find us on : 
bank riau
  • Home
  • Pemerintahan
  • Tinjau Ponpes Anwarul Ulum Yang Terbakar, Bupati Anggarkan Pembangunan Ruang Kelas di APBD-P

Tinjau Ponpes Anwarul Ulum Yang Terbakar, Bupati Anggarkan Pembangunan Ruang Kelas di APBD-P


Sabtu, 11 Maret 2017 | 22:21:24
Diskominfo Inhil
upati HM Wardan saat meninjau Ponpes Anwarul Ulum yang terbakar.
Tembilahan, Oketimes.com - Bupati Inhil, HM Wardan dan rombongan meninjau lokasi kebakaran di Pondok Pesantren Anwarul Ulum Sungai Gergaji Kecamatan Keritang yang telah menghanguskan 11 ruang kelas dan 2 ruangan majelis guru dan TU yang terjadi, Sabtu (4/3/2017).

Dalam peninjauan tersebut Bupati yang didampingi istri Zulaikhah Wardan, yang sekaligus Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), dan beberapa anggota DPRD Inhil, serta Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Inhil, Sabtu (11/3/2017).

Kedatangan Bupati Inhil beserta rombongan disambut baik oleh Pengasuh Ponpes dan barisan santriwan dan santriwati ponpes Anwarul Ulum.
Bupati mengatakan bahwa Pemkab Inhil akan mengupayakan mencari solusi untuk ponpes Anwarul Ulum agar dapat membangun kembali ruang kelas yang terbakar, hanya saja saat ini dikatakannya APBD Kabupaten sudah disahkan, namun tetap akan diusahakan pada APBD perubahan atau melalui sumber lain di APBN atau APBD Provinsi.
Ads

"Pemkab Inhil akan selalu berusaha sigap, tanggap, dan cepat membantu musibah seperti ini, baik pada saat pemadam maupun penyaluran bantuan oleh beberapa OPD terkait yang memang sudah menjadi tugas dan fungsinya," ujar Bupati.

Pada kesempatan itu, Bupati Inhil yang sekaligus ketua DPD Golkar juga memberikan bantuan atas kepedulian Golkar terhadap musibah kebakaran yang terjadi di Ponpes Anwarul Ulum.

"Selaku Ketua DPD golkar dan bersama AMPG Inhil sangat peduli terhadap musibah kebakaran yang terjadi di beberapa titik di Inhil ini yang belum lama, karena musibah seperti ini dibutuhkan dukungan dan bantuan dari semua pihak guna lembaga pendidikan seperti ponpes Anwarul Ulum dapat menjalankan aktivitasnya seperti biasa," lanjut Bupati.

Sementara itu Ketua PMI Zulaikhah Wardan juga menyampaikan ucapan rasa keprihatinannya terhadap musibah yang terjadi di Ponpes Anwarul Ulum.

"Saya bersama Bupati yang juga selaku ketua DPD Golkar Inhil melakukan peninjauan musibah kebakaran yang terjadi di ponpes ini, kami sangat merasa prihatin dengan adanya musibah kebakaran ini, semoga mendapat perhatian dari semua pihak agar ruang kelas yang ludes terbakar dapat dibangun kembali," sebut Zulaikhah.

Abdul Majid, pengasuh Ponpes Anwarul Ulum saat diwawancarai mengatakan ada 13 ruang yang terbakar yang terdiri dari 11 ruang belajar, 1 ruang guru, dan 1 ruang TU.

Ia juga menjelaskan saat ini proses belajar mengajar terpaksa diatur sedemikian rupa dengan ruangan yang tersisa untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin menjelang dapat membangun kembali ruangan kelas yang terbakar.

"Kemarin pihak Kementrian Agama sudah meminta agar kami membuat proposal, dan alhamdulillah Jumat 10 Maret sudah kami kirimkan, semoga harapan kami bisa terealisasi dengan baik apa yang sudah kita sampaikan," ujar Abdul Majid.

Selain itu pengasuh ponpes juga menyampaikan rasa syukur atas kunjungan Bupati Indragiri Hilir bersama rombongan serta bantuannya, baik dari pemkab maupun semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada kami, semoga dalam waktu tidak terlalu lama kami bisa memulihkan aktivitas belajar mengajar seperti biasanya.

Selain meninjau dan memberi bantuan akibat kebakaran di Ponpes Anwarul Ulum, Bupati dan rombongan juga memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Sapta Marga Tembilahan, dan korban kebakaran di Desa Sungai Gantang Kecamatan Kempas.(advertorial)

BERITA TERKAIT:
Kakek Usia 99 Tahun Ditemukan Tewas Terbakar di Inhil
Pasca Terbakar, 12 KK Kehilangan Rumah di Parit 9 Tembilahan
Dirigen Minyak Bengkel Diduga Picu Puluhan Bangunan di Tembilahan Ludes Terbakar
Ditinggal Mudik, Warung Nasi di Selensen Ludes Terbakar
17 Kios di Kawasan Wisata Air Terjun Lembah Anai Terbakar
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.