find us on : 
bank riau
  • Home
  • Misteri
  • Wanita Ini Yakini Dirinya sebagai `Reinkarnasi` Kekasih yang Dihamili Firaun Seti I

Wanita Ini Yakini Dirinya sebagai `Reinkarnasi` Kekasih yang Dihamili Firaun Seti I


Senin, 27 Juni 2016 | 22:01:54
(historicmysteries.com)
Dorothy Eady yang mengaku sebagai `reinkarnasi` dari kekasih Firaun Seti I.
Kairo, oketimes.com - Ketika seorang wanita bernama Dorothy Eady tiba di Mesir untuk kali pertamanya, ia merasa bahwa pernah ke negara itu. Namun ia mengaku kunjungannya itu terjadi beberapa ribu tahun sebelumnya.

Dorothy lahir pada 16 Januari 1904 di kota pinggiran London, Blackhearth. Dokter meyakini, ia tak akan selamat setelah terjatuh saat berumur 3 tahun.

Namun semenjak peristiwa itu ia mengalami kejadian luar biasa, yakni membuka ingatan tentang masa lalunya, demikian seperti dikutip dari Ancient Origins, Senin (27/6/2016).

Selama bertahun-tahun banyak orang skeptis yang berusaha membantah cerita 'mistis' Dorothy, yakni pengakuannya sebagai salah satu kekasih Firaun Seti I (1290-1279 SM).

Kisah tersebut berawal ketika Dorothy mengunjungi British Museum. Ketika melihat foto kuil Seti I, ia mengatakan bahwa itu merupakan rumahnya.

Dorothy mengaku tak habis pikir mengapa tak ada taman dan pepohonan di sekitar kuil itu -- seperti dalam penglihatannya, namun ia mengenali monumen dan artefak lain di ruangan yang memamerkan koleksi bangsa Mesir.

Perempuan itu pun mencium kaki patung di sana, dan sesaat setelahnya ia memutuskan untuk belajar huruf hieroglif yang dipakai pada masa Mesir Kuno. Salah satu gurunya, Wallis Budge, yang mendorongnya untuk belajar tentang sejarah Mesir kuno.

'Pertemuan' Dorothy dan Kekasih Firaun

Dorothy berusia 15 tahun ketika bermimpi bertemu dengan Firaun Seti I. Ia mengaku, hal tersebut membuatnya teringat atas kehidupan masa lalunya. Seiring berjalannya waktu, ia tertarik dengan agama kuno.

Perempuan Inggris itu menikah dengan warga negara Mesir, Eman Abdel Meguid, pada 1931. Pernikahan itu membawanya ke Negeri Piramida, di mana ia menjadi guru Bahasa Inggris.

Pernikahannya dikaruniai seorang anak laki-laki yang ia panggil dengan nama Sety. Saat itu, Dorothy juga menemukan nama Mesirnya, yakni Bentreshyt -- Harpa Sukacita. Dalam 'penglihatannya', ia merasa melihat keluarganya pada masa lalu.

Pada masa lalu, Dorothy mengaku bahwa ia merupakan anak perempuan dari salah satu tentara Seti I dan seorang perempuan penjual buah-buahan. Ibunya meninggal ketika ia berumur 3 tahun.

Dorothy pun diserahkan ke sebuah kuli di Abydos di mana ia tumbuh menjadi pendeta wanita.

Saat berumur 12 tahun, ia mengaku menjadi perawan suci, namun beberapa tahun kemudian bertemu dengan 'Dewa yang Hidup di Dunia', yakni Firaun Seti I. Mereka pun menjadi sepasang kekasih dan ia pun hamil.

Imam kuil mengatakan, hal itu merupakan pelanggaran besar dan akan menyebabkan banyak masalah bagi Firaun. Pada akhirnya Dorothy pada masa lalu itu memutuskan untuk bunuh diri.

Ini Bukti Dorothy Sebagai Kekasih Firaun?

Setelah 19 tahun tinggal di Kairo, Dorothy yang kala itu berusia 52 tahun memutuskan untuk pindah ke Abydos dan membangun rumah di dekat Gunung Pega-the-Gap. Menurut kepercayaan kuno Mesir, gunung tersebut merupakan jalan menuju akhirat.

Ketika itu, Dorothy mulai dipanggil dengan Omm Sety, yang berarti 'ibu dari Sety'. Perempuan itu yakin bahwa ia akhirnya pulang kembali ke rumahnya.

Dalam salah satu kunjungannya ke sebuah kuil, ketua inspektur dari bagian purbakala memutuskan untuk menguji pengetahuan Dorothy -- karena penasaran dengan kebenaran cerita perempuan itu.

Dorothy kemudian diminta untuk berdiri di sebelah lukisan dalam kegelapan. Ia lalu diminta untuk mengidentifikasi benda tersebut dan apa saja yang ingat tentang masa lalunya. Ketika ia berhasil menyelesaikan permintaan itu dengan baik, banyak orang yang berhenti meragukan ceritanya.

Kehidupannya di Abydos dipenuhi dengan pekerjaan yang melibatkan Egiptolog ahli Mesir Kuno. Salah satu proyek terpenting dalam hidupnya adalah ketika perempuan itu berhasil menemukan taman yang ia yakini menjadi tempatnya pertemuannya dengan Seti I.

Dorothy juga menjelaskan kepada peneliti tentang doa-doa dan ritual kuno. Ia mengetahui alur dari banyak papirus keagamaan sebelum membacanya. Deskripsinya tentang monumen, relief, dan hal lainnya yang ia lihat pada masa lalunya secara berturut-turut dikonfirmasi oleh hasil ekskavasi. ***/ancientorigins.

BERITA TERKAIT:
Kapolda Riau: Situasi Kondisi Kamtibmas dan Arus Mudik Aman dan Lancar
Instagram Nina Zatulini Diretas, Pelaku Minta Tebusan Rp266 Juta
Raja Salman Angkat Putra Mahkota Baru
Bupati Bengkalis Lantik & Sumpah 139 Pejabat Administrator dan Pengawas
Safari Ramadan, Kapolda Riau Ajak Warga Pekanbaru Jaga Pesratuan dan Kesatuan
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.