find us on : 
bank riau
  • Home
  • Opini Paling Oke
  • Desak Usut KKN `Trio Rachman` untuk Ketiga Kalinya Massa Gempar Datangi Kantor Kejati dan Polda Riau

Desak Usut KKN `Trio Rachman` untuk Ketiga Kalinya Massa Gempar Datangi Kantor Kejati dan Polda Riau


Senin, 19 Oktober 2015 | 21:08:20
riauterkini.com
Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Riau (Gempar) kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi dan Polda Riau, Senin (19/10/2015). Aksi kali ini, tetap mengusung tuntutan semula, yakni mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pratek kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan keluarganya yang disebut `Trio Rachman`.
Pekanbaru, Oketimes.com - Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Riau (Gempar) kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi dan Polda Riau, Senin (19/10/2015). Aksi kali ini, tetap mengusung tuntutan semula, yakni mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pratek kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan keluarganya yang disebut `trio Rachman`.

Aksi demo yang ketiga kali ini, tampak berbeda dengan dua aksi sebelumnya. Dimana saat aksi pertama, ada puluhan anggota Pemuda Pancasila (PP) yang berusaha menghadang. Kemudian, aksi yang kedua berlangsung bebas dan tanpa hambatan. Uniknya pada aksi yang ketiga ini, justru ada beberapa anggota Pemuda Pancasila (PP) yang ikut bergabung, dalam aksi tuntutan massa Gempar yang serupa pada saat itu.

" Mereka ini anggota Pemuda Pancasila yang sudah sadar, dan ingin bersama-sama memperbaiki Riau dari kerusakan yang dibuat `Trio Rachman`," tukas Koordinator aksi Gempar Erlangga kepada pada sejumlah wartawan di sela-sela aksi berlangsung, Senin siang.

Dalam orasinya, Erlangga menyebutkan, bahwa aksinya sudah dilakukan tiga kali itu. Pihaknya mengaku tengah menyerahkan bukti-bukti awal KKN `Trio Rachman`, namun hingga kini belum ada tanda-tanda aparat penegak hukum di Riau yang bergerak serius menanggapi laporan tersebut. Malahan lanjutnya, malah muncul tudingan kepada pihaknya tengah melakukan tindakan pencemaran nama baik.

" Kalau memang kami melakukan pencemaran nama baik 'Trio Rachman', silahkan saja dilaporkan. Kita siap mempertanggung-jawabkan, karena apa yang kita lakukan memiliki bukti yang kuat. Silahkan aparat membuktikan, siapa yang menebar fitnah dan siapa pula yang korup," tukas Erlangga lantang.

Dalam aksi yang dimulai di simpang Jalan Cut Nyak Dien dan Jalan Jendral Sudirman, depan Perpustakaan Soeman HS tersebut, massa Gempar mengusung empat tuntutan. Pertama, mendesak pengusutan tuntas dugaan konspirasi dan praktek kotor lelang proyek di lingkungan Pemprov Riau senilai Rp 2 triliun.

Kedua, mendesak KPK, Mabes Polri dan Kajagung mengungkap keterlibatan 'Trio Ranchman' (Arsyadjuliandi Rachman atau Andi Rachman yang merupakan Plt Gubri, Anto Rachman dan Juni Rachman). Ketiga, mendesak aparat membongkar dokumen ULP sampai ke kesatuan kerja di lingkungan Pemprov Riau. Keempat, mendesak pemeriksaan terhadap Kasubag ULP Provinsi Riau Edwar dan Ornalis, yang diduga merupakan broker atau makaler proyek yang mengusai sebagian besar proyek di lingkungan Pemprov Riau.

Pantauan dilapangan, aksi Gempar tersebut memiliki dua lokasi tujuan untuk menyampaikan tuntutannya, yakni ke Markas Polda Riau dan ke Kejati Riau. Dalam aksi demo Gempar ini, massa membawa spanduk yang bertuliskan usut tuntas KKN 'Trio Rachman' dan Kroni-kroninya dan mendapat pengawalan ketat dari puluhan aparat kepolisian. ***


Sumber : Riauterkini/ars


BERITA TERKAIT:
100 Hari Menjabat, Bupati-Wakil Kampar didemo Mahasiswa, Ini Katanya
Survei Indo Barometer: Posisi Andi Rachman `Loyo` di Pilgubri
DPP Pilih Andi Rachman, DPD II Golkar Pelalawan Kecewa
Berkat Kerjasama Pemkab & Universitas, 29 Mahasiswa Meranti Lulus di UGM, 11 Diantaranya Cumlaude
Kasum TNI : Mahasiswa Harus Tingkatkan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.