find us on : 
bank riau

Cegah Karhutla dengan Edukasi Masyarakat


Selasa, 18 April 2017 | 16:34:06
ist
Suasana sosialisasi pencegahan karhutla Program Desa Bebas Api PT RAPP bersama Laslar Alam di Pulau Padang beberapa waktu lalu.
Pulau Padang, Oketimes.com - Setiap tahun, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kerap terjadi di Pulau Padang. Yayasan Laskar Alam Riau yang bergerak di bidang sosial dan lingkungan tergerak untuk mensosialisasikan bahaya Karhutla dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup kepada masyarakat Pulau Padang.

Ketua Laskar Alam, Abdul Mukhti mengatakan salah satu menekan angka Karhutla adalah dengan cara pencegahan. Sebab, keterlambatan antisipasi dan penanggulan kebakaran lahan berakibat buruk dan fatal.

"Bersama program Desa Bebas Api atau Free Fire Village Program, kami melakukan sosialisasi di desa-desa di Pulau Padang, seperti Desa Lukit, Tasik Putri Puyu dan Tanjung Padang yang berada di Kabupaten Kepulauan Meranti. Tujuan kami sama dengan program Desa Bebas Api, ingin membebaskan Pulau Padang dari Karhutla. Caranya dengan mengedukasi masyarakat tentang karhutla melalui sosialisasi ke desa-desa. Sosialisasi dengan pihak TNI, Polri dan BPBD serta ke 30 sekolah SMP dan SD di Pulau Padang," jelas Mukhti, Selasa (18/4/17).

Diceritakan Mukhti, selama ini masyarakat desa tersebut belum mendapatkan sosialisasi mengenai Karhutla sehingga mereka tahu membuka lahan dengan cara membakar itu salah. Sejak tahun 2016, program yang diinisiasi oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) ini memberikan dampak positif yang cukup signifikan seperti berkurangnya areal yang terbakar.

"Program ini sangat bagus dilakukan di Pulau Padang. Karena memberikan pengetahuan bahaya membakar lahan. Ditambah dengan reward yang diberikan kepada masyarakat dalam bentuk infrastruktur, selain membangun pola pikir masyarakat, juga membangun desa," ucapnya.

Selain bersama PT RAPP, pihaknya juga bekerja sama dengan PT Gemilang Cipta Nusantara (GCN) untuk penanaman hotikultura. Disebutkan Mukhti, lahan tersebut dikelola dengan cara tanpa bakar.

Direktur PT RAPP, Rudi Fajar mengatakan Program ini akan berlanjut di tahun 2017 dengan 9 desa baru telah terdaftar, dan 9 desa lainnya yang memasuki tahun ketiga akan menjadi "Masyarakat Tangguh Api’".

"Hal ini merupakan komitmen perusahaan yang siap untuk melakukan pencegahan sejak dini ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2017 untuk mewujudkan Riau bebas asap seperti di tahun 2016 lalu. Kami selalu melakukan langkah-langkah strategis dan sedini mungkin menghadapi ancaman karhutla," katanya.***/ars.


BERITA TERKAIT:
Polda Riau Terima Bantuan Alat Pencegah Karhutla Hibah RAPP & Sinar Mas
Serentak di Indonesia, Kodim 0303 Bengkalis Undang Masyarakat Doa Bersama 171717
Pantau Karhutla, Mabes Polri Serahkan Motor Trail ke Polda Riau
Bahas Karhutla, Mabes Polri Undang Kapolda se-Sumatera ke Pekanbaru
Layani Masyarakat Pulau Terpencil & Terluar, BI-BRK Teken MoU Kas Keliling
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.