find us on : 
bank riau
Dampak Bagi-bagi Proyek PL di Pemko

Rekanan Bina Marga PUPR Pekanbaru Nekat Kerja Tanpa SPK


Rabu, 2 Agustus 2017 | 17:58:06
int
Ilustrasi, proyek tanpa spk dan foto inset Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Pekanbaru.
Pekanbaru, Oketimes.com - Akibat maraknya bagi-bagi proyek pemilihan langsung (PML) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pekanbaru, khususnya di Bidang Bina Marga PUPR Kota Pekanbaru.

Sejumlah rekanan di dinas tersebut, nekat mengambil alih (Kudeta_red) pekerjaan proyek PML dan melaksanakan pekerjaan, tanpa melengkapi dokumen, seperti spesifikasi teknis dan surat perintah kerja (SPK) dari pejabat penyelenggara yang bertanggungjawab sebagai PA dan KPA penyelenggara kegiatan tersebut.

Proyek PML yang terkesan dikudeta rekanan dari dinas tersebut, antara lain, proyek pembuatan bahu jalan, pemiliharaan badan jalan dan jembatan, pengecatan marka jalan dan semenisasi jalan lingkungan kawasan kumuh yang tersebar di 12 kecamatan Kota Pekanbaru, bersumber dana dari APBD murni 2017 Kota Pekanbaru dan DAK yang ditafsir puluhan miliar.

Informasi yang diterima oketimes.com dari beberapa rekanan Pemko Pekanbaru yang tidak bersedia disebutkan jati dirinya, pada Rabu 02 Juli 2017 siang, menyebutkan bahwa transaksi kudeta proyek PML tersebut sudah sering terjadi di dinas tersebut.

Alasan Sumber, para rekanan nekat melakukan hal tersebut, lantaran takut tidak kebagian proyek-proyek PL atau PML dari pihak penyelenggara yang kerap memberikan janji-janji palsu (PHP_red) dari pejabat penyelenggara kepada rekanan.

"Nilai proyek tersebut kebanyakan dibawah Rp200 hingga 50 juta per rekanan, kami menduga rekanan tersebut merupakan bagian salah satu tim sukses walikota Pekanbaru yang saat ini dijabat Dr H Firdaus, MT," ungkap sumber.

Sebagai salah satu contoh proyek yang tidak melengkapi Surat Perintah Kerja (SPK_red) tersebut antara lain, proyek pemiliharaan badan jalan di Jalan Mujahirin arah pasar pagi Arengka Pekanbaru, jalan Keliling arah Bukit Barisan, dan peningkatan bahu Jalan Srikandi kelurahan Delima Pekanbaru.

"Ketiga proyek PML tersebut, kami duga kuat tidak memiliki SPK dari PPK. Sebab dilokasi proyek tidak ditemukan plang nama kegiatan dan tim teknis kegiatan dari PU kota tidak berada di lokasi," ungkap sumber.

Terkait ini hal ini, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Shanty, ST saat dikonfirmasi lewat ponselnya pada Rabu (02/08/2017) siang masih dalam keadaan aktif, akan tetapi tidak bersedia menjawab panggilan awak media ini. Pesan pendek pertanyaan yang juga dikirimkan ke ponselnya tak kunjung berbalas, hingga berita ini dimuat. (ars)       

BERITA TERKAIT:
Kadisdik: Zakat Frofesi Guru Bantu Siswa Kurang Mampu
Soal Judi Gelper di Pekanbaru, Yose: Jika Kapolda tak Sanggup, Pulang Kampung Saja!
Miliki Senpi & Rompi Anti Peluru, Ali Ditangkap
Bupati Siak Jadi Moderator Seminar Internasional di Pekanbaru
KPK Periksa Enam Saksi Korupsi Proyek MY Bengkalis di SPN Pekanbaru
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.