find us on : 
bank riau
  • Home
  • Kesehatan
  • Akhir 2017, Jumlah Pustu di Inhil Bakal Naik Jadi 218 Unit

Akhir 2017, Jumlah Pustu di Inhil Bakal Naik Jadi 218 Unit


Senin, 19 Juni 2017 | 22:22:26
diskominfotik for oketimes.com
Bupati Wardan dalam Rapat Paripurna Istimewa Milad ke 52 Kabupaten Inhil, Rabu (14/6/2017).
Indragiri Hilir, Oketimes.com - Bupati Inhil HM Wardan mengungkapkan, pencapaian angka harapan hidup saat lahir yang diukur dari umur panjang dan hidup sehat masyarakat Inhil telah mencapai angka 66,84 tahun dan pada tahun 2016 meningkat menjadi 66,95 tahun (hampir 67 tahun).

Dikatakannya, pencapaian tingkat harapan hidup saat lahir itu ditunjang oleh adanya pelayanan publik di bidang kesehatan yang semakin berkualitas, promotif dan preventif, dengan didukung adanya kegiatan peningkatan kualitas pelayanan melalui tenaga medis yang tersebar di 27 Puskesmas, 177 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di Desa/ Kelurahan.

"Apalagi fasilitas kesehatan itu dilengkapi dengan sarana dan prasarana kesehatan serta rumah tunggu kelahiran, sehingga keberadaan Puskesmas dan Puskesmas Pembantu dapat melayani harapan masyakarat untuk dapat hidup sehat, disamping keberadaan RSUD Puri Husada Tembilahan, RSUD Raja Musa Guntung, dan RSUD Tengku Sulung Pulau Kijang," jelas Bupati Wardan dalam Rapat Paripurna Istimewa Milad ke 52 Kabupaten Inhil, Rabu (14/6/2017) lalu.

Pada tahun 2017 ini, tambahnya, akan dimulai pelaksanaan penambahan sarana dan prasarana kesehatan, Puskesmas Pembantu sejumlah 22 unit, sehingga pada akhir tahun 2017 jumlah Puskesmas Pembantu menjadi 218 unit dari 232 Desa/Kelurahan yang ada.

"Sedangkan dari 27 Puskesmas yang tersedia, empat diantaranya telah terakreditasi, yaitu Puskesmas Tembilahan Kota, Puskesmas Tembilahan Hulu dan Puskesmas Gajah Mada Tembilahan dengan akreditasi Madya, serta Puskesmas Kuala Enok dengan akreditasi Dasar," ungkap Bupati.

Guna memperkuat langkah dan program promotif dan preventif bidang kesehatan, telah ditetapkan tiga produk hukum daerah melalui Peraturan Daerah yang terdiri dari Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Inisiasi Menyusu Dini dan ASI ekslusif, serta Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang Kawasan Bebas Rokok.

"Kita terus mengupayakan memenuhi standar persyaratan untuk memperoleh akreditasi bagi 23 Puskesmas lainnya secara bertahap," katanya. (Adv)


BERITA TERKAIT:
Juni 2017, Utang RI Naik Rp34,19 T, Ini Jawaban Sri Mulyani
Empat Pelajar Siak Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi Riau 2017
Bupati Siak Lepas 252 JCH 2017
Kakek Usia 99 Tahun Ditemukan Tewas Terbakar di Inhil
Bengkalis Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak 2017
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.