find us on : 
bank riau
  • Home
  • Nasional
  • 23 Gubernur Ikuti Latihan Ala Militer di Natuna

23 Gubernur Ikuti Latihan Ala Militer di Natuna


Jumat, 19 Mei 2017 | 21:59:32
(Biro Pers Setpres)
Pembaretan 23 gubernur saat latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI dan pertempuran darat 2017 di Natuna.
Natuna - Sebanyak 23 Gubernur dari seluruh Indonesia menjalani pembaretan tanda telah mengikuti latihan militer di Pantai Teluk Buton Tanjungdatuk, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (15/9/2017). Pembaretan dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan disaksikan langsung Presiden Joko Widodo.

Para Gubernur telah berada di Pulau Natuna sejak Kamis (18/5/2017). Mereka berangkat dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Antara melaporkan bahwa para Gubernur itu telah berpakaian PDL/loreng beserta topi rimba dan ransel khas TNI saat diberangkatkan.

Pemimpin provinsi yang mengikuti kegiatan itu antara lain Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor, Gubernur Maluku Said Assagaff, dan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran.

Laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia menyebutkan setiba di Natuna para Gubernur terlebih dulu menjalani tes kesehatan. Mereka kemudian menjalani latihan militer seperti menembak hingga menginap di KRI.

Para gubernur juga mengikuti materi Pertempuran Jarak Dekat (PJD), mendengarkan penjelasan tata cara kehidupan di atas KRI, jamuan makan malam dan bincang-bincang dengan Panglima TNI.

Keesokan hari, pada Jumat (15/9/2017) pagi, para Gubernur menjalani pembaretan. Satu per satu Gubernur dipasangkan baret hitam oleh Panglima, sebagai tanda menyelesaikan latihan militer.  Pembaretan 23 Gubernur seluruh Indonesia itu berbarengan dengan  operasi latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Tahun 2017.

Latihan PPRC ini melibatkan 5.900 prajurit TNI, yang terdiri dari penyelanggara dan pelaku latihan yang tergabung dalam Satuan Tugas Darat (Satgasrad), Satuan Tugas Laut (Satgasla), Satuan Tugas Udara (Satgasud), Satuan Darat (Satrad) lanjutan, Satuan Manover Infanteri dan Kavaleri, Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur), serta Satuan Bantuan Administrasi (Satbanmin).

Alutsista yang dikerahkan dalam Latihan PPRC TNI ini berasal dari tiga angkatan. TNI AD mengerahkan 15 unit Multi Kaliber Roket Astros, enam unit Meriam 155 Cesar, enam unit Meriam 76, sembilan unit Giant Bow Arhanud, dua unit helikopter MI 17, dua unit helikopter MI 35, 10 unit helikopter Bell 412, 18 unit MBT Leopard dan satu unit Recovery Tank.

Lalu, satu unit Tank Avlb, 20 unit MI 13, 14 unit Tank Marder, 10 Sea Rider, tiga unit Panser Anoa Mo, satu unit Panser Anoa Ko, 10 unit Jet Ski dan dua unit Kapal Motor Cepat (KMC).

TNI AL mengerahkan satu KRI Kelas Sigma, satu KRI Kelas LPD, satu KRI Kelas Parchim, empat Sea Rider, lima Tank Amfibi BMP3F, delapan Panser Amfibi BTR50 M. Sementara TNI AU mengerahkan satu FLT PTTA (Skd 51 Spo), empat FLT BTU, empat FLT SUL, sembilan pesawat C-130, dua pesawat CN-295, satu helikopter FLT Standby SAR.

Menurut Presiden Jokowi, latihan PPRC dalam rangka menunjukkankesolidan dan kesiapan TNI menjaga pertahanan negara. "Ini menunjukkan kesiapan TNI dalam rangka mempertahankan NKRI," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengaku sangat bangga melihat pelatihan PPRC. Semua sangat terintregasi baik darat, laut, dan udara. "Tapi jangan puas dulu, masih banyak hal yang harus diperbaiki, dibenahi terutama di bidang alusista. Apalagi bila dikaitkan dengan teknologi yang semakin cepat," kata Presiden.***

BERITA TERKAIT:
Semarak HUT RI ke 72, Warga Rw 07 Kelurahan Palas Gelar Pesta Rakyat
Kasum TNI: Peringatan HUT Kemerdekaan Adalah Bentuk Penghormatan
124 Anak-anak Bengkalis Ikuti Pekan Anak Riau
Anggaran Menipis, Jalan di Pekanbaru Berlobang
Dirjen SDA BWSS III Bangun Tiga Proyek Embung Berskala Besar di Riau
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.