find us on : 
bank riau

Mengenal Penyakit Tulang Bambu Sulami Asal Sragen


Minggu, 29 Januari 2017 | 19:11:34
is
Sulami, wanita berusia 35 tahun asal Sragen, Jawa Tengah. Penyakit yang dijuluki sebagai tulang bambu itu membuat sekujur tubuh Sulami betul-betul kaku.
Jakarta - Seorang wanita asal Indonesia menderita penyakit langka. Ia mengidap Ankylosing Spondylitis yang tak memungkinkan tubuhnya bergerak leluasa.

Namanya Sulami, wanita berusia 35 tahun asal Sragen, Jawa Tengah. Penyakit yang dijuluki sebagai tulang bambu itu membuat sekujur tubuh Sulami betul-betul kaku. Ankylosing Spondylitis terjadi karena tulang belakang dan area tubuh lainnya meradang. Biasanya, gejala awak ditandai dengan nyeri punggung, kekakuan, dan kelelahan ekstrem.

Bahkan, di Amerika Serikat tidak tersedia obat untuk menyembuhkan atau mengembalikan kerusakan yang disebabkan oleh kondisi tersebut. Namun, hingga saat ini pengobatan yang tersedia hanya untuk meringankan gejala dan membantu menunda perkembangannya. Dalam kebanyakan kasus, pengobatan yang dijalankan pasien seperti latihan, fisioterapi, dan obat-obatan.

Dilansir dari Dailymail, Minggu 29 Januari 2017, Kasus terburuk dari penyakit ini menyebabkan paisen tidak mampu bergerak. Ankylosing Spondylitis tidak memengaruhi harapan hidup seseorang, tetapi memicu beberapa kondisi serius.Kondisi tersebut dapat mencetuskan risiko penyakit kardiovaskular, patah tulang belakang, infeksi paru-paru, hingga penyakit ginjal.***


Sumber : dailymail

BERITA TERKAIT:
Cegah Penyakit Malaria, Pasukan Garuda Fogging Wilayah Darfur Barat
Biaya Pengobatan ‘Manusia Kayu’ Rp480 Juta
Limbah PT MVM Diduga Cemari Danau Simbat, Warga Terjangkit Penyakit Gatal-gatal
Polwan Bantu Warga Terserang Sakit Jantung
Yustisi Kampar Razia Pekat
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.