find us on : 
bank riau

Senin, Bupati Amril Tandatangani SK CPNS GGD di Jakarta


Jumat, 14 Juli 2017 | 20:18:47
ist
Bupati Bengkalis Amril Mukminin
Bengkalis, Oketimes.com - Selaku Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten Bengkalis, Bupati Amril Mukminin, Senin (17/7/2017) lusa, akan menandatangani Surat Keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil Guru Garis Depan (SK CPNS GGD). Penandatangan SK tersebut bakal dilaksanakan di Jakarta.

"Benar. Bupati Bengkalis termasuk salah satu kepala daerah dari 50 bupati yang diundang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ke Jakarta guna menandatangani SK CPNS GGD," jelas Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Bengkalis, Johansyah Syafri, Jumat (14/7/2017).

Katanya, surat pemberitahuan dari Kemendikbud tersebut agar Bupati Bengkalis selaku Pejabat Pembina Kepegawaian hadir pada kegiatan yang akan dilaksanakan di salah satu hotel di kawasan Jakarta Barat itu, sudah sampai ke tangan Bupati Amril sekitar 5 atau 6 hari lalu.

Surat Nomor 39997/A.A3/KP/2017 tertanggal 6 Juli lalu itu, imbuh Johan, ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi.

Sesuai surat dengan Hal Penandatanganan SK CPNS GGD TA 2016 itu, sambungnya lagi, ada 2 Pembina Kepegawaian Kabupaten di Provinsi Riau yang juga diundang Kemendikbud untuk hadir.

"Selain Bengkalis, kalau tidak salah Kabupaten Rokan Hilir dan Kepulauan Meranti," ujar Johan yang mengaku berkemungkinan besar ikut mendampingi Bupati Bengkalis pada acara tersebut. (ptr)


BERITA TERKAIT:
Hari Ini Bupati Amril Bakal Serahkan 219 SK CPNS
Soal RAPBD-P 2017, Bupati Siak Berikan Jawaban Pandangan Umum Fraksi Dewan
Polisi Dalami Peran 34 Orang Saksi Insiden di LBH Jakarta
Bupati Pelalawan Minta BUMD Tingkatkan Kemampuan Daya Saing
Sempena Harhubnas 2017, Bupati Amril: Transportasi Urat Nadi Kehidupan
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.