find us on : 
bank riau
  • Home
  • Peristiwa
  • Inisial Wr, Tp dan Tm Disebut-sebut Biang Keladi Keresahan Tahanan

Inisial Wr, Tp dan Tm Disebut-sebut Biang Keladi Keresahan Tahanan


Minggu, 7 Mei 2017 | 15:09:02
mnc
Ribuan tahanan di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, Sabtu (6/5/2017) mulai memasuki blok masing-masing, pasca kericuhan yang berujung 448 penghuni kabur massal pada Jumat (5/5/2017) kemarin siang.
Pekanbaru, oketimes.com - Timbulnya keresahan tahanan napi dan tahanan titipan jaksa dengan oknum petugas di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, pada Jumat (5/5/17) siang kemarin, disinyalir adalah puncak kekecewaan para tahanan terhadap tiga oknum petugas pengamanan (sipir) yang kerap melakukan tindakan semena-mena kepada para tahanan tersebut.

Ketiga oknum petugas yang kerap melakukan tindakan semena-mena terhadap para tahanan itu, disebut-sebut oknum sipir berinisial WR, TP dan TM yang sudah lama bertugas di Rutan Kelas IIB Sialang Bungkuk Pekanbaru dan memiliki unsur kedakatan kepada para pimpinan di lembaga tersebut.

Demikian hal ini diungkapkan salah satu penghuni rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, yang berhasil diwawancarai oketimes.com pada Sabtu (6/5/17) petang saat dirinya hendak dipindahkan petugas ke Lapas Kelas IIA Pekanbaru, pasca kerusuhan para tahanan yang mengakibatkan 448 tahanan kabur di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru.

Dari penuturan napi yang tidak ingin disebutkan identitasnya itu, mengungkapkan bahwa kedua peran oknum petugas rutan tersebut dimata para tahanan cukup mengesalkan dan mengecewakan. Dimana peran kedua oknum itu, sering melakukan tindakan - tindakan yang tidak patut mencerminkan sebagai pelayan masyarakat atau ASN.

"Mereka berdua ini adalah otak pelaku pungli itu, modusnya mereka menyuruh 'tampi' untuk memintai kepada kami sejumlah uang. Mulai dari uang pengamanan, uang kebersihan, pindah kamar dan air untuk mck," ungkapnya.

Selain itu lanjut sumber, ketika para keluarga napi datang untuk menjenguk di Rutan Sailang Bungkuk Pekanbaru, ketiga oknum ini sangat andil menyulitkan para penjenguk napi. Mulai dari harus menyerahkan uang puluhan ribu hingga ratusan ribu harus diebrekan kepada petugas tampi suruhan ketiga pegawai itu.

"Pokoknya merekalah puncuk keresehan para tahanan disini, mereka bertiga harus ditindak dan harus dipecat oleh pimpinanya," ujar sumber kesal.

Selain itu, informasi dari para napi yang menghuni Rutan Klas IIB Sialang Bungkuk beserta keluarga napi yang ditemui awak media mengaku ada tiga nama yang menjadi sasaran kekesalan mereka, Taufik, Wira dan Tomi.

"Taufik merupakan kepala keamanan Rutan atau KPR, kalau pindah-pindah kamar bayar atau tamu-tamu besuk bayar sama dia, tambah waktu besuk bayar lagi, masalah air sebagai pemicu dijatah sama dia kalau ada duitnya," ujar mereka.

Wira sang komandan jaga didalam rutan, dia mengelola kantin dengan harga melambung, dan terakhir Tomi di bagian register di rutan tersebut.

"Ketiga nama ini bekerjasama sehingga pada napi mendapatkan perlakuan buruk selama ini," ungkap keluarga korban saat ditemui di Rutan Sialang Bungkuk, Sabtu (6/5/2017).

Terkait hal ini, buntut kaburnya tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk berdampak pada pencopotan Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk Teguh Trihatnanto. Tindakan tersebut dilakukan mengingat dirinya harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

"Kita segera menggantikannya, karena dinilai tidak bisa bertanggung jawab atas larinya 448 tananan Rutan," kata I Wayan Kusmianta Dusak, Dirjen Lembaga Pemasyarakatan Kementerian hukum dan HAM RI pada sejumlah awak media saat meninjau kondisi terkini di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, Sabtu (6/5/2017) siang.

Untuk posisi Kepala Rutan Sialang Bungkuk lanjut I Wayan Dusak, pihaknya segera mengisi pejabat yang baru yang masih berstatus sebagai PLH (Pelaksana Harian). Namun I Wayan belum bisa menyebutkan siapa nama calon pengganti Karutan.

"Mudah-mudahan digantikan Karutan Sialang Bungkuk, hari ini sudah dibuat surat kepetusan PLHnya. Sementara petugas penjaganya (Sipir-red) sudah digantikan," ungkapnya.

Selain itu sambung I Wayan Dusak, pihaknya juga sudah memeriksa beberapa petugas yang bersikap 'ekstrim' terhadap para tahanan. Ini juga merupakan salah satu keluhan dari para tahanan.

"Informasi sudah kita dengar dari para tahanan itu sendiri. Mereka juga meminta petugas Rutan juga dipindahkan, karena pelayanan terlalu dianggap kurang wajar kepada tahanan. Jadi kalau petugas melakukan kesalahan juga diberi sanksi," tegasnya.

lebih jauh lagi, I Wayan sudah memastikan terkait adanya pembakaran malam lalu didalam Rutan, tidak ada satupun yang memakan korban jiwa dalam insiden pembakaran itu. Meski demikian, pihaknya juga belum mengetahui kerugian pasca larinya para tahanan.

"Yang Penting korban jiwa saat ini beluma dana ada, untuk kerugian materi yang ditafsir belum diketahui pasti berapa. Namun untuk kunci pintu dan sebagianya sudah diperbaiki," pungkas I Wayan. (ars)

I Wayan Kusmianta Dusak, Dirjen Lembaga Pemasyarakatan Kementerian hukum dan HAM RI, memberikan keterangan kepada sejumlah awak media usai meninjau kondisi Rutan Sianglang Bungkuk Pkeanbaru, Sabtu (6/5/2017) siang

BERITA TERKAIT:
Repdem Kota Pekanbaru Resmi Dikukuhkan
Indosiar Cari Bakat Dangdut Hadir di Pekanbaru
Pinjam Mobil Rekan Tak Kunjung Kembali, Dicari Sudah Tinggal Mayat di Bandara SSK II
Unras Kinerja Jokowi-JK di Pekanbaru Makan Korban
Ops Bina Kusama Polda Riau Tangkap Pelaku Judi Togel di Warung Tuak Simpang Kuburan Rumbai
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.