find us on : 
bank riau
  • Home
  • Peristiwa
  • Proyek Pembangunan Rusun Mahasiswa UIN Suska Amburadul
PPK - Rekanan Disinyalir Berkolusi

Proyek Pembangunan Rusun Mahasiswa UIN Suska Amburadul


Sabtu, 22 April 2017 | 19:19:15
disediakan oketimes.com
Kondisi bangunan rumah susun mahasiswa di Komplek UIN Suska Panam Pekanbaru.
Pekanbaru, Oketimes.com - Proyek pembangunan rumah susun setinggi 3 lantai yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang berlokasi di komplek Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Panam Pekanbaru terkesan asal jadi alias amburadul.

Proyek tersebut diselenggarkan oleh Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Riau (SNVT 16-03), yang dibantu oleh Pejabat Pembuat Komitmen Rumah Susun dan Rumah Khusus Dirjen Penyedian Perumahan Kementrian PUPR pusat tahun anggaran 2016, senilai Rp11,794.751.000 yang dikerjakan oleh PT Kumala Wandira selaku kontraktor pelaksana.               

Dari hasil penelusuaran awak media ini dalam sepekan terakhir, bangunan tersebut kini tengah selasai dikerjakan. Akan tetapi kondisi bangunan ditiap sudut dinding ditemukan sejumlah keretakan berat dan kecil ditiap bangunan. Diduga keretakan dinding bangunan terjadi akibat kontruksi mulai dari pembuatan pondasi dan tiang panjang dilokasi bangunan tidak sesuai dengan standart spesifikasi bangunan yang memadai yang mengakibatkan kondisi bangunan mengalami keretakan dinding disana-sini.

Selain kerusakan dinding bangunan, pengecatan rusun tersebut terkesan asal jadi. Dimana cat yang digunakan disinyalir kualitas cat pelapisan dinding memakai kualitas murahan. Sehingga memperparah bangunan tersebut menjadi kusam bak bangunan lama yang baru diperbaiki. Padahal kondisi bangunan baru dikerjakan hingga batas kontrak terlewati pada akhir Pebruari 2017 lalu.

Bukan itu saja, tepat dibelakang rusun tersebut, juga terdapat sebuh bangunan tempat rumah genset yang sudah retak dan struktur bangunannya mengalami penurunan, sehingga bangunan rumah Genset tersebut tidak bisa difungsikan, meskipun kondisi bangunan baru dibangun.

Sebagai informasi tambahan, pekerjaan rumah susun tersebut mulai dikerjakan pada 18 Maret 2016, dengan masa kerja 180 hari kalender atau kurang lebih 6 bulan lamanya dan diawasi oleh PT Ametheys Utama. Akan tetapi hingga melewati memasuki batas kontrak pelaksanaan 18 Agustus 2016 lalu hingga memasuki masa perwatan dan Final Hand Over (PHO).

Proyek tersebut terus berlanjut, tanpa diberikan sanksi tegas berupa pemutusan kontak atau blacklist dan diberikan denda sesuai aturan dan ketentuan Perpres Nomor 04 Tahun 2015 tentang Pengadaan Baran Jasa Pemerintah. Diduga pihak penyelenggara antara rekanan dan PPK berkaloborasi untuk menutupi kebobrokan pelaksanaan proyek tersebut.

Menanggapi hal ini, Dodi Putra, ST selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penyediaan Perumahan Rumah Susun dan Rumah Khusus Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Riau (SNVT 16-03) saat dikontak lewat ponselnya Sabtu (22/4/17). Belum bersedia memberikan penjelasan seputar pelaksnaan proyek amburadul tersebut, kendati ponselnya dalam keadaan aktif. Begitu juga pesan pendek yang dikirimkan juga belum berbalas, sehingga berita ini dimuat. (ars)    

BERITA TERKAIT:
Baru Dikerjakan, Proyek Rigid Beton Jalan Siak II Retak-retak
Diduga Tidak Sesuai Spek, LSM IPSPK3-RI Segera Lapor Empat Proyek Dinas Bina Marga Riau
LSM IPSPK3-RI dan PPTK Tinjau Proyek Semenisasi
Semenisasi Kawasan Kumuh Dinas Perkim Riau Diduga Sarat KKN
Termin tak Kunjung Cair, Gabungan Asosiasi Kontraktor Temui Sekdakab Rokan Hilir
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.