find us on : 
bank riau
  • Home
  • Nasional
  • HPN 2017, Jonan Bagikan `Home Solar System` untuk Masyarakat Maluku

HPN 2017, Jonan Bagikan `Home Solar System` untuk Masyarakat Maluku


Rabu, 25 Januari 2017 | 21:06:19
ist
Rumah warga di daerah yang belum dipasok aliran listrik akan segera memiliki lampu untuk penerangan. Inilah yang menjadi komitmen Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan yang disampaikan kepada Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2017 yang berkunjung ke kantornya di Kementerian ESDM, Rabu, (25/1/2017).
Jakarta, oketimes.com - Rumah warga di daerah yang belum dipasok aliran listrik akan segera memiliki lampu untuk penerangan. Inilah yang menjadi komitmen Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan yang disampaikan kepada Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2017 yang berkunjung ke kantornya di Kementerian ESDM, Rabu, (25/1/2017).

Jonan memaparkan, saat ini masih terdapat 2.500 desa yang masih belum terdapat penerangan alias belum mendapat aliran listrik dari PLN. Untuk menyelesaikan persoalan itu, Kementerian ESDM punya solusi jitu yakni "Lampu Matahari" atau Home Solar System untuk menerangi rumah-rumah warga di seluruh pelosok negeri.

Home Solar System merupakan ide dari Menteri Jonan agar desa-desa yang belum mendapat pasokan listrik dari PLN, terutama daerah-daerah pelosok di Timur Indonesia, dapat menikmati penerangan.

Satu rumah warga akan mendapatkan satu set Solar Home System yang terdiri dari 4 lampu.

"Satu rumah 4 lampu. Cukuplah untuk menerangi satu rumah. Banyak rumah-rumah warga yang sangat terbantu dengan inovasi ini," kata Jonan.

Spesifikasi Home Solar System atau Lampu Matahari ini meliputi 4 lampu besar setara dengan 70 watt/lampu, kabel sepanjang 10 meter serta colokan yang bisa juga dipergunakan untuk mengisi daya ponsel.

"Lampunya bisa dibikin terang dan redup. Tinggal di tempel di dinding, dan ada kabel untuk men-charge handphone," papar Jonan sembari mendemonstrasikan cara kerja Home Solar System.

Lampu Matahari ini juga sangat fleksibel, dapat digunakan oleh masyarakat diberbagai tempat tergantung kebutuhan. Bisa dipergunakan untuk rumah, untuk perahu bagi nelayan, atau juga bisa beralih fungsi menjadi senter.

Inovasi ini ditargetkan selama dua tahun kedepan dapat menerangi 450.000 lebih rumah di seluruh pelosok tanah air. Untuk daya tahan, lampu Home Solar System setelah terisi penuh dapat bertahan hingga 72 jam.

Jonan membeberkan, program ini sudah diterima baik di banyak provinsi. Ia sudah memamerkan Home Solar System kepada Kepala Daerah yang daerahnya masih banyak belum dialiri listrik. Para kepala daerah itu disebut Jonan sangat terpukau dan senang dengan teknologi ini, karena akan sangat membantu para kepala daerah menerangi rumah-rumah warga.

Rencananya, nanti di acara puncak HPN 2017, Presiden Jokowi akan menyerahkan secara simbolik bantuan Home Solar System kepada beberapa perwakilan warga dari Provinsi Maluku sebagai tuan rumah HPN 2017.

Jonan kemudian menyerahkan dua Home Solar System kepada Panitia HPN 2017 untuk dipamerkan di panggung acara puncak HPN 2017 di Ambon, 9 Februari mendatang. Ia pun sekaligus memastikan diri untuk hadir di acara puncak perhelatan akbar insan pers se tanah air tersebut.

"Kalau saya pasti hadir di HPN. Nanti Presiden yang menyerahkan secara simbolis ke rakyat Maluku," kata Jonan.

Panitia HPN 2017 yang hadir di dalam pertemuan dengan Menteri ESDM Ignatius Jonan antara lain Penanggung Jawab HPN 2017 Margiono, Ketua Panitia HPN 2017 M Ihsan, Bendahara Panitia Kiki Iswara, dan Wakil Ketua Bidang Dana Agus Yuli.(pan/hpn)


BERITA TERKAIT:
SMSI Koordinir Media Siber dan Pers Kampus di HPN 2018
Baznas Siak Ditribusikan Zakat Tahap I di Kecamatan Pusako
Sekdakab Rohil Sebut Dana Hibah dan Bansos Sulit Terealisasi 2017
Hardiknas 2017, Sembilan Tenaga Didik Berprestasi di Kampar Akan Terima Jatah Umroh
Kapolda Riau Buka Rakernis Bareskrim Polri 2017
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.