find us on : 
bank riau
  • Home
  • Peristiwa
  • Pemerintah Dinilai Tidak Tegas Soal Dualisme Pengurus KSPSI

Pemerintah Dinilai Tidak Tegas Soal Dualisme Pengurus KSPSI

Laporan : Arifin Waruwu

Rabu, 8 Maret 2017 | 04:17:33
fin
Nursal Tanjung (baju putih lengan pendek) saat berdialog dengan Tengku Darwin di ruang samping belakang kantor Disnaker Pekanbaru, Selasa (7/03/17).
Pekanbaru, oketimes.com - Ketidaktegasan pemerintah terhadap kepengurusan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di tingkat pusat kini merembet ke daerah. Seperti halnya di kota Pekanbaru, dua kubu yang mengaku punya legalitas yang sah, yakni versi Andi Gani Nuwawea (AGN) dan versi Yorrys Raweyai nyaris bentrok di halaman Kantor Disnaker kota Pekanbaru, Selasa (7/03/17).

Beruntung ketika situasi mulai memanas, Ketua DPD KSPSI Riau Nursal Tanjung versi (AGN) langsung merespon wartawan saat menghubunginya dan turun ke lokasi. Dua kubu yang saling klaim itu masing-masing pengurus KSPSI SP/SB NIBA kota Pekanbaru versi Yaris Raweyai Tengku Darwin dan pengurus KSPSI SP/SB NIBA versi AGN, John Bahagia Ginting.

Kedua kubu yang sudah mulai saling berteriak saat itu, kemudian ditemui oleh Nursal Tanjung secara terpisah untuk memberikan pengertian guna menjaga kondusifitas daerah.

Kepada John Bahagia Ginting selaku Ketua pengurus SP/SB NIBA kota Pekanbaru meminta supaya bersabar. Hal ini mengingat Disnaker Pekanbaru yang berjanji akan menuntaskan masalah ini seminggu lalu belum bisa terwujud karena Kadisnaker Johnny S MT dikabarkan sakit.

"Saya minta teman-teman menahan diri. Jangan sampai ada tindakan yang membuat suasana kota ini menjadi tidak kondusif. Nanti saya akan hubungi lagi beliau (Kadisnaker,red) agar masalah kepengurusan SP/SB NIBA ini dituntaskan", pinta Nursal kepada John Bahagia Ginting bersama puluhan anggotanya.

Usai berdialog dengan kubu Jhon Bahagia Ginting, kemudian Nursal menemui kubu SP/SB NIBA Pekanbaru, Tengku Darwin. Ia pun memberikan pengertian serupa agar kubu Tengku menahan diri agar suasana kota Pekanbaru tetap kondusif.

Arahan Nursal itu, ternyata cukup ampuh. Terbukti ketika Nursal minta kubu Tengku Darwin itu agar segera pulang ke rumah masing-masing. Pengurus SP/SB NIBA yang mengaku punya 3 ribu anggota itu langsung meninggalkan kantor Disnaker kota Pekanbaru.

Berberda halnya dengan kubu John Bahagia Ginting, pengurus SP/SB NIBA yang mengklaim punya 1 ribu anggota itu tetap bertahan di depan pintu masuk kantor Disnaker Pekanbaru. Sambil meneriakkan pejabat Disnaker Pekanbaru, agar menemui mereka. Kubu John Ginting ini memprotes sikap Kadisnaker Pekanbaru Jhonny S yang tak komit terhadap janji yang pernah didengarkannya untuk menyelesaikan perseteruan tersebut.

"Seminggu lalu kami dijanjikan oleh Johnny, akan menyelesaikan masalah ini dengan mempertemukan kedua kubu. Tapi mana janji itu, ternyata mereka sengaja menghindar dengan berbagai alasan. Buktinya, tak satupun pejabat di kantor ini yang masuk. Yang hadir hanya staf biasa. Sikap Disnaker ini patut kita pertanyakan, apakah mereka sengaja memelihara masalah ini agar berlarut-larut atau bagaimana", ucap Jon Ginting dengan sedikit emosi.

John Ginting mengaku siap menerima keputusan Disnaker, bilamana pengurus SP/SB NIBA yang ia pimpin ini jika nantinya diputuskan syah atau tidak.

"Kami hanya minta agar Disnaker meluruskan dan memastikan Kepengurusan SP/SB NIBA mana yang syah. Kalau ini tak bisa dituntaskan, Disnaker lebih baik dibubarkan. Toh Disnaker juga tak bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat," kecam Jhon Ginting.***

BERITA TERKAIT:
Mentan RI : Pemerintah Jamin Asuransi Petani Bila Gagal Panen
Cekcok Soal Batas Lahan, Pak RT Tebas Leher Kades
Wulan tak Sudi Nasehati Aming
Komunitas KITO SIAK Tampilkan Berbagai Kreativitas Seni Anak Daerah
PJ Bupati Kampar tuntaskan Delapan Agenda Daerah
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.