find us on : 
bank riau
Kelola Lahan Gambut dan Peringatan Dini Karlahut

Delegasi UNOPS Kunjungi Rohil

Laporan : Wan/Hendri

Kamis, 9 Maret 2017 | 02:45:36
hms pemkab rokan hilir for oketimes.com
Delegasi United Nation Office For Project Service (UNOPS) melakukan kunjungan ke Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Kedatangan tim ini langsung disambut Bupati Rohil H Suyatno, Rabu (8/3/2017) di Mess Pemda Jalan Perwira, Bagansiapiapi.
Bagan Siapiapi, oketimes.com - Delegasi United Nation Office For Project Service (UNOPS) melakukan kunjungan ke Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Kedatangan tim ini langsung disambut Bupati Rohil H Suyatno, Rabu (8/3/2017) di Mess Pemda Jalan Perwira, Bagansiapiapi.

Delegasi UNOPS terdiri dari Jenna Jadin Ph.D selaku Project Manajer Gambut dan Sherry Panggabean selaku Project Officer Gambut dalam rangka Audiensi dan Silahturahmi dengan Pemkab Rohil.

"Kita sambut baik kedatangan mereka datang dari Unops mau melakukan penelitain dan menjalanan program. Saya fikir memang kita salah satu daerah yang dituju karena memang gestur tanah kita kebanyakan gambut," kata Bupati.

Bupati memaparkan bahwa Rohil memiliki sekitar 60 persen lahan gambut dengan kedalaman 3-5 meter. Nantinya tim ini akan membantu Pemda untuk menangani permasalahan gambut.
"Kalau ditata dengan baik Gambut ini bisa mengurangi juga kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi," kata Bupati.

Upaya untuk menangani hal ini telah dilakukan Pemkab seperti membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) menyediakan alat pemadam dan Satgas pemadam kemabakaran.

"Kalau ada tindakan pencegahan dan lahan gambut bisa menghasilkan kenapa tidak, ini akan kita dalami bersama tim Unops nantinya," harap Bupati.

Jenna Jadin Ph.D selaku Project Manajer mengatakan, bahwa kedatangnnya ke Rohil untuk melaksanakan Proyek Generating Anticipatory Meassure For Better Utilization Of Tropical Peatland.

"Projek ini merupakan penerapan dari sistem peringatan dini kebakaran yang diharapkan dapat digunakan utk merencanakan tanggap antisipatif. Memobilisasi sumber daya dan melaksanakan kebijakan tepat waktu untuk mendorong langkah alternatif resiko tinggi terhadap kebakaran," katanya.

UNOPS merupakan organisasi di bawah naungan PBB, keberadananya sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2014 tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut untuk mengurangi potensi terjadi kebakaran lahan.

Dalam PP 71 tahun 2014 tersebut, dijelaskan beberapa hal penting tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistim gambut, diantaranya, perencanaan, pemanfaatan, pengawasan, sanksi administrasi dan perizinan usaha atau kegiatan serta pemanfaatan.

Menurut dia, proyek gambut adalah penerapan dari sistem peringatan dini kebakaran dan diharapkan dapat digunakan untuk merencanakan tanggap antisipatif, mobilisasi sumber daya, melaksanakan kebijakan tepat waktu untuk mendorong langkah alternatif dengan risiko tinggi.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohil Suwandi S.Sos mengatakan, sampai saat ini Kegiatan yang telah dilakukan Unops di Rohil berupa pelatihan Fire Risk Sistem (RFS) peserta dari instansi pemerintah dan masyarakat peduli api tahun 2016 lalu. Saat ini juga sudah bisa dilakukan pemantauan dini daerah rawan karlahut melalui situs online http://kebakaranhutan.or.id/

"Disamping pelatihan, projeck gambut juga akan memberikan hibah bagi beberapa komunitas dalam pelaksanaan kegiatan pencegahan kebakaran secara inovatif. Melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masarakat di 6 kepenghuluan terhadap upaya dini pencegahan karlahut," ujar Suwandi.***


BERITA TERKAIT:
Pasukan Garuda Indobatt-03 Kunjungi Penjara Wanita di Ardamata
Mahasiswa Unilak Raih Juara Lomba Fotografi Tingkat Mahasiswa Riau
SPSI Riau Pertanyakan Permen LHK 2017 untuk Ditinjau Ulang
Panglima TNI Lakukan Pembaretan 23 Gubernur se-Indonesia
Gubri Resmikan Transmart Carrefour Pekanbaru
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.