find us on : 
bank riau
  • Home
  • Lingkungan
  • Aktivis IPSPK3-RI Desak Polda Riau Usut Perambahan Kawasan HPH PT Diamon Timber
Areal Habitat Harimau Sumatera,

Aktivis IPSPK3-RI Desak Polda Riau Usut Perambahan Kawasan HPH PT Diamon Timber


Selasa, 6 Juni 2017 | 20:18:13
ist
Foto inset: Aktivitas pengrusakan di areal Hak Penguasaan Hutan (HPH) PT Diamon Raya Timber, dan Laporan aktivis IPSPK3-RI ke Polda Riau dan KPK.
Pekanbaru, Oketimes.com - Aktivis Lembaga Independen Pembawa Suara Pemberantas Korupsi, Kolusi, Kriminal Republik Indonesia (IPSPK3-RI mendesak Ditreskrimsus Polda Riau segera mengusut aktivitas perambahan yang masih berlangsung di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPH) PT Diamon Timber (DT).

Pasalnya, sejak hutan lindung Sinepis yang berada didua kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan Kota Dumai mengalami deforestasi, secara otomatis HPH PT DT dijadikan areal lindung harimau Sumatera.

Demikian diungkapkan Irt Ganda Mora Ketum Lembaga Independen Pembawa Suara Pemberantas Korupsi, Kolusi, Kriminal Republik Indonesia (IPSPK3-RI) saat ditemui di Markas Polda Riau, Selasa (6/6/17). Kehadiran Ganda ke markas kepolisian itu, guna mempertanyakan laporann yang sudah dikirimkan pada Jumat (19/5/17) lalu.

"Sudah dua Minggu kami laporkan hasil investigasi kami atas aktivitas perambahan di kawasan HPH PT DT. Kami meminta Polda Riau segera menindaklanjutinya dengan menangkap para pelaku perambahnya. Apalagi kawasan itu, merupakan satu satunya HPH yang masih ada. Selain sebagai oksigen, ia juga menjadi areal suaka margasatwa harimau Sumatera," ulas Ganda.

Dia menambahkan, selaku perusahaan yang diserahkan tanggungjawab untuk menjaga kawasan lindung itu, seharusnya pihak pemegang HPH dapat bertindak tegas. Apalagi didalam HPH tersebut, terdapat 3 areal kebun sawit, satu milik pengusaha asal Medan, Sumatera Utara seluas lebih kurang 150 haktare, dan dua lagi duga milik oknum anggota DPRD Kabupaten Rohil, berinisial Sd dan St, masing masing seluas 35 haktare dan 55 hektare.

Menurut Ganda, aksi perambahanan dan alih fungsi lahan yang terjadi didalam kawasan HPH PT Diamon, menjadi kerugian negara dari segi lingkungan hidup dan penerimaan negara dari sektor pajak.

Tak cukup sampai disitu, aktivitas para perambah hutan saat ini sudah melakukan pembuatan kanalisasi di kawasan HPH PT Diamon Timber yang dinilai telah merusak kawasan tersebut dari wujud aslinya.

Oleh karena itu, disamping melaporkan ke pihak Polda Riau, laporan yang sama juga diserahkan langsung ke Kementerian Lingkungan Hidup (LHK), Kementeriaan Keuangan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Mabes Polri.

"Polda segera mengusut para perambah di kawasan PT Diamon tersebut," pungkasnya. (ars)


BERITA TERKAIT:
Kapolda Riau Pimpin Sertijab 5 Kapolres dan Tiga Pejabat Tinggi Utama
Polsek Mandau Ringkus Pelaku Pencurian Mobil Terios di Tambang Kampar
KUPT Puskesmas Kandis : Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Bekerja
Penyerahan SK CPNS, dari 219 Hanya 212 yang Diserahkan SK
Bupati Pelalawan Buka Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan di Lubuk Raja
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.