find us on : 
bank riau
  • Home
  • Nasional
  • Mentan Minta Babinsa, Kepala Desa dan PPL Bantu Serap Gabah Petani

Mentan Minta Babinsa, Kepala Desa dan PPL Bantu Serap Gabah Petani


Sabtu, 11 Maret 2017 | 03:21:24
puspen tni for oketimes.com
Mentan RI saat menghadiri acara `Tanam, Panen, dan Serap Gabah Petani` di Desa Wanareja, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (10/3/2017).
Cilacap, oketimes.com - Menteri Pertanian RI Ir. Andi Amran Sulaiman meminta kepada para Babinsa, Kepala Desa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), untuk membantu pemerintah dalam program serap gabah petani, untuk di jual ke Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 3.700/Kilogram.

Hal tersebut disampaikan Mentan RI saat menghadiri acara "Tanam, Panen, dan Serap Gabah Petani" di Desa Wanareja, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (10/3/2017).

Dalam sambutannya, Ir Andi Amran Sulaiman meminta para petani untuk menjual gabahnya ke Bulog sesuai HPP Rp 3.700/Kg, dimana harga ini lebih tinggi dari harga pasar. "Alhamdulillah selama lima hari melakukan kunjungan kerja  ke sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan akan berlanjut ke Jawa Barat, para petani telah sepakat menjual gabah hasil penennya kepada Bulog," ujarnya.

Lebih lanjut Mentan RI menyampaikan bahwa, sebelumnya harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani berkisar Rp 2.900/Kg - Rp 3.400/Kg. "Kami membelinya dengan harga Rp 3.700/Kg dan hal ini  merupakan perintah langsung dari Bapak Presiden RI Ir. Joko Widodo agar  para petani  jangan dibiarkan merugi terus menerus," katanya.

Usai melaksanakan panen raya di Desa Wanareja, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Mentan RI menjelaskan bahwa penjualan gabah ke Bulog memiliki manfaat yang sangat besar karena ada selisih harga sebesar Rp 500/Kg dari harga di pasaran yang rata-rata Rp 3.200 per kilogram.

"Sesuai dengan instruksi Presiden RI Ir. Joko Widodo, harga gabah di tingkat petani naik menjadi Rp 3.700/Kg dan pemerintah harus menjaga agar petani tetap untung sehingga bisa berproduksi kembali, tetapi kalau petani merugi maka akan sulit melakukan produksi selanjutnya," kata Ir Andi Amran Sulaiman.

Dalam kunjungannya ke Cilacap, Mentan RI juga menyaksikan panen raya padi yang menggunakan mesin sekaligus tranplantasi benih padi dengan mesin otomatis. Selain itu juga Mentan RI, membagikan 10 unit traktor kepada kelompok tani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Cilacap Jawa Tengah.

Safari Menteri Pertanian RI Ir. Andi Amran Sulaiman selama lima hari ke beberapa daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden RI Ir. Joko Widodo untuk turun langsung ke tengah-tengah para petani, agar memahami masalah para petani di lapangan dan memberikan solusinya.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto, Direktur SDM Bulog Pusat Dr. Wahyu Suparyono, Kepala Tim Sergap Gabah Mabesad Brigjen TNI Sudarto, Danrem 071/WK Kolonel Inf Suhardi, Tim Sergap Mabesad Kolonel Arm Dedi K dan Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Ferdial Lubis.***


Autentikasi : Puspen TNI


BERITA TERKAIT:
Program Desa Bebas Api Efektif Cegah Kebakaran
Sadis, Milisi Kongo Pancung Kepala 40 Polisi
Peduli Banjir, RAPP Kirim Satu Ton Beras untuk Warga Sering Pelalawan
Baznas Siak Salurkan Bantuan Korban Banjir Kampar dan Palalawan
Bupati Inhil Sebut Gaji Guru Bantu Tinggal Bayar
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.