find us on : 
bank riau
Siap Beberkan Informasi dan Data

Dewan Tantang Kejari Usut Mafia Proyek Pemko


Senin, 7 Agustus 2017 | 21:55:45
ist
Sarjoko alias Asun yang juga Ketua Komite SDN 18 bersama Walikota Pekanbaru Firdaus MT saat meresmikan proyek Perpustakaan Madani SDN 18 Pekanbaru belum lama ini.
Pekanbaru, oketimes.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru ditantang untuk mengusut tuntas soal tudingan mafia proyek yang dialamatkan Sarjoko Alias Asun. Dimana Asun ini diduga orang dekat Firdaus MT Walikota Pekanbaru saat ini.

Demikian disampaikan anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Golkar, Yose Saputra. Ia menantang Kejari Pekanbaru agar bertindak cepat agar segera menindaklanjuti soal sepak terjang Asun yang dituding sebagai pengatur seluruh proyek APBD Pekanbaru senilai Rp.80 Milyar.

Bahkan Yose menegaskan dirinya siap bila diminta oleh Kejari Pekanbaru, untuk memberikan data nama-nama perusahaan yang dikendalikan oleh Asun dalam meloloskan proses lelang pengerjaan proyek di Kelurahan.

"Ini bukan dugaan lagi. Informasi ini jelas dan akurat kok. Kalau orang kejaksaan meminta bersama-sama melakukan investigasi, kita dari DPRD siap membantu pihak kejaksaan. Kita pastikan mana perusahaan asun itu yang menang," tegas Yose Saputra seperti laporan beritariau.com, Senin(7/8/2017).

Kata Yose, Kejari Pekanbaru harus berani mengungkap tudingan tersebut. "Kepercayaan publik terhadap penegak hukum, harus terus ditingkatkan dan salah satunya mengusut tuduhan soal pak Asun ini" katanya.
 
Menurunya, Kejari Pekanbaru hendaknya maksimal melakukan penyelidikan hal tersebut, sehingga tidak menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. "Yang kita khawatirkan, isu ini menjadi dampak perselisihan bagi dunia usaha terhadap individu tertentu," ulas Yose.

Selain itu, Yose juga meragukan pernyataan dari Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT yang mengatakan bahwa hal itu tidak benar adanya. Menurutnya, kendati Wali Kota mengatakan proses proyek mekansime memakai aturan lelang yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2015 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Namun, ada proses permainan yang dilakukan.

"Persoalan sekarang ini, lelang ini sudah ada nama perusahaan Asun. Dilelang lagi nama perusahaan dia juga. Jangan semata-mata karena ini tim sukses dijadikan utama dan terdepan bagi proses lelang maupun penganggaran. Inikan menyalah namanya," pungkasnya.

Menurut Yose, Asun yang juga menjabat sebagai Ketua LPM Pekanbaru dan anggaran LPM sebesar Rp65 Miliar itu, harus diusut tuntas dan jangan ada pembiaran dari Kejari.

"Bila perlu libatkan dari pihak Pemko agar semua ini terkuak, kita sama-sama menyelidiki. Kita juga minta kejaksaan menyelidiki sampai ke LPM kelurahan. LPM kelurahan ini hanya mengawasi, rekomendasi pengerjaan proyek langsung ditunjuk dan disetujui dari asun," bebernya.

Terpisah, Sarjoko alias Asun saat dikontak lewat ponselnya, Senin (7/8/2017) petang dalam keadaan aktif, tetapi tidak memberikan jawaban meski berkali-kali dihubungi. Pesan singkat yang juga dikirimkan juga tak kunjung berbalas, hingga berita ini dilansir. (ars)

BERITA TERKAIT:
20 Anggota Dewasa Pramuka Bengkalis Terima Lencana Panca Warsa
Anggota DPRD Rohil Wajib Kembalikan Mobnas
Soal Judi Gelper di Pekanbaru, Yose: Jika Kapolda tak Sanggup, Pulang Kampung Saja!
Anggota Dewan Berikan Bukti Asun ke Kejati Riau
Yose Sidak Judi Gelper, Pengunjung City Game Berhamburan
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.