find us on : 
bank riau
  • Home
  • Nasional
  • Serikat Buruh Ogah Dijadikan Komoditas Politik

Serikat Buruh Ogah Dijadikan Komoditas Politik


Minggu, 30 April 2017 | 18:13:44
(suara.com)
Koordinator SBSI Baiq Ani dalam diskusi menjelang Hari Buruh Sedunia 1 Mei di Gedung Joang 45, Jakarta, Minggu (30/4/2017).
Jakarta - Serikat Buruh Sejahtera Indonesia mengingatkan jangan memanfaatkan buruh menjadi komoditas politik. Hal ini berdasarkan pengalaman pada masa kampanye pemilu, serikat buruh hanya dimanfaatkan untuk mendulang suara kandidat tertentu.

"Jangan jadikan buruh sebagai komoditi politik dalam percaturan politik terutama menjelang pemilu, pilkada, atau pemilihan presiden," kata Koordinator SBSI Baiq Ani dalam diskusi menjelang Hari Buruh Sedunia 1 Mei di Gedung Joang 45, Jakarta, Minggu (30/4/2017).
 
SBSI meminta organisasi buruh jangan mau diseret-seret untuk kepentingan politik. Ia mengajak serikat buruh fokus pada perjuangan meningkatkan kesejahteraan buruh yang sampai sekarang belum sepenuhnya dipenuhi pemerintah.

Organisasi buruh juga diajak untuk meningkatkan solidaritas untuk memperjuangkan nasib tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri.

"Organisasi buruh harus memperjuangkan nasib buruh supaya bisa lebih dan sejahtera. Kami juga mendesak pemerintah untuk melindungi para TKI di luar negeri," kata dia.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menyarankan buruh meningkatkan daya tawar agar jangan gampang ditarik untuk kepentingan belaka. Misalnya, punya wakil di Parlemen.

"Saya menyarankan kalau memang rekan-rekan tidak mau menjadi komoditi politik, silakan berinteraksi dan bergabung di parpol. Sehingga rekan buruh bisa memperjuangkan nasibnya dari dalam," tutur Setyo. (sc)


BERITA TERKAIT:
Wartawan se-Riau Ikrarkan Tolak Berita Hoax
Aksi Demo Ribuan Buruh di Rohul Suarakan 8 Tuntutan
Perayaan Hari Buruh Sedunia di Bengkalis Gelar Aksi Goro dan Bhakti Sosial
Mabes Polri Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Dangdutan
Menteri Agama Larang Penceramah Singgung SARA dan Politik
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.