find us on : 
bank riau
  • Home
  • Peristiwa
  • Warga Batang Cenaku Inhu Geger Temukan Jasad Pasutri Tewas Mengenaskan
Korban Diduga Sasaran Sakit Hati

Warga Batang Cenaku Inhu Geger Temukan Jasad Pasutri Tewas Mengenaskan


Jumat, 13 Oktober 2017 | 13:53:58
zoel a.p
Kondisi jasad Ali suami dari Sari korban pembunuhan pasutri saat ditemukan disebuah parit sekitar 200 meter dari rumahnya di pinggir jalan Alim I ke Alim II, sedangkan istrinya Sari juga ditemukan dalam kondisi yang sama di pondok rumahnya itu, Jumat (13/10/2017) pagi.
Oketimes.com - Rengat-Inhu : Warga Desa Alim Kecamatan Batangcenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, geger dengan penemuan jasad pasangan suami istri yang diduga korban pembunuhan terhadap orang yang tidak menyukainya pada Jumat (13/10/2017) sekira pukul 06.00 Wib (Subuh) di KM 4,5 Desa Alim.

Kuat dugaan dua korban suami istri ini dibunuh lantaran unsur sakit hati, karena barang berharga seperti sepeda motor yang masih baru milik korban dalam keadaan atau kehilangan. Bahkan sejumlah uang milik dan barang berharga lainnnya milik korban pun masih utuh.

Thamrin Syam salah satu tokoh masyarakat Alim memaparkan, bahwa pasangan suami istri itu diketahui bernama Ali seumuran sekitar 40 tahun dan istrinya Sari berumur sekitar 32 tahun dan memiliki dua putri yang berumur sekitar 4 tahun dan 1,5 tahun kini menjadi anak yatim piatu.

Menurut Thamrin Syam yang juga mantan Anggota DPRD Inhu ini, menceritakan sedikit peristiwa yang menimpa pasangan suami istri yang tewas itu ditemukan pertama kali oleh tetanngga korban yang diketahui bahwa korban Sari sudah dalam keadaan tewas dan berlumuran darah yang ditemukan di dapur rumah korban.

Dimana tetangganya itu, hendak membeli sesuatu di warung korban Sari, akan tetapi dirinya malah mendengar suara tangisan kedua anak korban sembari memeluk mayat ibunya (Sari) yang sudah tidak bernyawa lagi.

Thamrin Syam juga menyebutkan selama ini diketahui korban Sari membuka warung di kediamannya berupa pondok di lahan kebun sawit milik marga Pasaribu warga Belilas. Pondok itu dibuat sendiri oleh Ali (suaminya) yang berasal dari sumatera utara (sumut) yang sudah berdomisili di pondok itu sekitar setahun lamanya dan bekerja sebagai penjual sayuran dan makanan (Jajanan) yang dijajakannya ke rumah rumah penduduk.

Pasutri yang sudah dikaruniai dua orang anak perempuan ini hidupnya masih menumpang di lahan kebun milik Pasaribu, bukan sebagai penjaga kebun, tapi mereka masih menumpang untuk berdiam diri dengan membangun pondok berukuran 3 x 5 m.

Diceritakan Thamrin Syam, yang kini menjabat Wakil Ketua BPD Desa Alim ini, menyebutkan setelah istri Harianja mengetahui bahwa Sari telentang sembari dipeluk kedua anaknya itu dengan berlumuran darah. Tetangganya itu langsung minta tolong kepada warga setempat, dan diketahui bahwa Sari sudah tidak bernyawa lagi dengan kondisi yang sangat mengenaskan yaitu lehernya nyaris putus diduga dibacok dengan parang.

Semula, tambah Thamrin, warga menduga yang melakukan pembunuhan terhadap Sari ini adalah suaminya (Ali), kemudian warga langsung melakukan pencarian terhadap Ali.

Sekitar 1 jam lamanya diketahui warga lainnya bahwa mayat Ali juga sudah bersimbah darah yang sempat dibuang ke Parit, meski parit itu tidak ada airnya, namun mayat Ali ditutupi dengan rerumputan.

Kondisi Ali nampaknya sudah berpakaian kerja, dimana mayatnya ditemukan sekitar 200 meter dari rumahnya di pinggir jalan Alim I ke Alim II.

Sehingga warga menyimpulkan bahwa, kematian Sari bukan dibunuh Ali, karena keduanya tewas dalam kondisi sangat mengenaskan, namun yang lebih parah kondisi mayat Ali, selain lehernya juga nyaris putus, hampir sekujur badannya luka bekas bacokan.
       
Dengan kejadian ini, warga melaporkannya ke Polsek Batangcenaku, dan saat ini baik tim dari Polres Inhu maupun dari Polsek Batang Cenaku sedang melakukan olah TKP di lapangan, sebagaimana yang disampaikan Kanit Reskrim Polsek Batangcenaku Eko.

"Maaf kami sedang melakukan olah TKP Pak Wartawan," kata Eko saat dikonfirmasikan terkait kematian dua suami istri itu.

Mantan Ketua BPD Desa Alim, Hendrik Alfian mengatakan, pembunuhan terhadap suami istri di Desanya itu diduga akibat sakit hati seseorang, karena kalau akibat perampokan, sepeda motor milik korban yang terbilang masih baru itu tidak diambil, begitu juga dengan uang yang ada masih tetap utuh.
       
Menurut Hendrik, sebagaimana diketahuinya bahwa, pasangan yang menjadi korban pembunuhan itu belum memiliki KTP dan KK di Desa Alim, sedangkan korban berasal dari Medan (Sumut).

"Mudah mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama Polisi bisa mengungkap kasus ini, sehingga bisa diketahui siapa pembunuhnya dan apa motifnya," harap Hendrik.

Kini kedua mayat korban itu masih diperiksa Polisi, mungkin akan dibawa ke RSUD Indrasari Pematangreba untuk diambil visum et revertum, sedangkan kedua anak korban sudah diamankan pihak yang berwajib, tutup Hendrik. (zul) 

BERITA TERKAIT:
Pinjam Mobil Rekan Tak Kunjung Kembali, Dicari Sudah Tinggal Mayat di Bandara SSK II
Cekcok di Kebun Sawit, Suami Ini Nekat Aniaya Istri Hingga Tewas
Warga Teluk Pinang Geger Temukan Mayat Kakek 80 Tahun di Semak-semak
Bawa 1 Ons Sabu, Warga Aaek Nabara Tertangkap Tangan di Duri
Nyabu Bareng di Lapas Wanita, Pembesuk dan Warga Binaan Diamankan
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.