentang "Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara," dihadapan 6.258 Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada acara Masa Pengenalan Akademik (MPA), bertempat di Stadion Olahraga Atletik Rawamangun, Jalan Pemuda Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (19/8/2017).
 
Kasum TNI  Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, MPA, MBA mengatakan bahwa kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara sangat penting diberikan kepada para mahasiswa dalam rangka menghadapi kompleksitas permasalahan mulai dari terorisme, radikalisme, separatisme, kemiskinan, konflik horizontal dan vertikal serta tidak kalah pentingnya yaitu narkoba.

"Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa harus mampu menghadapi itu semua dan membawa Indonesia yang lebih maju dimasa yang akan datang," ucapnya.
 
Lebih lanjut Kasum TNI menyampaikan bahwa mahasiswa harus mampu melahirkan lebih dari satu sosok generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, namun memiliki mental kualitas ideologi serta jiwa kepemimpinan yang kuat serta visioner dan tentunya dikemas dalam kualitas wawasan kebangsaan yang tinggi dari setiap individu.
 
"Mahasiswa harus mempunyai semangat dan rasa membangun bangsa yang tinggi sebagai generasi penerus yang memiliki karakter bangsa di dalam menjalankan kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk memperkuat wawasan kebangsaan yang tinggi," tegas Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan.
 
Pada kesempatan tersebut, Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berideologi Pancasila bukan milik satu golongan, bukan milik satu agama, bukan milik satu suku, tetapi milik kita semuanya dari Sabang sampai Merauke.
 
"Bila tidak ada Islam bukan Indonesia, bila tidak ada Kristen bukan Indonesia, bila tidak ada Khatolik bukan Indonesia, bila tidak ada Hindu bukan Indonesia, bila tidak ada Buddha bukan Indonesia dan bila tidak ada Khonghucu bukan Indonesia. Itulah Indonesia kita yang indah," ujar Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan.
 
Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan menegaskan kembali bahwa Pancasila adalah sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia, karena Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan. "Inilah yang harus tetap kita jaga dan bina," tandasnya. (Puspen TNI). 


BERITA TERKAIT:
Kapuskes TNI : Bakti Sosial Perkokoh Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Nekad Curi Motor Milik Anggota TNI, Warga Bagan Hulu Dibekuk Polsek Bangko
Panglima TNI Ziarah ke TMP Prajurit TNI di Timor Leste
Panglima TNI : Jenderal Soedirman Sosok Sederhana dan Dekat Prajurit
Panglima TNI Ziarah Ke Makam Soeharto di Astana Giri Bangun
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.