find us on : 
bank riau
  • Home
  • Lingkungan
  • KLHK amankan 3 Pelaku dan Eskavator Perambah Hutan di Kampar

KLHK amankan 3 Pelaku dan Eskavator Perambah Hutan di Kampar


Minggu, 12 Februari 2017 | 19:22:24
(medanbisnis)
TIM gabungan dari BKSDA Provinsi Aceh bersama Polres Aceh Selatan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pelaku perambahan kawasan hutan suaka marga satwa rawa singkil di Desa Keude Trumon, Kecamatan Trumon, Sabtu (29/10/2016 lalu).
Pekanbaru - Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Wilayah II Sumatera, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menemukan satu unit alat berat jenis eskavator yang melakukan pembukaan hutan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit.

"Satu unit eskavator dan tiga pelaku yang ditangkap. Kami masih mendalami keterangan para pelaku," kata Kepala BPPH Wilaya II Sumatera, Edwar Hutapea dlam laporan antaranews.com pada Minggu (12/02/17).

Eduwar menuturkan penangkapan tersebut merupakan hasil pengintaian antara Polda Riau, LHK Riau, dan Satuan Polisi Reaksi Cept (SPORC) BPPH Wilayah II Sumatera di kawasan hutan Kabupaten Kampar.

Petugas gabungan membutuhkan waktu selama dua hari mulai dari Jumat (10/2) hingga Sabtu dinihari (11/2) sebelum berhasil mengungkap aktivitas perambahan tersebut.

"Tiga pelaku masih berstatus sebagai saksi. Ketiganya adalah B pengawas lapangan, ML operator dan NH pembantu operator," ujarnya.

Ia mengatakan para pelaku melakukan alih fungsi hutan di kawasan konsesi Ijin Usaha Konsesi Pemanfaatan Hasil Hutan (IUPHH) PT Perawang Selasar Perkasa Industri, Desa Padang Sawah, Kecamatan Kampar Kiri.

Dari pemeriksaan sementara, para pelaku telah membuka kawasan hutan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit.

Mereka telah membuka 15 hektare lahan sawit dari 200 hektare lahan yang direncanakan, ujarnya.

BPPH Wilayah II Sumatera yang berada langsung di bawah Direktorat Jenderal Gakkum KLHK masih terus mendalami pengungkapan kasus tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini telah melanggar Pasal 17 ayat (2) Undang-Undang nomor 13 tahun 2013, tentang larangan membawa alat-alat berat untuk kegiatan perkebunan tanpa izin menteri.

"Ancaman hukuman dalam perara ini cukup berat dengan penjara maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp5 miliar," tuturnya.

KLHK terus melakukan upaya "bersih-bersih" kawasan hutan Riau dari aktivitas pembalakan dan perambahan hutan. Selama awal 2017 ini petugas telah mengungkap beragam aktivitas kejahatan lingkungan tersebut di beberapa tempat. Bahkan, selama enam bulan terakhir petugas menyita delapan alat berat dari sejumlah kawasan hutan di Riau.***


BERITA TERKAIT:
Kapolda Riau Open House Bersama Jajaran
Polda Riau Bekuk Napi Provokator Kerusuhan Rutan Sialang Bungkuk yang Kabur
Kapolda Riau: Situasi Kondisi Kamtibmas dan Arus Mudik Aman dan Lancar
Pantau Arus Mudik, Kapolda Riau Cek Kesiapan Pos Pam di Perbatasan Riau-Sumbar
Kapolda Riau Ajak Masyarakat Pererat Hubungan Silaturahmi
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.