find us on : 
bank riau
  • Home
  • Peristiwa
  • Soal Mafia Proyek, Aktivis Minta Kejagung, Mabes Polri & KPK Turun

Soal Mafia Proyek, Aktivis Minta Kejagung, Mabes Polri & KPK Turun


Kamis, 3 Agustus 2017 | 20:36:20
int
Ilustrasi
Pekanbaru, oketimes.com - Terkait adanya tudingan dugaan transaksi bagi-bagi proyek Pemko Pekanbaru yang dinilai secara massif berkaloborasi dengan para cukong alias mafia proyek di Pemko Pekanbaru bukanlah hal yang tabu terjadi selama ini.

Hal ini diutarakan aktivis Indonesian Monitoring Development (IMD) Riau, R Adnan, SH, MH kepada oketimes.com saat dikontak lewat ponselnya, Kamis (03/08/17) siang, menyebutkan dugaan kejahatan tersebut sudah lama terjadi dilakukan para cukong alias mafia proyek dengan pejabat tinggi pemko untuk mengeruk anggaran pemerintah di kota Pekanbaru sudah tidak asing lagi baginya.

Sebagai bukti lanjut Adnan, sejumlah mega proyek yang dialokasikan oleh Pemko Pekanbaru selama dua dekade ini, sejak kepemimpinan walikota Pekanbaru dipimpin Herman Abdullah selama dua periode sejak 18 Juli 2001 - 18 Juli 2011 dan Firdaus MT Walikota Pekanbaru saat ini sejak menjabat 25 Januari 2012 lalu hingga tahun ini. Secara kontiniu mega pryek mengalir kepada beberapa `rekanan anak emas pemko` terutama bagi yang namanya Sarjoko alias Asun.

"Kalau yang namanya Sarjoko alias Asun itu, sudah gak tabu lagi sebagai rekanan `anak emas pemko` selama dua dekade ini. Sejak walikotanya dipimpin Herman Abdullah pun selama dua periode dan ditambah Firdaus, MT sebagai walikota Pekanbaru saat ini menjabat selama dua periode, rekanan kesayangannya itu terus kecipratan mega proyek pemko," ungkap R Adnan yang konsen menyoroti dugaan masalah korupsi proyek di pemerintahan provinsi Riau selama ini.

Salah satu contoh sambung Adnan, seperti pembangunan pasar Cik Puan eks terminal Jalan Nangka Pekanbaru yang saat ini mangkrak dan tak kunjung tuntas. Padahal dana yang dialokasikan untuk pembangunan pasar Cikpuan tersebut sudah puluhan miliar APBD Pemko terkuras untuk pembangunannya, tapi hasilnya tak sesuai dengan harapan masyarakat.

Selain itu sebut Adnan, proyek pembangunan kantor camat Limapuluh juga pernah dikerjakan oleh milik perusahaan Sarjoko, Pembangunan SMK Teknologi Pekanbaru, Kantor Kejari Kota Pekanbaru, Masjid di Komplek Perkantoran Pemko dan sejumlah proyek lainya yang diperkirakan ratusan miliar sudah mengalir ke perusahaan milik Sarjoko alias Asun.      
       
"Jadi tidak benar jika Sarjoko alias Asun tidak mendapatkan proyek dari pemko Pekanbaru selama ini, jangankan proyek besar, proyek semeninsasi dan kecil juga diembatnya," tukas R Adnan.

Meski demikian lanjut R Adnan, aparat hukum seperti pihak Kejati, Kejari, Polresta dan Polda Riau, sudah mengetahui sedikit banyaknya persoalan yang terjadi selama ini di Pemko Pekanbaru. Akan tetapi persoalan korupsi tersebut ditutupi dengan berbagai cara, salah satunya memberikan fasilitas yang memadai bagi oknum-oknum aparat hukum tersebut.

"Barternya sudah jelas, pemko kan selama ini sudah membina hubungan baik dengan aparat hukum di Pekanbaru. Sebagai contoh lihat saja pembangunan kantor Kejari, Polresta, Polsek-Polsek dan plus mobil dinas yang dipakai oknum Kajari pekanbaru kini," ulas R Adnan secara gamblang.         

Terkait hal ini, ia meminta kepada aparat hukum pusat seperti tim percepatan Pemberantasan Korupsi dari Kajagung RI, Mabes Polri dan KPK diminta lebih konsen lagi melihat permasalahan kasus-kasus korupsi yang terjadi atau mandet di Pekanbaru, atau riau secara khususnya.

"Bayangkan saja untuk menutupi boroknya permainan mafia proyek di Pemko Pekanbaru, seorang oknum Kejati Riau bisa dipindah tugaskan dan diangkat menjadi kabag hukum di Pemko yang diduga untuk `menekel` kejahatan korupsi yang massif di Pemko Pekanbaru," pungkas R Adnan.

Terpisah, Sarjoko alias Asun saat dikontak lewat ponselnya, Kamis (03/08/2017) petang dalam keadaan aktif, tetapi tidak memberikan jawaban meski berkali-kali dihubungi. Pesan singkat yang juga dikirimkan juga tak kunjung  berbalas, hingga berita ini diturunkan. (ars)       

BERITA TERKAIT:
Soal Judi Gelper di Pekanbaru, Yose: Jika Kapolda tak Sanggup, Pulang Kampung Saja!
Turki Minta Jerman Ekstradisi Tersangka Kudeta
KPK Periksa Enam Saksi Korupsi Proyek MY Bengkalis di SPN Pekanbaru
Dirjen SDA BWSS III Bangun Tiga Proyek Embung Berskala Besar di Riau
Diduga Mesum, HS Diminta Hengkang
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.