find us on : 
bank riau

Tokoh Nasional Non-Pers Perkuat SMSI di Era Media Siber


Kamis, 13 April 2017 | 18:44:35
ist
Logo, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).
Jakarta, Oketimes.com - Sejumlah tokoh nasional non-pers ikut memperkuat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), organisasi perusahaan media online yang didirikan beberapa waktu lalu oleh sejumlah pengelola media online nasional dan daerah.

Tokoh-tokoh nasional non-pers di tubuh SMSI itu antara lain adalah Jaya Suprana, Yusril Ihza Mahendra, Ryaas Rasyid dan Rizal Ramli. Bersama tokoh pers Dahlan Iskan dan pemilik jaringan media Chaerul Tanjung, tokoh-tokoh non-pers itu diberi kehormatan sebagai penasehat. Selain itu juga ada nama Prita Kemal Gani, pendiri London School of Public Relations (LSPR).

"Kehadiran tokoh-tokoh nasional dari kalangan non-pers ini kami rasa perlu untuk memperkaya pers nasional. Mereka memiliki kontribusi pada bidang-bidang lain yang sesungguhnya memiliki kaitan langsung dengan persoalan-persoalan yang kerap diperbincangkan pers nasional dalam beragam karya jurnalistik," ujar Ketua Umum SMSI, Teguh Santosa, usai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Rabu siang (12/4/17).

Teguh menyatakan keyakinannya bahwa tokoh-tokoh nasional dari luar kalangan pers yang memperkuat SMSI akan memberikan kontribusi positif pada insan pers pemilik dan pengelola media massa siber.

"Bagaimanapun juga kemerdekaan pers itu sesungguhnya adalah juga milik masyarakat luas. Kehadiran mereka juga untuk melindungi rakyat dari pemahaman dan praktik keliru atau kebablasan mengenai kebebasan dan kemerdekaan pers," katanya lagi.

Dalam acara FGD HPN 2018 itu, SMSI mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan pers di dunia digital. SMSI juga diberi amanat untuk menyelenggarakan kegiatan bekerja sama dengan komunitas pers mahasiswa di Indonesia.

SMSI didirikan di Jakarta pada tanggal 21 Maret 2017 dalam sebuah pertemuan yang dihadiri pemilik dan pengelola media massa berbasis internet dari sejumlah daerah di Indonesia. Pemimpin Umum Kantor Berita Politik RMOL Teguh Santosa dipercaya memimpin SMSI hingga kongres pertama yang akan diselenggarakan tahun depan. Teguh didampingi Firdaus dari Banten yang bertugas sebagai sekretaris jenderal.

Pemilik dan pengelola media massa berbasis internet lainnya yang menjadi pengurus adalah Mursyid Sonsang (Jambi), Amir Machmud (Jawa Tengah), Endro S. Efendi (Kalimantan Timur), juga Mahmud Matanarang (Sulawesi Tengah) dan Alberth Yomo (Papua).

Dalam FGD HPN 2018 yang dipimpin Penanggung Jawab HPN Margiono tersebut, Sekjen SMSI Firdaus menyampaikan bahwa SMSI telah memiliki pengurus di 18 provinsi. Ditargetkan sampai bulan depan SMSI akan berdiri di seluruh provinsi di Indonesia.

"Kami bersyukur karena banyak pemilik dan pengelola media massa siber di daerah yang memiliki visi yang sama dengan kami tentang pentingnya meningkatkan profesionalitas media massa siber. Tidak bisa dipungkiri, perkembangan ICT yang semakin pesat menuntut kita untuk bekerja sama dengan pihak-pihak lain dalam mematangkan kemerdekaan pers," demikian Firdaus.

SMSI telah diperkenalkan di Pertemuan Wartawan Dunia di Korea Selatan pekan lalu, dan menurut rencana akan diluncurkan pada hari Senin, 17 April 2017 di Hall Jaya Suprana di Mall of Indonesia, Kelapa Gading.***/rls.


BERITA TERKAIT:
Personel Satgas Kizi TNI Gelar Salat Idul Fitri di Afrika
Kontingen Garuda Unifil 2016-2017, Gelar Salat Ied 1438 H di Lebanon
Panglima TNI Dampingi Menlu RI Hadiri Trilateral Meeting Penanggulangan Terorisme
Dahlan Iskan: SMSI Didirikan untuk Menopang Kebebasan Pers
Mabes TNI Berangkatkan 662 Prajurit dan PNS TNI Mudik Gratis
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.