find us on : 
bank riau
  • Home
  • Lingkungan
  • Wow, Ribuan Penangkaran Burung Walet di Siak Tidak Miliki Izin

Wow, Ribuan Penangkaran Burung Walet di Siak Tidak Miliki Izin


Jumat, 11 Agustus 2017 | 18:45:26
int
Ilustrasi, Bangunan dan usaha Penangkaran Sarang Burung Walet di wilayah Kabuapeten Siak, Riau.
Siak, oketimes.com - Ribuan usaha penangkaran burung walet yang tidak mengantongi izin di wilayah Kabupaten Siak, ternyata menjadi sasaran empuk bagi pelaku usaha.

Terkait itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kabupaten Siak, Heriyanto menghimbau agar para pelaku segera melakukan pengurusan izin, sehingga tidak menyalahi aturan dan ketentuan yang berlaku.

"Ada sekitar 1.100 bangunan yang membuka usaha penangkaran burung walet saat ini, namun tidak satupun bangunan yang memiliki izin, baik izin usaha maupun Izin Mendirikan Bangunan (IMB)," ungkap Herianto pada awak media, Jumat (11/8/20170 siang. 

Hal senada juga diakui Ketua Asosiasi Burung Walet Siak, Suhaimi yang menyebutkan keberadaan penangkaran burung walet ini juga tidak memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak.

"Penangkaran sarang burung walet di Siak banyak, namun tidak mampu berkontribusi sedikitpun terhadap PAD Kabupaten Siak," ujar Suhaimi.

Terpisah, Kaharuddin Kasatpol PPS Siak menegaskan jika permasalahan ini merupakan permasalahan lama dan sudah berlangsung lebih kurang 10 tahun lalu. "Ini sudah menjadi persoalan lama sejak tahun 2008. Kita perlu adanya evaluasi-evaluasi pada Perda, sebab kepentingan dalam pengurusan izin secara teknis telah berpindah sesuai SOTK yang baru," ulasnya.***

BERITA TERKAIT:
Bupati Wardan: Untuk Memperoleh Penghargaan ini, Seleksinya Tidak Mudah
Wakil Bupati Siak Resmikan Kantor PT Persi Perwakilan Perawang
Bupati Berikan Remisi untuk 187 Napi di Siak
Semarak HUT RI Ke-72, Bupati Apresiasi Pawai Karnaval Siak 2017
Upacara Peringatan HUT RI Ke-72 di Siak Berlangsung Hikmad
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.