find us on : 
bank riau
Hasil Pertemuan Taksi Konvensional Vs Online

Pemko Tidak Izinkan Angkutan Online Beroperasi di Pekanbaru


Senin, 21 Agustus 2017 | 18:47:44
ist
Foto Inset: Aksi demo taksi konvensional Senin 921/8/2017) dan Kesbangpol Pekanbaru.
Oketimes.com, Pekanbaru - Hasil pertemuan pihak taksi konvensional dengan Pemerintah Kota Pekanbaru, Senin (21/8/2017), pemko menyatakan tidak mengizinkan angkutan berbasis online untuk beroperasi di Kota Pekanbaru.

Hal ini disampaikan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kesbangpol kota Pekanbaru, Agus Pramono usai menghadiri pertemuan antara Pemko dengan pihak taksi konvensional.

"Pemerintah Kota Pekanbaru tidak mengizinkan ojek online, taksi online, grab dan lainnya sudah tidak diperbolehkan beroperasi," kata Agus pada awak media di kantor DPRD Pekanbaru, senin siang.

Agus mengungkapkan, bahwa hingga saat ini, pemerintah Kota Pekanbaru masih mengadakan pertemuan untuk mencari solusi permasalahan antara kedua jenis angkutan ini.

Namun tetap saja, pada keputusan rapat itu nantinya pemerintah kota tetap bersikukuh tidak akan memberikan izin operasi kepada angkutan online.

Sementara itu terkait kerusakan taksi dan korban jiwa yang ditimbulkan dari bentrok tersebut, Agus menyarankan agar kedua belah pihak dapat melaporkannya ke pihak kepolisian.

"Kejadian kemarin, bagi kendaraan mereka yang mengalami kerusakan itu dilaporkan. Disesuaikan dengan hukum yang berlaku," jelasnya.

Sebelumnya ratusan sopir taksi konvensional yang terdiri dari Puskopau, Riau Taxi, Kopsi, Blue Bird mendatangi Kantor Walikota Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (21/8/2017) pagi. Kedatangan mereka melakukan aksi damai pasca bentrok dengan sopir berbasis online kemarin.

"Kita tidak mau ada anarkis lagi. Karena kita sudah jadi korban yang ada di taksi online. Jadi kita sampailah hari ini. Kita menuntut sama walikota untuk menyelesaikan secara baik dan tindak lanjuti yang telah terjadi," ujar Asmal salah seorang sopir taksi konvensional di Kantor Walikota Pekanbaru, Senin pagi.

Asmal menyebutkan bahwa perkelahian antara sopir konvensional dengan sopir berbasis online sangatlah membuat resah. Dia meminta agar aplikasi yang digunakan oleh sopir online ditutup atau diblokir saja.

"Sangat meresahkan sekali, kalau bisa tutup saja aplikasi mereka yang ada di Pekanbaru," katanya.

Selain itu, karena perkelahian yang terjadi di Mal Ska Pekanbaru pada Minggu (20/8/2017) sore kemarin, sebanyak 4 orang sopir taksi konvensional menjadi korban penganiayaan sehingga terpaksa menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

"Ini perbuatan Taxi online, mereka menyerang taksi yang resmi. Sudah ada 4 orang korban yang di rumah sakit, mereka dipukul pakai batu. Sekarang di rumah sakit keadaan belum normal," tuturnya.

Asmal mengancam apabila tidak ada tindak lanjut dari Pemerintah Kota Pekanbaru terkait hal ini, maka seluruh sopir taksi konvensional akan melakukan unjuk rasa yang lebih besar lagi.

Menurut pantauan di lokasi, ratusan taksi konvensional terparkir di sepanjang Jalan Sudirman hingga ke Jalan Cut Nyak Dien. Mereka menuntut agar Pemko memberikan tindakan tegas terhadap angkutan berbasis online yang belum memiliki izin beroperasi.***

BERITA TERKAIT:
Tidak Mampu Bayar Ambulans, IRT Ini Gendong Jenazah Anak Naik Angkot
OTK Titip Tas Kerumah Warga, Dibuka Isinya Senpi FN
KUPT Puskesmas Kandis : Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Bekerja
Wanita Penghuni Kamar Hotel Parma Ditemukan Tewas Tanpa Busana
Waspada, Jangan Konsumsi Pil Ini, Jika Tidak Ingin Seperti Zombie
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.