find us on : 
bank riau
  • Home
  • Puspen TNI
  • Panglima TNI: Ulama Indonesia Tidak Akan Merubah Pancasila

Panglima TNI: Ulama Indonesia Tidak Akan Merubah Pancasila


Selasa, 15 Agustus 2017 | 14:39:13
puspen tni for oketimes.com
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan ceramah `Tausiyah Kebangsaan` dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun 2017, dihadiri sekitar 20.252 orang dari kalangan Ulama, Tokoh Masyarakat Tokoh Agama dan Santri serta masyarakat, bertempat di Wisma Perdamaian Gubernur, Jl. Tugu Muda Semarang, Jawa Tengah, Senin malam (14/8/2017).
Semarang, oketimes.com - Tidak akan ada Ulama Indonesia yang mempunyai pikiran dan berkeinginan merubah Pancasila yang merupakan Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena kemerdekaan Republik Indonesia ini direbut oleh seluruh komponen bangsa termasuk para Ulama, Kyai dan Santri.
 
Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan ceramah "Tausiyah Kebangsaan" dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun 2017, dihadiri sekitar 20.252 orang dari kalangan Ulama, Tokoh Masyarakat Tokoh Agama dan Santri serta masyarakat, bertempat di Wisma Perdamaian Gubernur, Jl. Tugu Muda Semarang, Jawa Tengah, Senin malam (14/8/2017).
 
Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menuturkan bahwa, Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa dalam  merumuskan ideologi negara Pancasila dan itu sudah final, tidak boleh dirubah lagi.

"Kalau ada Ulama atau pihak-pihak yang akan merubah Pancasila dengan ideologi lain, mereka pasti orang-orang yang sudah disusupi dari luar dan dibayar untuk merusak atau memecah belah bangsa Indonesia," tegasnya.
 
Panglima TNI mengatakan bahwa Pancasila sebagai dasar negara dirumuskan dari nilai-nilai luhur dan budaya bangsa Indonesia termasuk didalamnya nilai-nilai religius (ketuhanan) yang disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan.
 
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, alangkah anehnya kalau sekarang tiba-tiba muncul ada oknum dengan berpakaian ulama, tetapi bahasanya mempengaruhi masyarakat  ingin merubah Pancasila. "Ini perlu kita waspadai. Pasti itu bukan Ulama Indonesia, melainkan Ulama dari luar yang dibayar untuk merusak Pancasila dan keutuhan NKRI," tegasnya.
 
Di sisi lain dalam ceramahnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa patriot yang berjiwa ksatria. Disamping itu, rakyat Indonesia juga memiliki karakter gotong royong, yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.
 
"Rakyat Indonesia akan melawan, bila ada yang mengusik rasa kebangsaannya karena di tubuhnya mengalir darah ksatria yang dibuktikan dengan setiap suku bangsa Indonesia memiliki tarian perang dan senjata perang untuk mempertahankan diri," ujar Panglima TNI.
 
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa perjuangan rakyat yang beratus-ratus tahun lamanya tidak membuahkan hasil, karena masih bersifat kedaerahan.

"Para pejuang, tokoh agama dan pemuda menyadari hal itu, maka muncul rasa persatuan dan kesatuan dalam perjuangan hingga lahir Sumpah Pemuda tahun 1928, dan hanya memerlukan waktu 17 tahun kemerdekaan Indonesi bisa direbut," tandasnya. (Puspen TNI)

BERITA TERKAIT:
Kapuskes TNI : Bakti Sosial Perkokoh Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Tidak Mampu Bayar Ambulans, IRT Ini Gendong Jenazah Anak Naik Angkot
Nekad Curi Motor Milik Anggota TNI, Warga Bagan Hulu Dibekuk Polsek Bangko
KUPT Puskesmas Kandis : Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Bekerja
Panglima TNI Ziarah ke TMP Prajurit TNI di Timor Leste
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.