find us on : 
bank riau

Pengamat: Skenario Pilgub DKI 2007 berpotensi Tumbangkan Ahok di 2017


Sabtu, 5 Maret 2016 | 20:28:45
internet
Ilustrasi, Para cagub DKI yang akan bertarung di Pilgub tahun 2017.
Jakarta, Oketimes.com - Pengamat Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan untuk mengalahkan petahanan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017, bisa merujuk pada skenario Pilgub DKI 2007 lalu.

Menurutnya, jika flash back pada Pilgub DKI 2007 terdapat dua pasangan calon yakni Adang Daradjatun bersama Dani Anwar melawan Fauzi Bowo (Foke) bersama Prijanto.

Saat itu, Adang yang merupakan mantan Wakapolri hanya diusung PKS. Sedangkan, Foke diusung 20 gabungan partai politik.

"Mengalahkan Ahok mungkin kejadian Foke lawan Adang Daradjatun. Kejadiannya bisa terjadi lagi, tapi parpol kan biasanya pragmatis. Saya lihat PDIP bisa saja tidak koalisi, Nasdem kan bergabung ke Ahok," kata Hendri pada awak media, seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (5/3/2016).

Skenario lain, menurutnya, jika Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini mendeklarasikan diri turun ke Pilgub DKI mungkin keadaanya bisa berbeda. Sebab dari hasil survei Kedai KOPI, tingkat efisiensi (suka lalu memilih) Risma dan Ridwan Kamil bisa menurunkan elektabilitas Ahok.

"Risma lebih mengerikan dari Ridwan Kamil. Jika Risma deklarasi maju, tingkat elektabilitas Ahok turun dari 43 persen ke 35 persen. Sementara Ridwal Kamil kalau dia memutuskan maju Ahok turun tingkat elektabilitasnya ke 39 persen," jelasnya.

"Ridwan Kamil bisa saja maju walau sudah membuat pernyataan tidak maju. Contohnya Jokowi di Pilgub katanya mau konsentrasi di Solo tapi akhirnya maju juga karena ditugasi partai. Sampai hari ini memang dari hasil survei belum ada sejajar Risma dan Ridwan Kamil," sambung Hendri.

Sementara itu masih ada suara mengambang 57 persen. Suara mengambang ini adalah mereka yang belum menentukan pilihan.

"Kalau head to head akan ada kejutan karena Ahok hanya memiliki elektabilitas 43 persen ada sisa 57 persen masa mengambang bisa diambil," pungkasnya. ***


(Okezone)


BERITA TERKAIT:
Kapolri Ungkap Nama Dua Pelaku Bom Kampung Melayu
Panglima TNI Sebut Tiga Oknum TNI Jadi Tersangka Pengadaan Helikopter AW 101
KPK OTT Pejabat Penting di BPK
CIMIC Indobatt XXIII-K Hadiri Penutupan Naquora Spesial Need School di Aita El Chaeb
Tiga Hari Menghilang, Jasad Nelayan Mandah Akhirnya Ditemukan
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.