find us on : 
bank riau
Catatan Kecil Redaksi www.oketimes.com

Demi Pembangunan dan Kesejahteraan, RZ Rela


Sabtu, 1 Juli 2017 | 14:45:30
(antara)
HM Rusli Zainal, Mantan Gubernur Riau Periode 2003-2008 dan 2008-2013.
Pekanbaru, Oketimes.com - Semenjak HM Rusli Zainal terpilih menjadi Gubernur Riau selama dua periode, yakni pada 2003-2008 dan 2008-2013 silam, kondisi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Riau terus melonjak tajam.

Pembangunan seperti infrastruktur jalan dan jembatan, bangunan sekolah, universitas, puskemas, fasilitas umum dan venue-venue gelanggang olahraga di kabupaten/kota di Riau, setidaknya menunjukkan bahwa jati diri provinsi Riau semakin disegani oleh provinsi lain, baik secara nasional maupun internasional ditingkat asia.   

Sosok pria kelahiran pada 3 Desember 1957 silam di kecamatan Mandau, kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau ini, memiliki karakter yang relizi, santun, rendah hati dan berjiwa besar dalam menaikkan harkat dan martabat Riau dimata publik. Dampaknya bagi masyarakat Riau pun sangat menguntungkan dan menjamin kesejahteraan di negeri julukan bumi melayu semakin cemerlang.     

Tak cukup sampai disitu, kepemimpinan Rusli Zainal sebagai Gubernur Riau, banyak program-program pemerintah provinsi Riau yang bersentuhan langsung dengan masyarakat kecil, menengah dan bahkan kalangang tingkat atas yang berdampak dapat diterima semua kalangan masyarakat.    

Program-program pembangunan yang sudah dilakukan seperti pemberantasan kebodohan, kemiskinan dan infrastruktur yang sudah berjalan selama dua periode pada saat itu sudah berjalan dengan baik. Dampaknya pun cukup terasa, indeks pertumbuhan ekonomi dan mutu pendidikan di Riau mengalami kenaikan yang cukup signifikan.         

Karirnya di dunia politik juga tak kalah cemerlang, sebagai bukti pada tahun 1997, Rusli Zainal pernah menjadi Anggota DPRD TK I Riau dari Partai Golkar. Di samping itu, Rusli juga disibukkan dengan aktivitasnya sebagai Ketua Umum DPD Gapensi Riau.

Kepiawaiannya berpolitik makin terbukti, ketika ia berhasil terpilih sebagai Bupati Indragiri Hilir di tahun 1999. Karena ingin berkonsentrasi membangun Inhil yang sekaligus kampung halamannya, ia pun melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum BPD Gapensi Riau.

Pada tahun 1999-2003 lalu, sebelum menjabat sebagai gubernur, Rusli Zainal pernah menjabat sebagai Bupati Kabupaten Indragiri Hilir. Kemudian tahun yang sama, dirinya memberanikan diri untuk maju sebagai Gubernur Riau dan terpilih menjabat selama 2 periode, yaitu 2003-2008 dan 2008-2013 yang sempat menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Riau.

Ditengah-tengah karirnya, pembangunan dan ekenomi masyarakat Riau yang meloncak tajam selama dua periode tersebut. Namun harus kandas tergilas zaman yang sangat menyedihkan pada beberapa tahun terakhir ini.

Apalagi sejak memasuki tahun 2015 lalu hingga kini, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Riau justru semakin terpuruk tajam kebawah. Angka kriminal tinggi, pengganguran bertambah, pertumbuhan ekonomi masyarakat melorot dan kepedulian sosial menurun.

Anehnya, kendati selama itu berlangsung selama 4 tahun terakhir ini, pemerintah provinsi Riau, sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, tak bisa berbuat banyak dan cukup berpangku tangan saja menerima keadaan alias pasrah. 

Yang lebih parah lagi, para stake holder yang ada, seperti kalangan legislator, DPD perwakilan Riau di Jakarta, tidak juga memberikan efek besar bagi peningkatan kesejateraan ekonomi dan pembangunan di Riau.

Tidak seperti sosok RZ, yang rela mengorbankan karir dan politiknya demi pembangunan dan kesejahteraan Riau secara utuh.***  

BERITA TERKAIT:
Lagi, Pemkab Pelalawan Usulkan Pembangunan 100 Unit Bedah Rumah Bagi Warga Kurang Mampu
Perletakan Batu Pertama Pembangunan Solar Cell Panel
Lantik IKKB Karimun, Amril Mukminin Harap Sumbangsih Pembangunan
Didanai APBD dan Bankeu Propinsi, Camat Kandis Tinjau Pembangunan Jalan ditiap Kampung
Pembangunan Jembatan di Desa Semunai Bikin Macet di Lintas Pekanbaru-Duri
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.