find us on : 
bank riau
  • Home
  • Lingkungan
  • Wabup Sambut Kehadiran Peserta Global Peatland Intiative 2017 Badan Restorasi Gambut di Siak

Wabup Sambut Kehadiran Peserta Global Peatland Intiative 2017 Badan Restorasi Gambut di Siak


Kamis, 18 Mei 2017 | 00:04:29
hms pemkab siak for oketimes.com
Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi sambut kunjungan rombongan peserta Global Peatland Intiative 2017 yang dilaksanakan di ruang rapat Raja Indera Pahlawan Kantor Bupati Siak, Selasa (16/5/2017).
Siak, Oketimes.com - Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi sambut kunjungan rombongan peserta Global Peatland Intiative 2017 yang dilaksanakan di ruang rapat Raja Indera Pahlawan Kantor Bupati Siak, Selasa (16/5/2017).

Mazir Fuad selaku ketua rombongan dari Badan Restorasi Gambut berharap nantinya bisa berdiskusi dengan pemerintah Kabupaten Siak dalam masalah Restorasi Gambut serta program apa saja nantinya yang akan dilaksanakan.

"Setidaknya kunjungan kami di Kabupaten Siak ini bisa memberikan dampak yang baik terhadap pelestarian Lingkungan, apa lagi hutan merupakan paru paru dunia," katanya disela-sela kunjungannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi menyambut baik atas kunjungan lapangan yang dilakukan  peserta Global Peatland Intiative 2017 yang tergabung dalam rombongan Badan Restorasi Gambut. Dalam arahannya, wabup memaparkan tentang letak Geografis Kabupaten Siak yang terletak pada jalur strategis Provinsi Riau dengan terdiri dari 14 kecamatan dan 114 kampung serta 9 kelurahan.

Alfedri juga sempat memaparkan dalam hal pengolahan lahan gambut di Kabupaten Siak, pihaknya mendukung kegiatan yang dilakukan tersebut. Apalagi bahwa di Kabupaten Siak terdapat 7 kubah gambut yang terdiri dari 4 kubah besar yaitu Kubah Siak Kecil, kubah Zamrud serta Kubah gambut Bukit Batu maupun kubah Kandis.

Selain kubah besar lanjut Alfedri, juga terdapat 3 kubah kecil yang di SIak yakni, Sungai mandau, Marempan dan di Buantan. Sedangkan sebaran lahan gambut di Kabupaten Siak dengan kedalaman lebih dari 3 meter dengan luas mencapai 299.278 hektar dengan kedalaman antar 2 hingga 3 meter dengan luas 159.915 hektar. sehingga total keseluruhan luasnya mencapai 459.193 hektar.

"Jadi hampir 50 persen luas Daerah Kabupaten Siak ini terdiri dari lahan gambut. Untuk itu sebagaian besar dari lahan gambut dalam berada di kawasan hutan", terang H Alfedri dihdapan romobongan Badan Restorasi Gambut itu.

Lebih jauh Alfedri mengatakan mengingat kondisi existensi lahan gambut dan pesebarannya di Kabupaten Siak, Pemkab Siak bersama BPPT pada tahun 2009 lalu sudah menyusun masterpland terhadap pengolahan lahan gambut sebagai pedoman dan arahan penataan tata kelola lahan gambut yang memiliki potensi lindung dan fungsi sumber daya.

Dimana katanya, sebelumnya pemerintah kabupaten siak telah melakukan pemetaan dan inventarisasi lahan gambut di tahun 2008 dengan memberikan kebijakan terhadap ekosistem gambut dengan memasukan rencana pengolahan gambut dalam RT/RW Kabupaten Siak tahun 2011 -2031.

Guna menjaga ekosistem gambut pemerintah telah membuat kanal yang tersebar diseluruh kecamatan. Hasil telah dirasakan manfaatnya dengan penurunan kebakaran hutan ditahun  2016.

"Disamping itu pula, kabupaten siak telah direnakan menjadi Kabupaten Hijau melalui atribut diantaranya perencanaan pembangunan kota berwawasan lingkungan hijau, kota pusaka serta Water Fron city dan penerapan gedung ramah lingkungan," ungkapnya. (rub)


BERITA TERKAIT:
Jikalahari Deteksi Penumpang Gelap di Holding Zone Ranperda RTRW Riau 2017-2037
Rekrutmen Anggota Polri 2018, Pemkab Siak Teken MoU dengan Polres
Angkut 43 Orang, Polda Riau Gandeng Satpol PP Gelar Ops Bina Kusuma Siak 2017
Ketua DPRD Bengkalis Bersama Bupati Tandatangani KUPA-PPAS
Bupati Pelalawan Harapkan Pengelolaan Dana Desa Tepat Sasaran
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.