find us on : 
bank riau
  • Home
  • Pendidikan
  • Hadiri Konferensi Kerja II PGRI, Syamsuar: Pendidikan dan Guru Jadi Perhatian Bersama

Hadiri Konferensi Kerja II PGRI, Syamsuar: Pendidikan dan Guru Jadi Perhatian Bersama


Senin, 31 Juli 2017 | 19:04:12
hms pemkab siak for oketimes.com
Bupati Siak H Syamsuar saat menerima cindera mata dari panitia Konferensi Kerja II PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Tingkat Provinsi Riau, bertempat di Gedung Tengku Mahratu Kota Siak Sabtu (29/07/2017).
Siak, oketimes.com - Kemajuan suatu bangsa ditentukan dengan majunya pendidikan di setiap daerah, demikian disampaikan Bupati Siak H Syamsuar saat memberikan kata sambutan acara Konferensi Kerja II PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Tingkat Provinsi Riau, bertempat di Gedung Tengku Mahratu Kota Siak Sabtu 29 Juli 2017.

Bupati yang menjabat dua priode ini, memiliki komitmen dalam meningkatkan SDM masyarakat di Siak, ini dibuktikan dengan memberlakukan Peraturan Daerah tentang wajib belajar 9 tahun di Kabupaten Siak yang sudah diterapkan sejak awal dirinya menjabat sebagai Bupati Siak pada tahun 2011 lalu hingga kini.

"Kita sudah menyiapkan semua kebutuhan sekolah, berharap tidak ada lagi anak-anak yang tidak sekolah. Semua biaya ditanggung pemkab siak, tidak ada biaya dibebankan oleh anak-anak," ujar Syamsuar.

Mengapa hal tersebut dilakukan pihaknya lanjut Syamsuar, dijelaskan lantaran dari jumlah penduduk yang ada di kabupaten Siak, kebanyakan masih tamatan SMP. Selaku kepala daerah, dia mengambil langkah menerapkan wajib belajar 9 tahun untuk meningkatkan tamatan masyarakat menjadi SMA.

Syamsuar juga menyampaikan perubahan undang-undang alih kewenangan SMA dan SMK yang semula dibawah pemerintah kabupaten berpindah ke provinsi dibawah pengelolaannya Dinas Pendidikan Provinsi.

Menurutnya, penerapan dari undang-undang ini munculnya kekhawatiran tidak bagi kepala daerah lainnya. Kekhawatiran tersebut adalah jangan sampai merubah atau mengubah mutu pendidikan yang sudah lebih baik ini menjadi menurun.

"Tahun ini memasuki priode kedua kepemimpinan saya sebagai bupati Siak, dan banyak prestasi yang dicapai dalam bidang pendidikan. Meski demikian, kami terus melakukan kerjasama dibidang pendidikan hingga ke perguruan tinggi terkemuka di negri ini. Agar anak-anak di siak dapat menimba ilmu dan bisa kembali untuk mengabdi di daerahnya, hal ini sudah kita capai selama ini kabupaten siak," ulas Syamsuar.

Dia berharap mutu pendidikan didaerah ini terus bertambah lebih baik, karena sebuah kabupaten yang baru dituntut untuk mempersiapkan SDM masyarakatnya, agar bisa bersaing dengan daerah yang masyarakatnya dari SDM lebih maju.

Ia menyambut baik kegiatan PGRI ini dilakukan di Siak, dengan adanya Komprensi Kerja II PGRI ini harapannya pada guru di Siak, gara dapat bertukar informasi tentang kebijakan masing-masing daerah, kemajuan suatu bangsa ditentukan dengan majunya pendidikan di setiap daerah.

"Zaman sekarang tidak biasa dipungkiri lagi, karena peran guru dan mutu pendidiakan sangat dibutuhkan. Jika tidak, anak-anak kita akan kalah dengan anak-anak daerah lain. Namun semua ini harus di imbangi dengan sarana dan prasana dan juga peningkatan SDM para guru itu sendiri," ujar Syamsuar.

Pada kesempatan itu, Syamsuar juga tidak lupa menyarankan kepada guru, agar lebih ekstra kepada anak-anak mewajibkan berbahasa inggris, lantaran arus globalisasi saat ini memang menuntut untuk mewajibkan berbahasa inggris. Disamping pendalaman mata pelajaran lain, bahasa inggris juga harus menjadi perhatian, karena jika belajar keluar negri inggris harus bisa dikuasai.

"Dengan adanya Komprensi Kerja II PGRI ini setidaknya guru di siak dapat bertukar informasi tentang tentang kebijakan masing-masing daerah, kemajuan suatu bangsa ditentukan dengan majunya pendidikan di setiap daerah," sebutnya.

Ketua Umum PB PGRI Unipah Rosyidi dalam arahannya, PGRI mengapresiasi kepada Bupati Siak yang secara terus-menerus memperhatikan pendidikan dan mutu para guru di kabupaten Siak, serta selalu mendukung kerja PGRI dan perjuangan PGRI dalam setiap kegiatannya.

Dia berharap agar para guru tidak dibebani sanksi-sanksi yang sifatnya Admintratif, karena beban guru hanya mengurus anak didiknya. Sebab hal kecil-kecil sangat menganggu dalam aktifitas mengajar. Seharusnya para guru didorong SDMnya dan juga insentifnya.

Apalagi lanjut Unipah, guru merupakan gerbang terdepan dalam meningkatkan mutu generasi muda anak bangsa. Selain itu juga integeritas dan profesional guru penting juga untuk ditingkatkan.

"PGRI harus naik kelas, kalau inggin diperjuangan kita harus didengar. Kita harus naik kelas, tidak lagi menyampaikan pendapat dengan cara turun dijalan, namun kita selaku manusia berilmu, hendaknya menyampakan dengan santun dan cerdas melalui berbicara dan diplomasi," sebutnya.

Unipah juga tidak lupa mendokakan agar para pemimpin digeri ini sungguh-sungguh memperhatikan mutu pendidikan, seperti yang sudah dilkaukan Bupati Siak Drs Syamsuar yang peduli terhadap dunia pendidikan dan mutu para guru.

Sebagaimana diketahui, PGRI Riau memiliki 54,19 orang dari total jumlah anggota 70 % laki-laki dan 30 % wanita, acara  berlangsung dua hari ini di buka secara resmi oleh Ketua BP PGRI dan ditandai dengan pemukulan Gong.

Selain dihadiri Bupati Siak juga dihadiri perwakilan pegurus PGRI Kabupaten dan Kota se-Provinsi Riau, dan Kepala UPT Disdik serta para pengawas sekolah se-kabupaten siak. (hms/man)


BERITA TERKAIT:
Kadisdik: Zakat Frofesi Guru Bantu Siswa Kurang Mampu
Jadi Kado Istimewa di HUT RI Ke-72, Tim Garuda Muda Hajar Filipina 3-0
Hormati Pejuang Kemerdekaan, Bupati Siak Gelar Ramah Tamah Bersama Veteran
Cerita Tito saat Jokowi Pilih Isir Jadi Ajudan Pribadi Presiden
Bupati Amril Jadi Inspektur Upacara, Eet Baca Teks Proklamasi
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.