find us on : 
bank riau
  • Home
  • Peristiwa
  • Biadab! Cemburui Istri, Ayah Tiri di Rohil Siksa Balita 2 Tahun hingga Tewas

Biadab! Cemburui Istri, Ayah Tiri di Rohil Siksa Balita 2 Tahun hingga Tewas


Jumat, 12 Mei 2017 | 15:47:07
ist
Tersangka Awaladin (25) pelaku penganiyaan anak dibawah umur hingga teawas saat diamankan di Kepolisian Sektor Bangko Pusako, Resor Rohil, Riau, Kamis (11/5/2017) malam.
Rokan Hilir, Oketimes.com - Kepolisian Sektor Bangko Pusako, Resor Rohil, Riau menangkap seorang ayah bernama Syawaluddin alias Syawal (25) yang melakukan penganiayaan terhadap anak tirinya, Daffa Rafiqi (2) hingga tewas, Kamis (11/5/2017) malam, sekitar pukul 19.00 WIB.

Syawal mengaku kekerasan yang dia lakukan kepada anak tirinya itu, lantaran tersangka cemburu kepada istrinya yang dituding masih berhubungan via telepon dengan mantan suaminya, sehingga Syawal mengarahkan sasaran luapan rasa cemburunya ke anak tirinya.

"Berdasarkan keterangan pihak Puskesmas Bangko Jaya, korban menderita sejumlah luka memar pada bibir, luka gigit pada bagian perut, luka lebam di kemaluan dan luka lebam pada tangan sebelah kiri korban," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo Sik MM, Jumat (12/5/2017).

Penganiyaan itu, terungkap setelah polisi menerima laporan dugaan penganiayaan yang terjadi RT 017 RW 05, Dusun Sei Rumbia, Kepenghuluan Permata, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

"Berawal dari laporan Cumel (72), Kerua RT 17 Dusun Sei Rumbia Kepenghuluan Permata yang mendapat kabar dari warganya bernama Akub bahwa anak dari slaah satu warganya meninggal dunia di Puskesmas Bangko Jaya," ungkap Guntur.

Guntur menjelaskan, mendapat kabar itu, Cumel langsung mendatangi Puskesmas dan mendapati korban sudah meninggal dunia dengan kondisi luka memar pada bibir, luka gigit pada bagian perut, luka lebam di kemaluan dan luka lebam pada tangan sebelah kiri korban.

"Cumel yang melihat adanya kejanggalan ditubuh korban, pada Kamis (11/5/2017) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB mendatangi Polsek Bangko Pusako untuk melaporkan kejadian guna adanya pengusutan lebih lanjut atas kejadian tersebut," kata Guntur

Berdasarkan laporan tersebut, petugas Polsek Bangko selanjutnya mendatangi Puskesmas Bangko Jaya untuk memintai keterangan pihak Puskesmas terkait tewasnya korban. Atas keterangan tersebut, pihak kepolisian selanjutnya mendatangi kediaman korban dan memintai keterangan tetangga tempat korban berdomisil.

"Dari keterangan saksi Lira Agustin Sitorus (33), IRT yang merupakan tetangga korban menjelaskan, pada  Selasa (9/5/2017) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, dirinya pernah mendengar dengan jarak yang sangat dekat tersangka menyiram air kepada korban saat korban buang air besar dicelananya, saksi mendengar ada suara pukulan sambil tersangka berkata "Ku bunuh kau", ungkap Guntur.

Berdasarkan keterangan itu, Kapolsek Bangko AKP Meitertika SH MH bersama Kapospam Balam KM 8 serta tim Opsnal Polsek Bangko langsung menuju ke Bagan Besar, Kodya Dumai untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka.

"Tersangka tak berkutik saat ditangkap di rumah mertuanya di Bagan Besar, Kodya Dumai saat sedang mengadakan Taziah atas meninggalnya korban," ujar Guntur.

Dijelaskan Guntur, hasil interogasi yang dilakukan penyidik, tersangka mengaku jika sebelum membawa korban ke Puskesmas Bangko Jaya, tersangka melakukan penganiayaan terhada korban di kamar mandi saat korban buang air besar dicelananya.

"Saat korban dikamar mandi, tersangka memukul wajah dan mulut korban dengan menggunakan ganyung mandi," katanya.

Tak hanya itu, setelah membersihkan kotoran korban maka tersangka lalu membawa korban ke kamar. Sewaktu berada di kamar, tersangka kemudian menaburkan bedak dikemaluan korban. Kesal antaran korban masih menangis, pelaku kemudian menggenggam buah zakar kemaluan korban sekuat tenaga dan menariknya hingga kejang kejang.

Karena melihat korban kejang-kejang, tersangka lalu menjemput istri yang sedang bekerja di Balam KM 4. Setelah tersangka pulang bersama istrinya, tersangka selanjutnya meminjam sepeda motor tetangganya dan membawa korban ke Bidan Tuti yang berada di KM 4.

Lantaran tidak sanggup mengobati, oleh sang Bidan di arahkan Ke Puskesmas Bangko Jaya. "Sekira pukul 15.30 WIB, saat korban sudah berada di Puskesmas, nyawa korban tak tertolong lagi.

Bersama tersangka, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti, 1 potong karet ban, 1 batang sapu ijuk bergagang kayu warna silver, 1 batang sapu ijuk bergagang kayu warna hijau, 1 gayung warna kuning, 1 gayung warna pink, 1 botol bedak merek My Baby, 1 helai celana dalam anak warna pjutih, 1 helai celana pendek anak warna kuning dan 1 helai baju kaos anak lengan pendek warna kuning.

Pelaku kini mendekam disel tahanan Polsek Bangko Pusako. "Dia dijerat dengan pasal berlapis, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta pasal 338 KUHP tentang pembunuhan," tukas Guntur. (dabot)


BERITA TERKAIT:
Bupati Rokan Hilir Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Puskesmas Sinaboi
Bupati Berikan Remisi untuk 187 Napi di Siak
Kemenkumham Riau Musnahkan 662 Ponsel Napi
Semarak HUT RI Ke-72, Bupati Apresiasi Pawai Karnaval Siak 2017
Soal Judi Gelper di Pekanbaru, Yose: Jika Kapolda tak Sanggup, Pulang Kampung Saja!
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.