find us on : 
bank riau
Sosialisasi Empat Pilar dan Silahturahmi Anggot DPD RI Asal Riau

Rosti Uli Purba: NKRI Adalah Harga Mati


Selasa, 1 Agustus 2017 | 18:14:55
disediakan oketimes.com
Anggota DPD RI Dapil Riau, Rosti Uli Purba membagikan paket buku Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, kepada peserta yang hadir dalam sosialisasi empat pilar dan sekaligus acara silahturahmi bertempat di Gedung Serbaguna Jalan durian Pekanbaru, Selasa (01/08/2017).
Pekanbaru, oketimes.com - Dalam rangka membangkitkan rasa nasionalisme dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di lingkungan masyarakat yang saat ini diterpa berbagai isu pemecah belah bangsa di Indonesia. Anggota DPD RI Dapil Riau, Rosti Uli Purba menggelar sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, Selasa (01/08/2017) di Gedung Serbaguna Jalan durian Pekanbaru.

Acara yang sekaligus dilakukan ajang silahturahmi tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, seperti aktivis atau Lsm, tokoh agama, organisasi pemuda, kalangan media, dan masyarakat kota Pekanbaru.

Dalam sosialisasi tersebut, anggota DPD RI dapil Riau Rosti Uli Purba mensosialisasikan betapa pentinnnya keberadaa Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, seperti tentang keberdaan Pancasila.

Dijelaskannya, Pancasila merupakan ideologi dasar bagi negara Indonesia. Dimana Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Kedua, Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, atau disingkatUUD 1945atauUUD '45, adalahhukum dasar tertulis(basic law), konstitusipemerintahan negaraRepublik Indonesiasaat ini.

Dimana UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal18 Agustus1945. Sejak tanggal27 Desember1949, di Indonesia berlaku Konstitusi RIS, dan sejak tanggal17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945, dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959.

Pada kurun waktu tahun 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen), yang mengubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

Tujuan, Pokok, Fungsi UUD1945, Landasan Konstitusional atas landasan ideal yaitu Pancasila, Alat pengendalian sosial (a tool of social control), Alat untuk mengubah masyarakat ( a tool of social engineering), Alat ketertiban dan pengaturan masyarakat. Sarana mewujudkan keadilan sosial lahir dan batin, Sarana penggerak pembangunan, Fungsi kritis dalam hukum, Fungsi pengayoman, Alat politik.

Ketiga Bhinneka Tunggal Ika, Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal daribahasa Jawa Kunadan seringkali diterjemahkan dengan kalimat "Berbeda-beda tetapi tetap satu".

Diterjemahkan per patah kata, kata bhinnekaberarti "beraneka ragam" atau berbeda-beda. Katanekadalam bahasa Sanskerta berarti "macam" dan menjadi pembentuk kata "aneka" dalam Bahasa Indonesia. Katatunggalberarti "satu". Kataikaberarti "itu".

Menurut Rosti, secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Keempat NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), adalah bentuk dari negara Indonesia, dimana negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Selain itu juga bentuk negaranya adalah republik, kenapa NKRI, karena walaupun negara Indonesia terdiri dari banyak pulau, tetapi tetap merupakan suatu kesatuan dalam sebuah negara dan bangsa yang bernama Indonesia.

Keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak dapat dipisahkan dari peristiwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, karena melalui peristiwa proklamasi tersebut, bangsa Indonesia berhasil mendirikan negara sekaligus menyatakan kepada dunia luar (bangsa lain) bahwa sejak saat itu telah ada negara baru yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada kesempatan itu, Rosti Uli tidak lupa menyampaikan betapa pentingnya nilai-nilai pilar empat tersebut untuk ditanamkan kepada masyarakat di lingkungan masyarkat, seperti anak sekolah, keluarga, kalangan muda, kelompok remaja dan rumah ibadah yang terus disosilisasikan kepada masyarakat, "Karena kita adalah bagian dari NKRI dan harga Mati bagi kita," ungkap Rosti mengingatkan.   

Usai acara sosialisasi tersebut dilakukan, pada kesempatan tersebut DPD RI Dapil Riau Rosti Uli Purba turut membagikan buku ekpada para peserta yang hadir yang berguna sebagai untuk penghayatan dan pengamalan tentang Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Acara tersebut berjalan lancara dan terbit yang dimulai sejak pukul 10:00 hingga berakhir pukul 14;15 WIB. (ars)


BERITA TERKAIT:
Bupati Wardan: Untuk Memperoleh Penghargaan ini, Seleksinya Tidak Mudah
Kodim 0303 Bengkalis Gelar Doa Umat Serentak untuk Keutuhan NKRI
Kasum TNI: Peringatan HUT Kemerdekaan Adalah Bentuk Penghormatan
Hormati Pejuang Kemerdekaan, Bupati Siak Gelar Ramah Tamah Bersama Veteran
Bupati dan Warga Sambut Kehadiran Tim Ekspedisi NKRI Subkorwil-2/Mappi
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.